
Minta like spam sama komennya dong
“Jadi, bagaimana, kau mau kan memulai semuanya bersamaku?” tanya Nicky saat Bella terdiam. Pembicaraan mereka memang cukup singkat. Namun, mampu membuka hati Bella apalagi saat Bella mengetahui bahwa tunangan suaminya sudah menikah.
“ Kenapa kau tidak memberitahu bahwa tunanganmu sudah menikah.” Bella malah beralih bertanya pada Nicky, membuat Nicky tampak berpikir. Lalu, lelaki itu menggenggam tangan Bella.
“Bagaimana aku akan berbicara padamu. Jika kau selalu menghindar," balas Nicky.
“Kenapa kau harus merasa bersalah. Bukanlah kau tahu bagaimana kelakuan tunanganku dulu?” tanya Nicky lagi. Bella menatap bingung pada suaminya
“Kau juga sudah tahu apa yang dilakukan dia di belakangmu?" Nicky menggangguk.
“Sebelum kau mengetahui itu, aku sudah lama mengetahui tentang apa yang dilakukannya.”
“ Lalu kenapa kau tidak memutuskannya?”
“Karena ayahku berhutang Budi banyak pada ayahnya. Sebelum ayahnya meninggal. ayahnya menitipkan dia padaku, dan ibunya ingin kami bertunangan. Hingga aku tidak bisa mundur Dan saat aku tahu dia bermain di belakangku, aku merasa bisa saja. Sebenarnya aku tidak pernah merasakan apapun. Aku malah merasa bersyukur karena sejatinya kita memang tidak pernah saling mencintai.”
Bella menutup mulut tak percaya. “Lalu apa rasa bersalah yang aku rasakan semuanya sia-sia?” tanya Bella dengan lucunya membuatnya Nicky tertawa. Lalu, Nicky menyentil kening Bela.
“Isss, sakit tahu,” ucap Bella yang menyentuh keningnya.
“Tidak semua apa yang kau pikirkan benar, kau sudah terpuruk luka selama bertahun-tahun jadi Sudah cukup. Berhenti untuk menyalahkan dirimu sendiri, berhenti untuk merasa bersalah pada siapapun. Kau berhak untuk bahagia dan aku akan mendukung apapun yang kau lakukan.’
“Tapi bagaimana caranyanya meminta maaf pada Mommy dan Daddy. Sejujurnya aku malu berbicara pada mereka,” ucap Bela.
“Ingat, kasih sayang orang tua tidak akan pernah hilang terlepas dari apapun yang kau lakukan selama ini. Mereka berusaha mendekatimu. Tapi kau masih menghindar. Jadi sekarang, jangan pernah gengsi untuk meminta maaf. Karena mereka akan selalu menyayangimu.”
“Lalu apa kau tidak menyayangiku?” tanya Bela dengan malu-malu, wajahnya memerah saat bertanya pada Nicky.
“Kau ingin mendengar jawabannya?”
"Tidak, aku tidak mau.”
“Aku menyayangimu, mencintaimu dan aku akan menjadi suami yang sempurna untukmu.”
“Hei, kau berbohong. Mana mungkin kau ....” tiba-tiba Bella menghentikan ucapannya saat Nicky mencium bibirnya, membuat mata Bella membulat. Bella memukul-mukull dadaa Nicky. Tapi Nicky menekan kepala Bella. Hingga akhirnya Bela menyerah dan dia pun membalas ciuman Nicky..
Ciumann yang awalnya lembut berubah menjadi ciuman menuntut. Hingga pada akhirnya. Setelah sekian lama, Nicky menjauhkan wajahnya dari wajah Bella.
Kedua insan itu saling menatap. Lalu Nicky tertawa. Entah apa yang dia tertawaan. Hanya saja di mata Nicky, Bela begitu menggemaskan.
“Aaaaaa!” teriak Bella saat Niki menggendongnya. Nicky berbisik membuat mata Bella membulat. Belum Bella protes lagi, Nicky sudah berlari ke arah kamar Bella dan selanjutnya Hanya mereka yang tahu apa yang terjadi.
pagi malam berganti
Nicky membuka matanya, ternyata Bella sudah tidak ada di sampingnya. Nicky melihat jam ternyata, waktu menunjukkan pukul 07.30 pagi
Nicky pun bangkit dari berbaringnya, kemudian ia berjalan ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya sebelum keluar dari kamar, dia yakin Bella sedang memasak.
•••
Bella berjalan ke arah kamar Kevin, untuk mengajak putranya untuk sarapan bersama
Saat Bella masuk ke dalam kamar, ternyata Kevin sedang menyalakan lilin. Bocah kecil itu sepertinya sedang berdoa.
Saat Bella akan mendekat, tiba-tiba Bela menghentikan langkahnya kala mendengar doa sang putra, yang meminta agar hari ayah terus terjadi, agar bisa terus bermain bersama Niki.
Bella bersyukur, keputusannya sudah benar
Dia mampu mengalahkan egonya. Hingga akhirnya, ia bisa memberikan kebahagiaan untuk putranya .
Tiba-tiba, Bella berdehem membuat Kevin menoleh. Bocah kecil itu langsung mematikan lilinnya dan menghampiri Bella.
Bella menghampiri putranya, wanita itu langsung menekuk kaki menyetarakan diri dengan Kevin. “Boleh Mommy bertanya?” tanya Bela. Kevin mengangguk.
“Kenapa selama ini kau tidak pernah protes tentang Mommy yang mpelarangmu bermain bersama Daddy Nicky. Kenapa kau tidak pernah protes dengan larangan Mommy?” tanya Bella lagi, ia menegarkan hatinya untuk mendengar jawaban Kevin.
Bola mata bocah kecil itu tanpak memutar ke atas, pertanda dia sedang berpikir sesuatu. “Kakek dan Nenek melarangku untuk protes dengan apapun yang Mommy katakan.”
“Kakek melarangmu?” tanya Bella, ia bingung kenapa sang ayah bisa melarangmu Kevin.
“Aku tidak boleh membuat Mommy bersedih. Aku harus menuruti apa kata Mommy. Kakek bilang suatu saat, pasti Mommy akan mengijinkanku untuk bermain dengan Daddy Nicky.”
Bela begitu terenyuh saat mendengar ucapan Kevin. Ternyata benar, walaupun ia sedikit menjauh dari kedua orang tuanya, orang tuanya tetap memperhatikannya begitupun dengan Kevin, bocah kecil itu seperti mengerti apa yang terjadi padanya.
Bella membawa Niki dalam pelukannya, ia memeluk Kevin sebentar. Lalu melepaskan pelukannya lagi.
“Mulai detik ini, kau bebas bermain dengan Daddy Nick, kau boleh melakukan apapun dengan daddy.”
Wajah Kevin berbinar, ia menatap senang pada Bella. “Benarkah .... ”
“Hmmm, Daddy di sini!” Tiba-tiba terdengar suara Nicky dari arah luar kamar, ternyata dari tadi Nicky mendengar percakapan Bella dan Kevin.
“Daddy!” teriaknya, bocah kecil itu langsung berlari dan melompat ke pangkuan Kevin membuat Bella tersenyum. Namun tak lama, Bella memalingkan tatapannya ke arah lain karena ia malu pada suaminya. Bagaimana tidak semalaman Bella mati-matian menolak. Tapi Dia sangat bersemangat mengimbangi Nicky.
•••
Liosa memegang kepalanya yang terasa berputar-putar, ia merasakan nyeri yang luar biasa hebat. Namun ia menahannya. Setelah pulang dari rumah sakit, Liosa tidak keluar dari ruang kerjanya. Bahkan, beberapa kali Irena sang istri menyuruhnya untuk tidur di kamar. Tapi Liosa menolaknya.
Selama semalaman, Liosa sudah banyak berpikir. Ia sudah menyadari bahwa ini adalah semua karma akibat yang ia lakukan pada Bella, ia berpikir menghubungi Bela untuk meminta maaf. Tapi dia tidak seberani itu.
Seandainya waktu bisa diputar, ia tidak akan pernah menyakiti Bella. Bahkan ia tidak akan pernah menikahi Bella demi harta, karena faktanya ia sudah berpacaran dengan Irena sebelum ia menikah dengan Bella. Ambisinya sekarang menghancurkannya, hingga Ia terkena karma.
satu bulan kemudian
“Kau tetap tidak mau menerima ini?” tanya Nicky, iya menyodorkan kartu kredit pada Bella. Tapi Bella menolaknya.
“Tidak perlu. Aku tidak butuh ini," jawab Bella. Dia bisa saja mengatakan seperti itu. Tapi matanya terus melihat ke arah kartu yang dipegang oleh suaminya.
Ini sudah 1 bulan berlalu semenjak Bella menerima Nicky dan selama 1 bulan ini pula, Nicky tidak pernah pergi ke kantor, ia ebih memilih untuk berdiam diri dan menemani dan Kevin.
Selama sebulan ini, Nicky memberikan waktunya untuk keluarga dan Bella benar-benar bersyukur dengan keadaan saat ini. Bahkan sekarang, ia bisa melihat ada perubahan di diri Kevin. Wajah putranya tampak berseri-seri, berat badan Kevin naik drastis, pertanda putranya bahagia dan ia pun memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena menuruti keinginan Nicky.
Tapi walaupun begitu, Bella belum mau menerima apapun dari suaminya, ia cukup malu untuk menerima itu. Ini bukan pertama kalinya Nicky menyerahkan kartu kredit pada Bella. Namun, Bella selalu menolaknya. Tapi sekarang ketika Nicky menyodorkannya lagi. Rasanya Bella ingin mengambil itu.
“Ayolah sayang, terima ini.”
“Aku tidak butuh apapun," dusta Bella. Padahal wajahnya menjelaskan semuanya, membuat Nicky yingin sekali tertawa
“ Ya sudah jika kau tidak mau, ini penawaran terakhirku. Aku tidak akan menawarkan ini lagi!”
“Hah! mata Bella melotot galak kepada Nicky. Secepat kilat, ia menormalkan ekspresinya.
“Sayang, kau istriku. Jika kau yang tidak menghabiskan uangku. Lalu siapa lagi.” Bella berpikir kau benar juga. Dengan lucunya, Bella mengambil kartu kredit dari tangan Nicky.
•••
Bella berjalan ke sana kemari, di tangannya sudah ada beberapa paper bag. Saat ini, dia sedang berjalan mencari belanjaan seorang diri. sedangkan Nicky dan Kevin menunggu di pusat permainan.Awalnya Bela mengatakan ingin pergi ke toilet. Namun diam-diam, ia berbelanja.
Nicky yang sedang menemani Kevin bermain tertawa saat melihat notifikasi pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Tentu saja notifikasi itu adalah notifikasi penggunaan kartu kredit yang di gunakan oleh istrinya. Padahal tadi Bella izin untuk pergi ke toilet.
Saat Nicky akan menemani Kevin bermain lagi. tiba-tiba ia menghentikan langkahnya, saat melihat Liosa dari seberang. Yang membuat Nicky heran. Bukan tentang Liosanya, melainkan Apa yang sedang dilakukan Liosa dan istrinya.
Ternyata, Liosa terlihat sedang bertengkar, mereka seperti mendebatkan sesuatu. Bahkan Liosa dan istrinya menjadi tontonan semua orang yang melintas. Mata Nicky membulat saat ia juga melihat istrinya sedang menonton Liosa dan istrinya yang sedang bertengkar. Namun tak lama, Nicky ingin sekali tertawa saat Bella terlihat menikmati pertengkaran Liosa dan istrinya. Ternyata Liosa dan istrinya sedang berdebat soal ....