
“Jadi Jordan melakukan kekerasan padamu?” ulang Leticia, Ayana pun mengangguk.
“Puncaknya 1 bulan lalu, saat itu aku mengatakan bahwa putriku bukan darah dagingnya,” jawab Ayana, membuat Leticia terdiam. Matanya membulat saat mendengar ucapan Ayana.
Leticia menggeleng-gelengkan kepalanya, karena tahu Ayana berbohong. “Kau berbohong, Ayana? bagaimana mungkin itu bukan anak Jordan. Bahkan wajahnya saja sangat mirip dengan Jordan,” jawab Leticia. Kali ini, Ayana menunduk.
“ Aku hanya ingin bercerai darinya. Tapi setiap aku ingin bercerai, dia selalu mengancam untuk memisahkan aku dan putriku. Itu sebabnya, Aku mengatakan bahwa dia bukan ayah dari anakku dan dia percaya hingga dia murka dan mengamuk serta menganiayaku. Baahkan, dia pernah akan membanting tubuh kecil putriku. Tapi beruntung saat itu aku bisa menyelamatkan putriku agar tidak terkena amukan Jordan dan saat itu, aku berhasil kabur. Lalu, melaporkan Jordan ke polisi.”
“Jadi maksudnya saat ini Jordan ditahan?” tanya Leticia, Ayana mengangguk. “Sayangnya dia hanya ditahan satu minggu dan setelah itu Jordan kembali bebas.” Ayana menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. “Dan ternyata setelah bebas, Jordan masih dendam padaku. Dia membangkrutkan perusahaan ayahku, hingga sekarang, ayahku menderita stroke dan ibuku pun pergi entah ke mana. Aku harus mulai lagi dari nol, mengurus putriku dan mengurus ayahku.”
Leticia benar-benar tidak bisa berkata-kata saat mendengar ucapan Ayana, ia tidak menyangka Jordan yang biasanya lemah lembut bisa bersikap demikian.
“Lalu di mana putrimu sekarang?” tanya Leticia. “Aku sekarang tinggal di panti asuhan bersama ayah dan putriku. Aku bekerja di restoran dan setiap aku bekerja ada suster di sana yang mengawasi putriku,” jawab Ayana, ia menghapus sudut matanya, kemudian tersenyum.
“Leticia jangan mengasihiku, ini adalah karma yang harus aku terima dan aku pun lebih baik seperti ini. Aku sadar, harta bukanlah segalanya walaupun kami memang sekarang hidup kekurangan. Tapi rasanya, ini lebih damai dari pada saat aku menjadi istri Jordan..Setidaknya aku tidak akan mendengar lagi teriakan dan setidaknya putriku tumbuh dengan baik karena tidak terus hidup di lingkungan rumah tangga yang tak sehat.”
“ di mana panti asuhan tempatmu tinggal?” tanya Leticia.
Ia bergidik membayanhkan bagaimana jika ia berada di posisi Ayana atau bisa bagaimana jika ia jadi menikah dengan Jordan.
“Apalah kau pernah bertemu lagi dengan Jordan Setelah kalian berpisah?”
Ayana terkekeh kemudian mengangguk. “Sepertinya, Jordan masih marah padaku. beberapa kali aku bertemu dengannya saat bekerja dan setiap aku bertemu dengannya aku selalu dipecat, mungkin Jordan menyuruh bos tempatku bekerja memecatku dan kali ini saat aku menemukan pekerjaan baru, aku selalu memakai masker agar Jordan tidak mengusikku lagi. Aku hanya ingin bekerja untuk memberikan yang terbaik untuk ayah dan anakku ....”
“Ekehmmm.” tiba-tiba seseorang berdehem, menyadarkan Leticia dan Ayana hingga mereka menoleh, ternyata Miko yang berdehem. Mata Leticia membulat saat melihat Miko ada di belakangnya, padahal Ia sama sekali tidak berbicara tentang kepergiannya.
“bagaimana mungkin kau menemukan aku di sini?” tanya Leticia terbata-bata, Miko menggeleng. “Bukankah sudah kubilang panggil aku jika kau sudah selesai?” tanya Miko, membuat Leticia mengigit bibirnya.
saat melihat interaksi Leticia dan Miko yang tampak bahagia, Ayana tersenyum, kemudian ia melihat jam di pergelangan tangannya.
“ Leticia Terima kasih banyak atas waktumu kalau begitu aku permisi.” Setelah mengatakan itu, Ayananpun bangkit dari duduknya, meninggalkan Leticia dan Miko di meja itu.
Yoks bisa yoks 500 komentar.