Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Lamaran


Gengs ada cuplikan kisah Joshua ya yang akan di tulis di lapak ini


"Shakira, rasanya aku tidak sabar untuk menyatukan tubuh kita," ucap Jonathan tiba-tiba membuat mata Shakira membulat.


"Kau ini, baru saja berdoa tapi ucapanmu sudah kotor begitu," kata Shakira membuat Jonathan yang sedang berada di atas tubuhnya tertawa. Dia langsung berguling ke bawah hingga kini dia berbaring di samping wanita itu.


"Jonathan, kenapa sekarang kau menjadi lebih religius?" tanya Shakira yang sedang telentang, kemudian mengubah posisi berbaring menghadap pria itu yang juga sebaliknya.


"Kau tahu, saat kau pergi ke Afrika, aku merasa hidupku begitu hampa. Aku merasa jiwaku seolah pergi denganmu. Tidak ada yang bisa meredakan rasa sakit hati akibat kepergianmu kecuali Tuhan, dan aku sadar, aku sudah melangkah terlalu jauh hingga akhirnya aku memutuskan untuk kembali menjadi manusia yang berbakti pada-Nya."


Shakira mengembangkan senyumnya saat mendengar itu, tapi tak lama kemudian pudar karena sampai sekarang, Jonathan belum membahas tentang apa yang akan mereka lakukan ke depannya. Entah kembali bersama, atau hanya sebatas teman tanpa status.


Jonathan yang mengerti dengan perasaan Shakira, kini mengelus pipi wanita itu. "Shakira, aku bukan orang bodoh. Dua tahun aku menunggu dan nyaris seiap malam merasakan gelisah karena takut kau akan menemukan lelaki yang lebih baik dariku, dan ketika aku kembali bersamamu, mana mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan? Aku sedang menyiapkan rencana pernikahan untuk kita."


"Apa?!" Syakira terkejut dengan ucapan Jonathan. Dia menatap pria itu dengan sorot tak percaya.


"Pernikahan? Apa kau gila? Kenapa kau tidak mendiskusikannya denganku dulu? Kenapa kau tidak memberitahuku apapun?"


Walaupun Shakira ingin menikah dengan Jonathan, tapi dia juga ingin pria ini melamarnya secara resmi dengan memberikan dia cincin. Namun sekarang, Jonathan malah ingin menikahinya begitu saja.


Tawa Jonathan hampir saja meledak saat melihat wajah Shakira yang berubah masam. Padahal tanpa sepengetahuannya, dia mempunyai kejutan untuk wanita ini.


Saat Shakira akan bangkit, Jonathan dengan cepat menariknya hingga dia kembali berbaring.


"Aku mengantuk, ayo tidur bersama. Ini juga sudah jam dua malam," kata Jonathan.


"Tidak mau, aku ingin tidur di kamarku," jawab Shakira lagi. Dia sudah menaruh harapan tinggi pada Jonathan, tapi ternyata pria itu malah mematahkannya.


Pada akhirnya, Shakira lelah untuk meronta hingga dia pun tidur di pelukan Jonathan.


***


Malam berganti pagi ketika Shakira dan Jonathan keluar dari kamar.


"Kalian kenapa tidur di kamar berdua?" tanya Naura yang ternyata sedang berkunjung ke mansion orang tuanya.


"Kau ini kepo sekali, Kak," kata Jonathan membuat Naura berdecak, sedangkan Shakira hanya menunduk dan mereka pun berbalik lalu berjalan ke arah lift untuk turun ke bawah.


Sementara Naura, dia memilih pergi ke ruang bawah tanah untuk mengambil sesuatu.


Saat berjalan, wajah Shakira nampak murung. Dia masih teringat tentang rencana Jonathan yang ingin langsung menikahinya tanpa ada lamaran, di saat dia tidak ingin acara yang mewah, melainkan cukup dengan ungkapan pria itu yang meminta dia untuk menjadi istrinya.


Joshua yang baru saja akan sarapan, langsung melihat ke arah Jonathan. Dia berdecak kesal melihat pria itu yang menyeringai penuh ejekan, seolah bangga telah mendapatkan Shakira kembali.


"Kenapa? Kau tidak mendengar suara kami yang merdu?" kata Jonathan lagi membuat Joshua mendecih.


"Paman Jo, Paman Jo!" Tiba-Tiba terdengar suara dari arah luar, dan ternyata itu adalah Ameera yang tak lain anak Naura.


Joshua memejamkan mata ketika mendengar suara keponakannya, sudah dipastikan anak itu akan mengusilinya lagi. Dia dengan cepat bangkit dari duduknya untuk kabur dari Ameera.


Namun tak lama, Ameera langsung berlari kemudian memegang tangan Joshua. "Ayolah Ameera, kapan Paman tenang jika kau terus mengganggu Paman seperti ini?


"Paman Jo, Savana akan bunuhh diri jika kau tidak menikahinya," ucap Amira.


Savana adalah teman kuliah Ameera di kampus tempat Joshua mengajar. Rupanya, gadis itu tergila-gila dengan Joshua yang kini menginjak usia tiga puluh tiga tahun.


Tawa Jonathan meledak saat mendengar ucapan Ameera. Dia berkata, "Ameera, kau gusur saja dia ke altar dan suruh temanmu menikah dengannya."


"Diam kau, Jonathan," ucap Joshua.


"Paman cepat nikahi dia. Dia adalah anak tunggal yang kaya raya, jika dia meninggal karena tidak bisa menikah dengan Paman, nanti Paman yang akan disalahkan oleh orang tuanya."


Joshua benar-benar ingin menenggelamkan Ameera dan temannya itu. "Ya sudah baik, di mana dia?" tanya Joshua.


Ameera melepaskan tangannya dari Joshua kemudian, Setelah itu Joshua berlari, membuat Jonathan dan Shakira yang melihat itu pun tertawa.


Joshua memang tidak bersikap dingin seperti Jonathan, tapi sampai sekarang dia belum mempunyai kekasih.


***


Beberapa hari kemudian.


Iring-iringan mobil terbuka terlihat di jalan raya, beberapa orang menatap takjub pada kendaraan tersebut yang dipenuhi dengan bunga dan balon.


"Kenapa dia selalu membuatku malu?" tanya Joshua yang mengendarai mobil, sedangkan Jonathan berdiri sambil membawa bunga juga speaker. Saat ini, mereka akan pergi ke rumah sakit tempat di mana Shakira bekerja.


Sementara di belakangnya, merupakan mobil van berisi makanan untuk diberikan kepada semua orang yang ada rumah sakit, disusul oleh mobil terbuka lainnya yang berisi balon dan juga bunga. Saat ini, Jonathan berencana untuk melamar Shakira di tempat wanita itu bekerja.


Joshua yang tadinya akan pergi untuk mengajar, dipaksa Jonathan untuk mengendarai mobil hingga akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit.


"Shakira! Shakira!" Jonathan memanggil Shakira lewat speaker, membuat semua yang ada di rumah sakit langsung keluar karena suaranya yang begitu kencang.


Sementara Shakira yang baru saja turun menggunakan lift, langsung terdiam saat mendengar namanya disebutkan. Dia kini yakin bahwa yang dimaksud adalah dirinya, sebab dia tahu benar bahwa yang memanggil itu adalah Jonathan.


Seketika, Shakira berlari keluar menuju sumber suara. hingga