
Nael mencoba memutar otak dan mencoba membaca pikiran putrinya. “Ingatlah Nael, dia Putrimu,” ucap Nael dalam hati, ia mencoba memposisikan diri sebagai putrinya.
Putrinya sangat mirip dengannya, dari segi sifat dan dari segi pemikiran. Tak lama, Nael menjalankan matanya, sepertinya ia mengerti apa yang rasakan oleh putrinya, karena jika ia ada dalam posisi Naura, pasti ia akan berpikir seperti Naura.
Nael bangkit dari berlututnya, kemudian ia menggendong Naura lalu mendudukan dirinya dan mendudukkan Naura di atas pangkuannya.
“Naura, lihat Daddy!" titah Nael saat Naura masih menunduk. Nael mengerti, mungkin putrinya kurang percaya padanya. “Naura!” Panggil Nael lagi, hingga Naura melihat kearahnya.
“ Naura Daddy tidak tahu kau mengerti atau tidak ucapan Daddy. Tapi yang sudah berlalu tidak bisa di ulang lagi. Seandainya Daddy bisa mengulang semuanya. Daddy tidak akan mengabaikanmu dan Naura. Daddy akan selalu ada untukmu. Tapi kini semuanya sudah selesai, Daddy udah menyadari semua kesalahan Daddy dan sekarang, Daddy. akan selalu ada untukmu dan untuk Laura.”
“Daddy berbohong!” jawab Naura tiba-tiba. membuat Nael menghela nafas, karena Naura tiba-tiba memanggil Daddy lagi padanya.
“ Kenapa kau menganggap Daddy berbohong?” tanya Nael.
“Daddy akan pulang ke Rusia dan pasti sikap Daddy akan kembali lagi seperti semula pada kami,” jawab Naura dengan nada sendu. Benar dugaannya, Naura pasti berpikir demikian. Mungkin tadi, Naura mendengar Nael menelpon sekretarisnya dan meminta memesan tiket ke Rusia, hingga Naura mempunyai pikiran bahwa dia dia akan berubah kembali.
Rupanya, selain membekas dengan sikap sang ayah. Naura juga memiliki kenangan buruk tentang tinggal di Rusia, di mana sang ayah mengabaikannya di negara tersebut. Hingga ia mengingat kembali masa lalu yang menyakitkan di Rusia.
Sedari tadi, Naura menahan tangisnya mati-matian. Naura sama seperti Nael yang selalu mengedepankan gengsi. Tetapi ketika sudah luluh, ia tidak akan segan-segan menampilkan perasaannya.
Saat Naura menangis, Nael membawa Naura ke dalam pelukannya. “Sudah jangan menangis, Naura. Daddy tidak akan berubah lagi!” kata Nael dengan lemah lembut.
“Daddy kenapa dulu jahat sekali pada kami. Kenapa Daddy tidak pernah melihat kami, Kenapa Daddy lebih bermain bersama Elsa dibanding bermain bersama kami. Apa Daddy mengingat saat kematian kakek. Aku pernah berniat meminta tolong kepada Daddy karena tubuhku sakit. Tapi, Daddy malah tidak ingin melihatku.”
Naura mengucapkan semua keluh kesahnya dan yang paling membekas baginya adalah ketika saat di pemakaman Stuard, saat dia merasa tubuhnya begitu panas dan berniat meminta tolong pada Nael. tapi Nael malah mengalihkan tatapannya kearah lain.
Nael pejamkan matanya saat mendengar ucapan Naura. Jika Laura sudah mengeluarkan keluh kesahnya saat di vila, dan Kali in, Naura yang mengatakan keluh kesahnya pada Nael, dan ia yakin, setelah ini Naura tidak akan mengingat lagi lukanya, karena sudah mengeluarkan uneg-unegnya.
Naura melepaskan pelukannya. “Lalu, ia menatap sang ayah. Hingga Nael langsung menghapus air mata Naura. “Kau mau memaafkan Daddy kan?” tanya Nael.
“Apa Daddy akan menikah dengan Mommy?” Naura malah bertanya hal lain.
“Hmm, Daddy akan menikah dengan Mommy.”