
“Kenapa dia ada di sini.” Nael bertanya-tanya dalam hati, ketika melihat ada Arsen, karena ia sama sekali tidak tahu, bahwa Arsen adalah direktur utama di firma hukum tersebut.
“Kau ingin bertemu dengan siapa?” tanya Gaby, menyadarkan Nael dari lamunannya, seketika Nael melihat kearah Gaby. Ia semakin terkejut ketika Gabby, wanita yang menurut Nael sangat menyebalkan ada di sini.
Sekarang, ia sungguh bingung dengan apa yang terjadi, ditambah lagi ia melihat ada seorang wanita yang berlutut. Nael menggeleng-gelengkan kepalanya, memangnya apa juga urusannya, begitulah pikirnya.
“Aku ingin bertemu dengan direktur utama disini?”jawab Nael.
“Aku direktur utama di sini, ada apa?” Arsen menjawab ucapan Nael dengan kesal, membuat Nael berdecak sinis.
“Adikku sebentar lagi kemari, dia adalah direktur utama di sini,” jawab Gaby menyala ucapan Arsen yang terlihat akan membuka mulutnya lagi.
Seketika Arsen langsung melihat ke arah Gaby. “Gabby!” panggil Arsen, nadanya terdengar seperti menggeram.
”Kau mau menunggu, atau ingin berkonsultasi denganku?” tanya Gabby pada Nael. Nael melihat jam di pergelangan tangannya, kemudian ia melihat pada Gabby.
“Aku tidak punya waktu banyak, bisakah kita berbicara sekarang?” tanya Nael lagi, Arsen benar-benar tak habis pikir, dengan apa yang dilakukan istrinya. Ia menutup pintu dengan keras membut Nael terperanjat kaget.
“Apa-apaan kau, kenapa kau mengusik wewenangku aku direktur utama di sini!”
“Itu sudah tidak berlaku, semenjak kemarin malam. Posisimu sudah digantikan oleh Gisel. Jadi sekarang, minggir. Kau dipecat dari firma hukum ini! seperti kataku, kau harus mencari pekerjaan dari firma hukum yang lain.” Gabby berucap dengan tegas, tak ada rasa gentar di nada suaranya.
“Kalian keluar dari ruanganku!” titah Gabby pada Yosha dan Kristine. Kristine meremas kedua tangannya, kemudian menatap Gabby.
” Aku tidak akan pergi sebelum Anda kembalikan uang yang ada di rekeningku,” ucap Kristine dengan terbata-bata, bahkan terlihat jelas bibirnya bergetar ketika berbicara.
Ia nekat menjawab ucapan Gabby, agar Gabby mengembalikan uang yang ada di rekeningnya.
Gabby tertawa, kemudian berdecak sinis. “Jika kau mau uang, maka bekerjalah yang benar. Selama ini, uang yang kau terima adalah uangku. Jadi kau tidak berhak untuk meminta itu. Kau mau pergi dari sini, atau aku permalukan depan umum.” Tubuh Kristine menegang ketika mendengar ucapan Gabby. Ia tau, wanita di depannya ini, tak pernah bercanda soal apa pun. Jika ia menolal, sudah pasti ia akan di permalukan, Seketika itu, ia langsung bangkit dari berlututnya.
“Kalian keluar, kecuali kau Arsen! kau tetap disini!” titah Gabby lagi, Kristin pun keluar dari ruangan Arsen, disusul Yoshi yang juga ikut keluar.
kini, setelah itu Nael masuk ke dalam ruangan. Dan mengikuti langkah Gabby yang berjalan ke arah sofa, di susul Arsen di belakangnya.
“Silakan duduk!” titah Gabby, pada Nael, Nael pun duduk begitupun Arsen yang ikut duduk, hingga kini mereka sama-sama terduduk dengan posisi yang saling berjauhan.
“Mungkin kita tidak perlu berkenalan lagi, kau sudah tahu aku sebelumnya,” ucap Gabby pada Nael, membuat Arsen langsung menolehkan wajahnya ke arah Gabby. Arsen bertanya-tanya, ketika mendengar ucapan Gabby. Bagaimana mungkin, istrinya bisa mengenal lelaki yang Arsen benci.
Gas komen gengs.