
Ada apa ini?" tanya Gabby ketika masuk kedalam rumah, ternyata rumahnya sedang di jadikan tempat berkumpul teman-teman Yoshi.
Emosi Gaby, semakin membara, ketika melihat apa yang terjadi di depannya. Seluruh pelayan di rumahnya, diperintahkan oleh Yosha dan teman-temannya, seakan Yosha adalah tuan rumah. Ia benar-benar, tak habis pikir dengan mantan adik iparnya.
Gabby membanting koper di tangannya, membuat semua menoleh kearah Gabby, Yosha membulatkan matanya, ketika melihat Gabby datang.
Ia pikir, Gabby tidak akan datang secepat itu, dan sang kaka lah, yang memberikan izin untuk Yoshi berkumpul di rumah Gabby.
Dan sekarang, Gabby benar-benar murka, pada adik iparnya, atau mantan adik iparnya.
“Ka-kakak,” ucap Yoshi terbata-bata, ketika melihat Gabby menatapnya dengan tatapan tajam.
Gabby maju ke arah Yoshi, kemudian ia mengambil gelas yang ada di yang berisi minuman. Lalu menyiram Yoshi dengan air tersebut.
“Siapa kau? berani berani sekali kau membawa teman-temanmu kemari!” Nada suara Gabby menggeram, ia menatap Yoshi dengan tatapan berapi-api.
Setika semua saling berbisik, membuat Gabby langshung melihat ke arah teman-teman Yoshi.
“Berani sekali kalian menyuruh pelayanku melayani kalian!” kali ini, Gabby, berteriak pada teman-teman Yoshi, karena mereka sudah sangat berlaku seenaknya. Seketika itu juga, mereka ikut tertunduk.
“Kau tidak tahu malu sekali, Yosha. Ini bukan rumahmu,.ini bukan tempatmu dan kau berani mengajak teman-temanmu kemari,.dan berlagak seperti tuan rumah. Apa kau tidak diajarkan sopan santun oleh keluargamu!” kali Gabby kembali berteriak, melampiaskan amarahnya.
Saat teman-temannya akan pergi, karena takut dengan emosi Gabby. Gabby langsung menoleh ke arah mereka. “Jangan ada yang pergi dari.
“Biarkan mereka membereskan ini semua, kalian boleh beristirahat.” Kali ini, Gaby berbicara pada para pelayan. Mereka pun pamit dan pergi ke belakang.
”Ayo, tunggu apalagi, cepat!” Gaby kembali berteriak. Lalu, semua teman-teman Yosha pun membereskan meja-meja dan membereskan semua yang telah mereka pakai di rumah Gaby.
“Kenapa kau masih menunduk? bereskan !” titah Gabby pada Yosha. “Ka-kakak, jangan membuatku malu," ucap Yosha lagi membuat Gabby tertawa.
“Tanpa aku membuat malu, kau sudah sangat memalukan, Yosha. Dasar keluarga benalu!” ucap Gaby dengan sadis membuat mata Yosha membulat.
“Ada apa ini?” tiba-tiba terdengar suara Arsen dari belakang.
“Gaby!” panggil arsen dengan nada terkejut, ia terkejut, saat melihat Gabby ada di depanya.Ia pikir, Gabby akan pergi lama.
“Ada apa?” tanya Arsen setelah menghampiri Gabby dan Yosha.
“lihat kelakuan adikmu. Apa kau tidak mengajarkan sopan-santun, apa kalian akan terus menjadi benalu di hidupku!” geram Gabby membuat Arsen menghela nafas.
Ia harus pintar-pintar mengendalikan emosinya di hadapan Gabby. Tiba-tiba, mata Arsen melihat ke arah leher Gabby yang memerah. kemudian mengerutkan keningnya.
“ Gabby ayo ikut!” titah Arsen saat melihat tanda merah di leher Gabby. Ia menarik tangan Gabby. Namun, Gabby menghempaskannya. Lalu, ia melihat ke arah Yosha. "Dalam waktu 20 menit, jika kau tidak selesai membereskan kekacauan yang kau buat, maka kau akan tahu akibatnya.” Setelah mengatakan itu, Gabby pun berbalik di susul Arsen di belakangny.
Gas komen gengs, ga komen besok up satu bab hahaha