Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Flashback


“Jadi maksudmu kau mencintai Arsen?” tanya Gabriel. “Jadi kau ingin menikah dengan Steve karena ingin memanas-manasinya?" ucap Gabriel lagi, Gisel hanya bisa menunduk, ia tak berani menatap kedua kakaknya


Ya, saat ini Gabriel Gaby sedang berada di Swiss, Karena setelah menerima telepon dari Gisel tentang Gisel yang ingin menikah dengan Steve, secepatnya Gabriel dan Gabby serta keluarga mereka pun terbang ke Swiss.


Dan seperti yang mereka duga, Gisel tidak benar ingin menikah dengan Steve, Gisel malah mengatakan niatnya sebenarnya, bahwa dia hanya memanas-manasi Arsen, karena orang seperti Arsen, bukan untuk diberitahu melainkan untuk disadarkan


“Gissel, tatap kakak,” ucap Gabby yang berada di sebelah Gabriel. Saat ini, Giseel seperti sedang di sidang oleh kedua kakaknya.


Giseel yang masih menunduk, memberanikan diri mengangkat kepalanya, lalu menatap Gabby.


“Kenapa kau bisa berpikir mencintai Arsen. Apa kau tidak berpikir dia siapa, dia mantan kakak iparmu Gisel, dia juga telah ....” Gabby menghentikan ucapannya sejenak, kemudian ia langsung menatap Gisel.


Gisel kembali tertunduk, jujur saja ia ingin menangis ketika menghadapi kedua kakaknya. “Tapi, bukankah dia sudah berubah. Bukankah dia sudah bertobat, lalu apa salahnya jika aku mencintainya dan dia mencintaiku. Hubungan kalian juga ....” Gisel menghentikan ucapannya,.suaranya tenggelam dengan tangisan.


Ini titik rasa takut yang Gisel rasakan, ketika kedua kakaknya tidak merestui hubungannya dan Ia sudah berencana, jika kedua kakaknya tidak merestuinya, ia akan nekad untuk terus bersama Arsen.


melihat Gisel menangis, Gaby dan Gabriel saling tatap, keduanya sama-sama tersenyum.Lalu, Gabriel berpindah ke sisi Gisel, ia mengusap punggung Gisel, hingga tangis Gisel semakin luruh, karena berpikir Gabriel akan melarangnya.


“Kak, aku aku mohon. Selama ini aku tidak pernah meminta apapun, selama ini aku selalu patuh pada kalian dan sekarang izinkan aku untuk bersama Arsen, aku tahu dia manusia yang penuh dosa. Dia juga sangat menyakiti ka Gabby tapi itu semua berlalu. Kak Gabby juga sudah bahagia bersama kak Nael. Bahkan Kak Nael pun dulu juga punya dosa yang sama besarnya. Lalu kenapa kalian tidak mau kesempatan pada Arsen.”


“Kenapa kau mengutukku?” tanya Gisel, ia mencoba menghentikan tangisnya.


”Kau bodoh karena kau tidak mau memperjuangkan cintamu!” sahut Gaby tiba-tiba, kali ini Gisel menatap Gaby dengan dengan bingung .


“Harusnya jika kau mencintai Arsen, dan Arsen juga mencintaimu, kalian harus sama-sama berjuang. Dan kau tidak menyadari perasaanmu lebih cepat,” ucap Gabby membuat mata Gisel membulat.


“Jadi kalian merestui kami?” tanya Gisel, Gabriel mengusap lembut kepala adiknya. “Kami tidak seegois itu Gisel, kami tidak mungkin menghalangi kebahagiaanmu. jika Arsan memang mencintaimu kau juga mencintainya lalu kami bisa apa.”


“Tapi kenapa kau mengirimkan Stev?”


“Karena aku ingin tahu bagaimana cinta Arsen, padamu sebenarnya kami semua sudah menyadari bahwa Arsen mencintaimu dan kami juga sudah mengetahui alasan Arsen idak mau mengejarmu. Dan itu sebabnya aku mengutus Stev untuk menguji dan membuat Arsen sadar tentang perasaannya dan ternyata kau juga berpikir sama dengan kami.”


Seketika itu juga Gisel maju memeluk sang kakak, lalu menangis sejadi-jadinya dipelukan kakaknya rasa lega menghinggapinya. Ya, mungkin di masa lalu Arsen memang penuh dosa, tapi dia sudah menebusnya.


Flashback off.