
Jantung Naura berdetak dua kali lebih cepat saat mendengar suara yang ada di telepon tersebut. Suara desahann yang sangat ia kenal adalah suara desahannn suaminya.
Nafas Naura terasa tercekat saat mendengar suara itu, ia bahkan menjatuhkan ponselnya ke bawah karena begitu terkejut dengan apa yang ia dengar. Nafas Naura menjadi tidak beraturan..
Tiba-tiba, wanita itu terpikirkan sesuatu.
Tunggu, bukannya suaminya mengatakan bahwa tidak pernah tidur bersama, lalu Kenapa ada suara ini di ponsel yang menelponnya..
Rupanya, Nauder pernah akan khilaf dan Hampir saja tidur bersama Anesa. Namun dia langsung tersadar. Sayangnya, tanpa sepengetahuan Nauder, Anesa merekam semuanya dan ketika ia dipecat oleh Nauder, ia menelpon Naura dan memperdengarkan suara tersebut.
Setelah lama terdiam, Naura berjongkok. Dengan tangan gemetar, dia mengambil ponselnya. Masih terdengar suara ******* suaminya hingga Naura lansung mendekatkan ponselnya pada telinga dan bertanya. “Apa kau sekretaris Nuader?” tanya Naura, bibirnya bergetar. Naamun ia berusaha untuk berbicara senormal mungkin.
Terdengar suara tawa di seberang sana, membuat hati Naura kian pedih. Dengan cepat Naura pun langsung mematikan panggilannya dan langsung memblokir nomor Anesa.
Tubuh Naura ambruk, rasa sakit yang ia rasakan bertubi-tubi saat mendengar suara suaminya, ia benar-benar tidak bisa memaafkan Nauder. mungkin Naura pun berbohong. Tapi Naura berbohong demi kebaikan dan mempertahankan Nauder, tapi malah ini yang dia dapat.
“Mommy!” tiba-tiba terdengar suara Ameera, hingga Naura langsung tersadar..Lalu setelah itu Naura pun bangkit dan berjalan ke arah Ameera.
“ Mommy kenapa kau menangis?” tanya Ameera.
“Tidak apa-apa, Mommy tidak apa-apa.” Naura mau ngajak Ameera kembali untuk berbaring, lalu memeluk putrinya ia mengelus punggung Ameera.
“ Ameera, Kenapa kita harus seperti ini,” ucap Naura di dalam hati. Beban yang Naura tanggung benar-benar luar biasa, dari mulai awal mereka menikah sampai detik ini. Awal mereka menikah dia harus menanggung beban karena kelakuan Alvaro, dan Sekarang putrinya yang mengalami autoimun belum lagi dia harus menerima pengkhianatan Nauder.
••••
Saat mendengar suara Naura yang bertanya tentang dirinya dan setelah Naura mematikan panggilannya, Anesa langsung menelepon seseorang.
“Ia, nyonya. Saya sudah melakukan perintah anda,” ucap Anesa pada ibu nauder. Dan ternyata dalang dari semua ini adalah wanita paruh baya itu.
Dia sengaja menyuruh Anesa untuk mendekati Nauder, agar Nauder bercerai dengan Naura dan Ibu Nauder lah yang mengatakan semua kesukaan Nauder pada Anesa. Hingga Anesa bisa membuat Nauder nyaman, karena Anesa tahu apa saja kebiasaan lelaki itu.
Ibu Nauder mendadak tidak menyukai Naura setelah perusahaan keluarga Naura tidak memperpanjang lagi perluasan lahan di luar negeri. Tapi Ibu nauder tidak berani meminta Nauder untuk bercerai dengan Naura karena yakin putranya pasti akan meradang, itu sebabnya ia sengaja menyuruh Anesa untuk masuk ke dalam perusahaa Nauder, dia juga memberitahu hal yang biasanya Naura lakukan untuk Nauder dan sekarang tujuan Ibu nauder sudah tercapai.
***
Nauder menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, antara was-was takut dan sedikit lega, ia was-was karena takut Naura akan tetap pergi namun di sisi lain Ia juga lega saat Naura mengatakan Naura akan memberi kesempatan padanya.
Saat ia ada di depan unit apartemen miliknya, Nauder mengerutkan keningnya saat pintu apartemen sedikit terbuka, tidak ada yang pernah masuk ke dalam apartemennya selain ia dan Naura. Secepat kilat, dia pun langsung masuk ke dalam dan dia pun langsung berlari ke arah dalam.
Nauder terdiam saat ada seorang wanita yang sedang menonton di depan televisinya. “Siapa Kau!” teriak Nauder, tak lama matanya membulat saat melihat siapa wanita itu yang tak lain Anesa.
“Kenapa kau ada di apartemenku!” teriak Nauderr lagi ketika dia melihat Anesa berada di apartemennya. Tentu saja itu perintah dari Nauder.
Anesa sudah dibayar mahal oleh ibu Nauder. Hingga ia mematuhi setiap ucapan wanita paruh baya itu, termasuk sekarang, walaupun takut, tapi dia nekad masuk ke apartemen Nauder.
Anesa bangkit dari duduknya, mata Nauder membulat saat melihat Anesa memakai pakaian yang sangat seksi. Namun lagi-lagi bukannya tergoda, Nauder malah menatap jijik pada wanita di depannya ini.
Secepat kilat, Nauder pun langsung berjalan menghampiri Anesa. Lalu setelah itu menarik tangan wanita itu.
“Lepaskan aku, Tuan. Lepaskan aku!” Anesa berusaha untuk melepaskan tangannya dari genggaman Nauder, walau bagaimanapun ia masih memakai pakaian seksi dan tidak mungkin iya keluar dari apartemen Nauder dengan keadaan seperti ini.
Namun Nauder seolah tidak peduli, Ia terus berjalan ke arah pintu menyeret wanita ini dan setelah sampai di pintu, Nauder menghempaskan tubuh Anesa, hingga tubuh Anesa terjatuh ke lantai.
“Jika kau bermain-main lagi denganku, akan ku pastikan kau hanya akan tinggal nama.” Nauder memberikan ultimatum keras, ia menatap Anesa dengan tatapan yang membara. Setelah itu, Nauder membanting pintu kemudian kembali masuk ke dalam.
satu minggu kemudian
Naura mematut diri cermin, ia sudah sangat rapi dan sudah sangat terlihat cantik. Hari ini Ia memutuskan untuk bertemu Nauder.
Selama seminggu ini, Naura sudah memikirkan semuanya.
Naura tetap kembali pada tujuan awalnya, ia tetap ingin bercerai dari Nauder. Bahkan dua hari lalu tanpa sepengetahuan suaminya, Naura sudah memasukkan gugatan cerai dan dia pun akan jujur pada Nauder, tentang semuanya dan juga tentang Ameera.
Setelah memutuskan untuk bercerai dan setelah memutuskan untuk jujur, hati Naura benar-benar terasa lega hingga Naura yakin ini adalah keputusan terbaik dan hari ini Naura ingin menemui Nauder dan ingin mengajak Nauder makan siang bersama untuk yang terakhir kalinya. Anggap saja ini sebagai hadiah perpisahan untuk Nauder.Setelah siap, Naura pun keluar dari kamar, beruntung Ameera sedang dibawa jalan-jalan oleh kedua orang tuanya.
Setelah Naura berdiam diri di depan perusahaan suaminya, Naura menghela nafas beberapa kali, kemudian Ia pun langsung masuk ke dalam.
Saat saat berada di lantai ruangan Nauder, Naura terdiam, tidak ada orang di meja sekretaris dan Naura pun langsung melanjutkan langkahnya ke ruangan Nauder.
Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk Naura pun langsung membuka pintu. Jantung Nauder berdetak dua kali lebih cepat saat melihat Siapa yang masuk ke dalam ruangannya, ternyata itu adalah istrinya. Yang membuat Nauder terpana, adalah tampilan Nauder yang begitu cantik, dengan rambut yang digerai.
“Naura,” ucap Nauder. Lagi-lagi, Nauder terpana saat melihat senyuman Naura, tanpa dia sadari mungkin itu senyuman terakhir istrinya.