Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Sebuah hukuman


“Tu-tuan, apa maksud anda, bagaimana mungkin .... ”Alex menatap Stuard dengan tatapan tak percaya. Wajahnya sudah memucat saat Stuard, mengatakan akan menarik semua sektor dan saham dari perusahaan Alex.


Stuard menyimpan saham yang begitu besar di perusahaan Alex, dan jika Stuard menariknya, maka perusahaan Alex hanya akan menjadi debu, dan tidak akan sanggup bertahan,.karena Stuardlah investor terbesar.


“Ya, seperti yang kau dengar. Aku tidak ingin memperpanjang lagi kontrak Perusahaanmu dan hubungan perusahaan kita berakhir.” Stuard berucap dengan dinginnya. Ia yang sedari tadi duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya menatap Alex dengan dingin dan datar.


Stuard menarik sudut bibirnya, ia menyeringai saat melihat wajah yang Alex yang pucat.


“Ke-kenapa anda melakukan ini?” tanya Alex terbata-bata. Ia menatap Stuard dengan tatapan memohon. Darah seakan berhenti mengalir di seluruh tubuhnya, saat mendengar ucapan Stuard. jika Stuard benar-benar nelakukan itu, maka perusahaannya, bisa bangkrut dalam sekejap.


“Seharusnya kau bertanya apa kesalahan, dan seharusnya kau tidak perlu bertanya lagi kenapa Aku melakukan ini!” ucap Stuard sadisnya.


Alex sempat bingung dengan apa yang di maksud oleh Stuard. Seketika wajah Arsen langsung menubruk otak Alex. Alex memejamkan matanya menahan geram pada sang putra. Karena ia yakin, perselingkuhan putranya sudah terbongkar.


“kenapa? sekarang kau sudah tahu alasanku menarik semua saham di perusahaanmu?” Stuard bertanya, saat melihat Alex tampak terdiam. Karena ia yakin, mantan besannya sekarang mengetahui alasan ia menarik semua saham yang ada di perusahaannya.


Tiba-tiba, Alex tersadar. Setelah itu, ia bangkit dari duduknya dan berlutut di hadapan Stuard.


“Tuan Stuard. Aku tak tahu apapun tentang apa yang dilakukan oleh Arsen. Karena aku tidak ada sangkut-pautnya dengan anak itu!” kata Alex, berharap Stuard percaya..


“Memangnya apa yang dilakukan Arsen?” tanya Stuard. Tiba tiba, Alex mendongak menatap Stuard.


Stuard bangkit dari duduknya, kemudian ia menatap Alex dengan tatapan tajam. “Tidak ada kata maaf untukmu dan keluargamu. Bersiap-siaplah untuk hancur. Ini balasan karena kau sudah menghancurkan putriku yang berharga dan kalian seharusnya ingat dan sadar. Bahwa kali kau dan keluargamu sedang berhadapan dengan Stuard Josepin.” Stuard menekan setiap kata demi kata membuat Alex semakin tertunduk.


Stuard berbalik, kemudian berjalan dan keuar dari ruangan Alex, meninggalkan Alex yang masih terduduk di lantai. Setelah Stuard pergi, Alex bangkit dari duduknya, kemudian ia membanting seluruh barang yang ada di ruangannya, Ia benar-benar buntu.


Bagaimana tidak, mungkin sebentar lagi perusahaannya akan bangkrut, dan hanya akan tinggal nama. Dan itu gara-gara putranya.


Alex memang tahu Arsen berselingkuh.


Bahkan ia memberi nasihat pada putranya dan mengatakan pada Arsen agar jangan sampai terpergok oleh Gabby. Tentu saja ia bisa mengatakan, itu karena ia pun juga berselingkuh sama seperti putranya


•••


Arsen mengerjap, ia terbangun dari tidurnya. Tubuhnya menggigil, ia merasakan lemas dan sakit di seluruh tubuhnya. Ia merasa tubuhnya bergitu remuk.


Ia membuka matanya semakin lebar, tiba-tiba Rasa perih mendera mata Arsen. Hingga ia kembali menutup matanya, setelah matanya tidak terlalu sakit, Arsen membuka matanya sedikit dan mempertajam penglihatanya.


“Aaaa!” Arsen terperanjat kaget, ketika lampu menyorot begitu terang bahkan sangat terang, dan begitu menusuk pada mata Arsen.


Scroll lagi gengs