
“Dia anak siapa?” tanya Jordan yang penasaran. Jordan menyipitkan matanya, saat melihat Nael tampak menahan tawa.
“Dia anak Olivia,” jawab Nael. Sejenak, Jordan terdiam saat nama Olivia. Nama itu, seolah tidak asing di telinganya.
“Hah, Olivia!” kali ini, Jordan sedikit mengeraskan suaranya. Awalnya dia tidak terlalu terkejut, saat mendengar nama Olivia. Namun sepersekian detik, ia langsung berteriak karena Ia tidak menyangka jika Joana, adalah anak dari Olivia, yang tak lain adalah mantan Jordan saat kuliah, yang menyelingkuhi Jordan dengan lelaki lain
“Maksudmu Olivia mantan kekasihku?" tanya Jordan.
“Hmm, Olivia mantan kekasihmu!"
“Benarkah dia anak Olivia?” Jordan menatap tidak percaya pada Neel.
“Kenapa? apa kau ingin kembali pada Olivia, dia sudah menjanda sekarang!” ucap Nael lagi membuat Jordan semakin membulatkan matanya.
“Dia sudah berpisah dengan Hansel 5 tahun tahun, dan 5 tahun lalu dia kembali ke Rusia,’ ucap Nael lagi, membuat Jordan menganggukkan kepalanya, pertanda mengerti.
“Lalu kenapa anak itu tampak tertekan tadi?” tanya Nael
“Kau mengerti bukan, bagaimana Olivia!”
“Maksudmu, Olivia masih seperti dulu?” tanya Jordan lagi nael mengangguk.
Olivia adalah mantan Jordan saat kuliah. Sifat Olivia sangat tegas, sedari dulu sifat Olivia sangat penuh ambisi dan tidak pernah mau mengalah pada siapapun. dan sampai sekarang, Olivia tidak berubah dan itu berefek pada Joana dan kakanya.
Olivia mempunyai dua anak perempuan yang tak lain adalah Joana dan Reina. Olivia memaksa semua anak-anaknya untuk menurut padanya, termasuk soal pendidikan. Kakak Joana berhasil mengikuti kemauan Olivia dan, kaka Joana tidak pernah mengeluh dengan kearoganan sang ibu, walaupun ia juga tertekan.
Berbeda dengan Reina, Joana memberontak. Ia tidak mau mengikuti akademik yang dipilih oleh ibunya. Tapi karena tekanan yang di berikan Olivia pada sang Joana, akhirnya Joana menurut, ia mengikuti keinginan sang ibu untuk bersekolah di sekolah pilihan Olivia.
Tapi sayangnya, di situlah semua berawal di mana Olivia terus menekan Joana untuk mendapatkan juara 1 di sekolahnya, Olivia terus menekan Joanna untuk mendapatkan prestasi sama seperti yang dilakukan oleh kaka Joana, karena Olivia ingin semua anaknya terlihat pintar di hadapan semua orang
Tapi sayangnya, Joana, tidak mampu mengabulkan ambisi sang ibu, karena faktanya Joanna malah tidak naik kelas dan malah diam di tempat membuat Olivia murka. Hingga setiap malam, Olivia selalu memaksa Joana untuk belajar dan ketika Joana gagal lagi mendapatkan prestasi, Olivia akan memaksa Joana belajar lebih giat dan bahkan Olivia tidak membiarkan Joana tidur, ia terus memaksa Joana untuk terus belaiar-belajar dah belajar.
Saat Joana benar-benar frustasi dan benar-benar tidak bisa menahan dirinya, ia akan membolos dari sekolah dan setelah membolos ia tidak akan pulang selama berhari-hari, karena takut diomeli oleh ibunya apalagi kata-kata ibunya begitu tajam, walau pun saat ia pulang, ia tidak bisa menghindar dari Omelan dan amukan sang ibu
Sedangkan Hansel, ayah Joana sudah menikah lagi dan mempunyai keluarga baru. Hansel pun juga abai pada Joana dan kakanya karena Hansel sudah memiliki keluarga baru.
Dan satu Minggu ini Joana meningap dimansion Nael, ia kabur dari rumah saat Olivia mengurungnya. Joana di kurung di kamar karena gagal mendapat nilai bagus, itu sebabnya Olivia kabur karena ia sudah tak kuat dengan tekanan sang ibu.
Tadi ia sudah mencoba menelpon sang ayah, dan mengatakan ingin tinggal bersama ayahnya. Tapi, ayahnya malah tidak mengangkat panggilan fari ponselnya. Itu sebabnya, Joana meminjam ponsel Nael untuk menghubungi sang ayah.
Dan lagi-lagi, Joana harus menerima hal pahit, sebab sang ayah menerima panggilan dari nomer Nael tapi tidak menerima panggilan darinya. Dan ketika Joana mengatakan ingin tinggal bersama Hansel, Hansel menolak dengan tegas dengan alasan takut jika Joana tidak bisa beradaptasi dengan keluarganya.
Joana memang terlihat ceria dari luar. Tapi, dia menyimpan sejuta luka. Karena tekanan Olivia. Yang menyakitinya secara verbal. Terkadang, ia selalu ingin menjadi Laura dan Naura, karena Nael dan Gabbi selalu mendukung keputusan Laura dan Naura, berbeda dengannya.
“Apa dia sedang tertekan?” tanya Jordan lagi..Nael mengangguk. Tanpa mendengar jawaban dari Nael secara detail, sepertinya Jordan mengerti dengan apa yang terjadi pada Joana. Sebab Ia mengenal Olivia selama bertahun-tahun dan ia yakin sifat Olivia masih belum berubah.
“Kau tidak akan memberikanku minum? aku tak tamu di sini!” Hardik Jordan membuat Nael tersadar. Nael menekan bel yang ada di meja, hingga beberapa asisten rumah tangga itu pun datang.
Keesokan harinya.
“Joana, apa kau yakin kau ingin pulang?” tanya Gaby pada Joanna.
Joana mengangguk. “hmm, bibi Gabby. Terima kasih sudah menampungku di sini selama satu minggu ini,” ucap Joanna. Ia beralasan akan pulang ke rumahnya. Padahal tidak, ia berencana untuk pergi, walaupun ia tak tahu ke mana. Karena jujur saja, ia takut sang ibu akan menyusulnya kemari dan akan membuat keributan di sini
Ya, sang ibu adalah orang yang sangat arogan. Pernah Joana bersembunyi di hotel dan ibunya menjemput Joana dengan cara yang tidak baik, dan sekarang ia takut ibunya datang dan akan membuat keributan di rumah Gabby.
Ia juga merasa tidak enak pada Nael dan Gabby, karena terus menumpang di rumah mereka. Itu sebabnya Ia memutuskan untuk pergi sebelum ibunya datang. Ia tidak tahu ia akan ke mana, tapi jika untuk kembali lagi pulang ke rumah, ia tidak akan sanggup
Jika ia pulang, Pasti ia akan mendengar Makian yang lebih dahsyat, apalagi ia sudah kabur selama satu Minggu ini.
“Ya sudah. Supir bibi akan mengantarmu pulang!”
“Tidak usah bibi, aku akan menaiki taksi sajaa,” balas Joana dengan cepat.
“Kau punya uang?” tanya Gaby
“bibi bolehkah aku meminjam uang sedikit saja padamu untuk menaiki taksi. Aku lupa mengambil uang di atm-ku!” dusta Joanna. Padahal, Ia tidak ingin sang ibu melacak keberadaannya. Karena jika ia mengambil uang dari atm-nya, pasti sang ibu akan tahu dia berada di mana.
“Tunggu sebentar, bibi akan mengambil dompet!” Tak lama, Gabby pun kembali, kemudian menyerahkan uang pada Joanna
“Bibi, ini banyak sekali!” pekik Joanna ketika Gabby menyerahkan beberapa lembar uang dengan nominal yang banyak.
“Ambillah!” kata Gaby lagi.
“Kalau begitu terima kasih bibi, salamkan pada Paman Nael dan katakan pada Laura dan Naura aku pergi,” ucap Joana karena memang Laura dan Naura sedang mengikuti les balet, tentu saja bersama sheina.
•••
Waktu menunjukkan pukul 8 malam, Joana masih terdiam di sisi jalan,.ia bingung harus ke mana. Ia bisa saja pergi ke hotel dengan uang pemberian Gabby. Tapi ia dihantui ketakutan dan rasanya, Ia pun tidak tenang jika berdiam diri di hotel. Haruskah dia pulang dan menerima hukuman dari sang ibu.
•••
Jordan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, beberapa kali iya menghela nafas karena rasa lelah menderanya, apalagi pekerjaan di kantornya begitu menumpuk..Tak lama, ia memperlambat laju mobilnya, saat melihat seseorang yang tidak asing yaitu adalah Joanna,.anak dari mantannya sekaligus anak remaja yang menyebalkan di mata Jordan.
Namun tak lama, ia kembali menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang, saat berpikir untuk apa juga dia perduli pada Joana.
Gengs kisah Joana itu banyak di alami di dunia nyata, terkadang ada seorang ibu yang memaksa untuk anaknya seperti ia yang mau, dan juga banyak banget nemu kasus di mana seorang bapa lepasin tanggung jawab setelah punya keluarga barum
Kalian punya kisah buruk apa tentang keluarga, yuks sharing di kolom komentar.
Satu bab dulu ya, ototnya ada perlu