
Mata Nael dan Mata Gabby saling mengunci, hatinya berdesir pedih ketika Gabby masih berbicara hangat padanya. Padahal, selama 8 tahun ini dia sudah sangat jahat pada Gaby dan kedua putrinya. Tapi lihatlah, Gabby masih berusaha tegar, berbicara dan menatapnya dengan hangat seolah tidak ada yang terjadi.
“Gabby!” Nael hanya mampu memanggil nama Gabby. Ia tidak mampu lagi meneruskan ucapannya, sedangkan Gabby hanya tersenyum pedih. Lalu ia melihat kedua putrinya.
“Nael, sepertinya Laura dan Naura tidak nyaman dengan kedatanganmu. Mungkin kau bisa menemui Laura dan Naura setelah mereka tenang.” Gabby membalas ucapan Nael dengan bibir bergetar.
Bohong jika Gabby tidak sakit dengan kehadiran Nael, nyatanya Gabby bukannya senang. Ia merasakan sakit yang luar biasa hebat di hatinya. Walaupun ia bisa melihat penyesalan di mata Nael. Tapi ia sama sekali tidak tersentuh.
Gabby berusaha untuk tidak memperlihatkan emosinya, karena ia tak ingin menyakiti mental kedua putrinya dengan memperlihatkan amarahnya pada Nael. Itu sebabnya, ia berusaha menenangkan diri dan berusaha untuk bersikap sebaik mungkin
Apalagi di luar sedang ada kedua orang tuanya Nael. Itu sebabnya, ia berusaha meredam emosinya. Padahal, saat ini Gabby ingin berteriak di hadapannya Nael, ia ingin mengamuk pada Nael. Tapi ditengah rasa yang berkecamuk, Gabby masih berusaha untuk menahan semuanya.
“Mommy!” Panggil Naura yang sepertinya masih enggan melihat Nael.
“Nael, kumohon keluarlah!” Gabby berbicara dengan sorot mata penuh ketegasan, membuat Nael tidak berkutik..
Mau tak mau, Nael pun menunduk kemudian ia berlalu pergi dari ruangan kedua putrinya.
Setelah Gabby pergi, Nael menghampiri kedua putrinya. “Mommy apa paman Nael kemari untuk menertawakan kami? apa paman Nael kemari untuk mengejek kami?” tanya Naura.
Biasanya, Naura tidak akan seperti ini. bahkan Naura yang paling selalu bersemangat dibandingkan Laura jika akan bertemu Nael. Tapi kali ini terbalik, kilatan benci terlihat di wajah Naura.
Mungkin Naura mempunyai rasa sakit tersendiri pada Nael, di mana saat di pemakaman Stuard, saat dia merasa tubuhnya lelah saat dia merasa dia tak berdaya dia melihat ke arah Nael berniat meminta tolong pada sang ayah. Namun, Nael mengabaikannya mungkin itulah titik balik perasaan Naura. Bahkan, Nauralah yang pertama kali terpikirkan memanggil Nael Paman, bukan Daddy lagi.
“Mommy, aku tidak mau melihatnya lagi. Aku tidak mau dia ada di sini," kata Naura, sedangkan Gabby langsung melihat arah Laura yang tampak melamun,.Laura tidak bereaksi sedikitpun setelah kehadiran Nael. Gadis kecil itu, seolah tak percaya dengan kehadiran sang ayah.
“Hmmm, Mommy tidak akan membiarkannya masuk,” kata Gabby.
••••
Nael keluar dari ruangan Laura dan Naura dengan hampa. Saat keluar, ia melihat kedua orang tuanya yang sedang duduk di kursi tunggu. Ia menghampiri sang Ibu lalu ia berlutut di hadapan ibunya dan menaruh kepalanya di paha Grisella, lalu menangis sesegukan.
Sedangkan Grisella memalingkan tatapannya kearah lain. Entah kenapa Ia pun belum bisa memaafkan putranya. Selama 8 tahun ini, ia sudah bersabar menghadapi Nael, selama 8 tahun ini ia selalu berusaha untuk membuka hati putranya secara perlahan agar Nael mau menerima, Laura dan dan Naura. Tapi saat cucunya terbaring lemah, rasanya Grisella masih belum bisa memaafkan putranya.
Ia teringat saat dulu, bagaimana sakitnya Ia terkena penyakit dan Greey sama sekali tidak mau mengakui Aurora, Putri pertamanya yang tak lain kakak pertama Nael.
Dulu, Grisella divonis mempunyai penyakit mematikan dan dia menyerah, lalu menitipkan Aurora pada Grey
Tapi ternyata Grey memperlakukan Aurora dengan buruk, bahkan Grey tak mau mengakui Aurora.
Itu sebabnya saat melihat cucunya ia merasa sedang melihat masa lalu.
Scrol gengs