
Semua anak sudah di posisinya masing-masing, mereka duduk di kursi yang telah disediakan dengan jarak yang cukup jauh.
Satu kelas dibagi dengan 2 jam pelajaran dan sekarang giliran kelas Laura yang terlebih dahulu, sedangkan Naura dan teman-teman yang lain mengikuti pelajaran lain di kelas yang berbeda.
Mike menghampiri satu persatu muridnya, dan mengarahkan mereka untuk melukis bagian dasar, dan tibalah saat Mike akan mengarahkan Laura.
“Anak manis, Kenapa kau melamun?” tanya Mike kepada Laura. Laura tersadar, kemudian menggeleng. Lalu setelah itu ia menatap Mike.
“Tidak apa-apa, Sir,” jawablah Laura.
“Ayo kita mulai!” Mike memosisikan diri belakang tubuh Laura, kemudian ia menggenggam tangan Laura dan mengarahkan tangan Laura, agar bergerak di atas kanvas.
Dada Mike bergemuruh saat kulit tangannya menyentuh kulit Laura, matanya sudah berkaca-kaca. Sedangkan Laura yang masih terdiam langsung tersadar, kemudian ia mengikuti arahan Mike.
“ Bagaimana Apa kau mengerti tekniknya?” tanya Nael. Laura tidak menjawab, ia menatap mata Mike lekat-lekat, kemudian mengangguk.
“Ya, Sir. Aku mengerti.”
“Good girl!” Mike mengelus rambut Laura kemudian ia langsung pergi untuk memeriksa hasil anak-anak yang lainnya. Sambil menunggu, Mike duduk di meja, kemudian ia merogoh saku dan mengambil ponselnya.
Ia menghela nafas saat lagi-lagi pesannya tidak terbalas. Ia pun kembali menyimpan ponselnya di saku Lalu setelah itu, ia melihat ke depan dimana murid-muridnya tengah fokus untuk melukis.
Tiba-tiba tatapannya beralih pada Laura, tanpa disangka ternyata gadis kecil itu sedang diam diam menatapnya, dan ketika Mike menatap Laura, Laura langsung bersembunyi di balik kanvas.
••
kelas Laura berakhir, Laura dan teman-temannya pindah ke kelas yang lain dan sekarang, giliran Naura bersama teman-temannya
Seperti tadi, Mike berkeliling untuk mengajarkan satu persatu muridnya dan sekarang, tibalah Mike memberikan contoh pada Naura.
“Sir, Kenapa ini begitu susah?” tanya Naura memberanikan diri berbicara, karena cat yang iya kombinasikan tidak pas dengan contoh yang ada yang diberikan oleh Mike.
“Oh ya sebentar.” Mike mengambil kuas di tangan Naura, kemudian mengaduknya. Setelah itu, ia langsung memberikannya pada Naura.
“Ayo Naura.” Saat Naura mengambil cat dari tangan Mike, Mike menggenggam tangan Naura. Lalu, membantu Naura untuk menggerakkan tangannya di atas kanvas
Lagi-lagi, batin Mike terasa tercubit saat menggenggam tangan Naura. Tapi tak lama, ia melepaskan tangannya dari tangan Naura kemudian mengelus rambut Naura lalu bangkit dari lantai. “Kau pasti bisa,” ucap Mike, Naura tidak menjawab, ia fokus pada lukisan yang ada di depannya.
•••
Mobil yang dikendarai Mike sampai di basement apartemen, ia keluar dari mobil kemudian ia berjalan dengan lemas ke Unit apartemen miliknya yang di lantai atas.
Saat berada di dalam lift, Mike menyandarkan tubuhnya ke belakang, ia melihat tangannya, tangan yang tadi menggenggam tangan Naura Laura. Setelah itu, pintu lift terbuka, akhirnya Mike sampai di di apartemen miliknya.
Ia membuka pintu, Kemudian ia berjalan masuk kedalam. Lalu membanting tubuhnya di sofa. Saat ia hampir terlelap, ia melupakan sesuatu. Ia pun membuka jam tangannya, kemudian membuka kemejanya Lalu setelah itu ia menarik sesuatu dari lehernya dan kemudian membuka topengnya, hingga muncullah wajah asli Mike yang tak lain adalah Nael.
Ga moa tao tinggalin komen di setiap bab