
Tadi pagi, ayahnya masih mengantarkannya ke restoran, dan tadi pagi ayahnya masih tampak ceria karena ayahnya berhasil membujuk Monica untuk pulang ke Rusia. Tapi kenapa sekarang, ayahnya malah datang dengan bersimbahh darahhh.
“Ayah ada apa?” Joanna mengulangi pertanyaannya.
“Ayah menembakk ....” Hansel tidak sanggup lagi meneruskan ucapannya, ia masih belum percaya dengan apa yang ia lakukan.
“Hansel ada apa?” kali ini Jordan yang berbicara, ia langsung bertanya pada Hansel. Jordan langsung terkejut, saat melihat tangan ayah mertuanya bersimbahh darahh. Ia pun langsung menarik tangan Hansel untuk masuk kedalam, hingga Hansel tersadar
Hansel mendudukkan diri di sofa, netranya masih menatap ke depan. Terlihat jelas, bahwa dia begitu shock dengan apa yang dilakukannya.
“A-ayah, baru saja menembakkk istrii ayah,” jawab Hansel dengan bibir bergetar.
“Apa!” Jordan dan Joana sama-sama terkejut, saat mendengar ucapan Hansel. Ya, Hansel baru saja menembakkk istrinyaa, Nauren.
Setahun berlalu, banyak sekali yang terjadi dengan keluarga Hansel di luar negeri, mereka sepertinya tampak tidak terima dengan keputusan Hansel.
Apalagi setelah Hansel pamit, Hansel tidak mengirimi keluarganya pesan, karena ponselnya ditahan oleh Joanna, dan setelah setahun berlalu, akhirnya Nauren menyusul Hansel ke Rusia, ia ingin meminta Hansel untuk pulang, karena mereka membutuhkan Hansel.
Dan tepat tadi saat Hansel selesai mengantar Joana dan berniat untuk membeli bunga untuk Monica. Tiba-tiba Hansel menghentikan laju mobilnya, saat ia tidak sengaja melihat Nauren sedang menyeberang.
Ia bingung kenapa Nauren bisa ada di Rusia. Hingga akhirnya, Hansel memutuskan untuk memarkirkan mobilnya dan mengikuti istrinya sampai ke sebuah restoran.
Hansel mengerutkan keningnya saat Nauren mengobrol dengan seorang lelaki yang sangat ia kenal, lelaki itu adalah temannya, yang merupakan mantan bos istrinya, karena dulu, sebelum Nauren bekerja dengannya, Nauren bekerja dengan temannya terlebih dahulu.
Setelah Nauren duduk, Hansel pun mendudukkan dirinya, di belakang meja yang di tempati oleh Ferdi dan istrinya. Belum cukup keterkejutan Hansel karena kehadiran Nauren.
Hansel juga di buat terkejut saat Ferdi yang tak lain temannya dan juga mantan bos Nauren mengatakan hal yang sangat tidak terduga, di mana Ferdi menanyakan kabar kedua putra-putrinya, dan yang membuat Hansel hancur, ia harus mendengar Ferdi menyebutkan bahwa Stella dan Romeo adalah anaknya.
Otak Hansel kosong seketika, ia tidak mampu mencerna apa yang terjadi dan ia tidak bisa menerima fakta bahwa anaknya yang selama ini ia sayangi sepenuh hatinya, bukan darah dagingnya melainkan darah daging orang lain, yang tak lain adalah anak Ferdi.
Ya, sebenarnya kedua anak yang selama ini di asuh Hansel, bukan darah daging Hansel, Stella dan Romeo bukan anak Hansel, melainkan anak Ferdi. Karena dulu, sebelum Nauren menjadi sekretaris Hansel, Nauren sudah hamil anak Ferdi.
Keduanya menjalin hubungan terlarang, hingga Nauren hamil. Namun saat itu, Ferdi tidak bisa bertanggung jawab, karena dia sudah memiliki istri dan istrinya yang kaya bukan Ferdi. Hingga akhirnya, mau tak mau Ferdi memecat Nauren dan Nauren bekerja bersama Hansel.
Awalnya Hansel begitu dingin pada Nauren. Namun, Nauren berusaha menggoda bosnya. Dan ternyata, godaannya berhasil, Hansel tergoda padanya dan yang membuat Nauren senang Hansel tidak curiga, bahwa ia sedang mengandung.
Dan sebulan setelah mereka menjalin hubungan, barulah Nauren mengatakan bahwa ia sedang mengandung dan mengatakan itu anak Hansel. Tentu saja Hansel percaya, karena saat itu ia begitu menggebu-gebu pada Nauren. Namun sayang, ia tidak tahu bahwa Nauren bukan mengandung anaknya, melainkan mengandung anak Ferdi.
Dan setelah bertahun-tahun lamanya, Ferdi kembali menghubungi lagi Nauren dan meminta untuk bertemu , bertepatan itu juga Nauren sedang berada di Rusia, untuk menyusul Hansel. Hingga Nauren menyetujui ajakan Ferdi untuk bertemu dan sekarang, semuanya terbuka, Hansel mendengar semuanya
Hansel hanya bisa diam saat mendengar percakapan antara Nauren dan Ferdi. Ia tidak mampu berpikir jernih. Hingga saat Nauren bangkit, barulah Hansel ikut bangkit dari duduknya dan menghadang langkah Nauren.
Terkejut, tentu saja. Ia tidak menyangka Hansel akan memergokinya di sini, tanpa basa-basi Hansel langsung menarik tangan Nauren, kemudian berjalan ke arah mobilnya. Lalu setelah itu, ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang super penuh.
Beberapa kali, Nauren berteriak menyuruh Hansel untuk menghentikan laju mobilnya, karena ia takut Hansel nekat dan menabrakkan mobilnya pada mobil lain. Tapi Hansel tidak menggubris, ia malah membawa Nauren ke tempat yang sangat sepi.
Dan setelah itu, Hansel gelap mata, ia menarik pistoll dari dashboard kemudian menembakk kepalaa Nauren, bukan hanya kepala saja, Hansel juga menembakk dada Nauren, ia melepaskann peluruu beberapaa kalii pada istrinya hingga Nauren menghembuskan nafas terakhir.
Setelah menembak istrinya, Hansel menyandarkan kepalanya ke setir kemudi, matanya menatap Nauren yang sudah tidak bernyawaa dan bersimbahh darahh.
Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Hansel saat melihat Nauren, ini menyakitkan untuknya. Penyesalannya berkali-kali lipat, ia menyia-nyiakan Olivia dan kedua putrinya hanya untuk mengurus Nauren dan anak-anak yang bukan darah dagingnya, sedangkan ia mengabaikan Joanna dan Monica yang merupakan darah dagingnya sendiri
Tak terasa Hansel sudah berada di posisinya selama 7 jam dan selama 7 jam pula, Hansel hanya terus menatap tubuh Nauren yang sudah tak bernyawaa. Dan setelah 7 jam berlalu, pada akhirnya Hansel mengemudikan mobilnya untuk pergi ke rumah Joanna, ia terlalu kalut hingga ia hanya memikirkan putrinya.
•••
Jordan dan Joanna membulatkan matanya, saat mendengar ucapan Hansel. “Ayah, kenapa ayah melakukan itu ?” tanya Joanna, ia memekik dan hampir saja berteriak di depan Hansel.
“Di mana sekarang istrimu itu?” tanya Jordan.
“Dia ada di mobil,” jawab Hansel dengan bibir bergetar, tatapannya masih menatap kosong ke depan.
Jordan segera bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung mengambil ponsel di kamarnya. Untuk menelpon anak buahnya, dan menyuruh anak buahnya untuk Nauren, ia tidak mungkin membiarkan Hansel ditahan, karena ia yakin ayah mertuanya mempunyai alasan melakukan hal tersebut.
6 tahun kemudian.
Ini sudah 6 tahun berlalu semenjak kejadian Hansel dan Nauren, dan setelah itu Hansel mengalami depresi. Ia bukan terpukul karena telah melakukan itu pada Nauren, ia sama sekali tidak menyesal telah melakukan itu pada Nauren.
Yang membuat ia terpukul adalah ketika mengetahui yang sebenarnya, hingga penyesalan itu kembali menubruknya, ia menyesal telah mengkhianati Olivia, mengurus anak orang lain tapi ia mengabaikan anaknya sendiri
Dan tepat ketika Hansel mengalami depresi, Olivia keluar dari rumah sakit jiwa dan ketika Olivia keluar dari rumah sakit jiwa, ia langsung mendatangi Joanna, tentu saja Jordan menjadi perantara ibu dan anak tersebut.
Dan akhirnya, pertemuan itu begitu mengharu biru. Olivia meminta maaf atas dosanya pada Joana, dan tentu saja Joanna yang berbesar hati memaafkan sang ibu.
Pada akhirnya Jordan menyarankan Olivia dan Hansel untuk tinggal di pulau pribadi miliknya, ia rasa kedua mertuanya butuh waktu untuk berdua. Tak lupa, Jordan mengirimkan dokter dan semua tim dokter untuk mengawasi Hansel dan Olivia.
Dan sudah 6 tahun berlalu, kondisi Hansel sudah membaik, tentu saja itu berkat dukungan dan ketulusan Olivia, Hansel tidak pernah lagi mengamuk seperti dulu, ia hanya akan berteriak ketika Olivia tidak disampingnya atau ia tidak melihat Olivia di depannya. Sejatinya, kedua sejoli itu seperti kembali pada masa lalu. Olivia dengan ketulusannya dan Hansel dengan penyesalannya.
•••
Waktu menunjukkan pukul 06.00 sore, Alexa terus mondar-mandir di depan pintu, menunggu kedatangan sang ayah.
“Alexa untuk apa kau di sana, ayo masuk, Daddy tidak akan pulang sekarang!” kata Joanna. Alexa menatap ibunya dengan kesal.
“Sudah aku bilang, Daddy pasti akan pulang!" balas anak kecil itu. Alexa yang kini berumur 6 tahun begitu gelisah, saat Jordan belum tiba di rumah mereka.
Anak kecil itu begitu lengket pada sang ayah, bahkan ia tidak memperbolehkan ayahnya pergi. Namun tadi siang, Jordan harus pergi bersama Nael untuk melihat kondisi arsen yang sedang drop di rumah sakit, karena mengetahui hal menyakitkan tentang Seina.
Joana mengurut keningnya, ini sudah 1 jam putrinya berada pintu dan, dia tidak mengerti sampai kapan putrinya akan berdiri di sana.
“ Alexa ayo masuk, jangan berdiri lagi di sana?”
“Tidak mau Mommy, sudah kubilang aku ingin menunggu Daddy,” ucapnya lagi dengan Kekeh. Joana tidak punya pilihan lain, ia langsung menelepon Moa
“Hallo, moa kau di mana sayang?” tanya Joanna.
Saat mendengar nama Moa disebutkan, Alexa langsung mengintip, ia refleks memegang pipinya..
“Oh tidak, pipiku akan dicubitt lagi olehnya." ucap Alexa.
“Oh kau akan ke sini, baiklah Mommy menunggumu di sini!” kata Joanna.
Saat mendengar Moa akan kemari, Alexa langsung kabur ke dalam kamar. Sebab, jika kakaknya datang Moa selalu mencubitt pipi Alexa karena begitu gemas dengan adiknya. Di mata Moa, Alexa begitu lucu hingga setiap Moa datang ke rumah, Moa langsung menguyel-nguyel adiknya, hingga Alexa ketakutan
Setelah Alexa pergi, Joana langsung menghubungi suaminya, ia ingin bertanya bagaimana keadaan Arsen. Namun suaminya tidak mengangkat panggilannya.
10 menit kemudian pintu terbuka, Joana pikir itu adalah suaminya tapi ternyata Juana salah, yang datang adalah Moa
“Moa kau sudah makan?" tanya Joanna. Moa yang baru saja pulang sekolah, langsung melemparr tasnya kemudian ia langsung menghampiri Joanna yang sedang duduk di sofa. Lalu ia merebahkan kepalanya di pangkuan Joana.
“Mommy, mana Daddy?” tanya gadis itu yang kini menginjak 16 tahun.
“Daddy sedang pergi, kenapa hmm?” tanya Joana lagi
“Mommy, apakah aku boleh pergi ke Bali bersama teman-temanku? apa menurutmu Daddy akan mengizinkannya?” tanya Moa.
“Apa Daddy Raymond dan Mommy Ayana mengijinkanmuu pergi?”
“Mereka mengijinkanku pergi. Tapi aku juga harus meminta izin pada Mommy dan Daddy,” balas Moa
“Kau nanti bisa bertanya pada Daddy.”
Sebelum Moa menjawab lagi, pintu kembali terbuka. Jordan masuk dengan lesu. “Dad!" panggil Joanna, hingga Moa pun langsung bangkit dari duduknya.
Jordan yang sedang berwajah murung langsung mengembangkan senyumnya saat melihat Moa, ia langsung mendudukkan diri di sebelah Moa, hingga kini Moa uduk di tengah-tengah kedua orang tuanya.
“Kau kemari sendiri?" tanya Jordan seraya mengusap rambut Moa.
Moa mengangguk. “Daddy, bolehkah aku meminta ...” Tiba-tiba Joana menggenggam tangan Moa, mengisyaratkan agar Moa berhenti bicara.
“Biar Mommy yang berbicara pada Daddy," kata Joana, sebab dari wajah Jordan, ia bisa mengetahui bahwa suaminya sedang memikirkan hal yang berat. Moa menatap Joana, lalu menganggukkan kepalanya , ia pun memutuskan untuk menyusul adiknya ke kamar.
Setelah Moa pergi, Joanna langsung mendekat arah Jordan. Lalu ia menggenggam tangan suaminya. “Bagaimana keadaan Paman Arsen, Dad?” tanya Joanna, Jordan tampak terdiam lalu menggeleng.
“Kondisinya masih belum stabil!" balas Jordan.
“Bagaimana dengan Seina, apa Seina belum ditemukan sampai saat ini?” tanya Joana, Jordan menggeleng lagi.
“Kami masih kehilangan jejaknya.”
Joana terdiam, matanya menatap ke arah depan selama 6 tahun ini, banyak sekali yang terjadi dengan apalagi saat Seina .....
Part Hansel Olivia nanti ya. Ga komen sampe 500 kita ga friend haha. Novel Seina udah ada ya, cek aja kolom komentar