
Untaian demi untaian kata yang diucapkan oleh Gabby tentang Arsen dan keluarganya, bagai alunan yang menyakitkan bagi Gabriel, hingga wajahnya tiba-tiba memerah.
darah seakan menyentuh titik nadi terdalam Gabriel, emosi Gabriel terbakar hebat ketika mendengar apa yang dilakukan oleh Arsen pada Gabby .
Rahang Gabriel mengeras, urat-urat kasar tercetak jelas di lehernya, pertanda emosi Gabriel sudah sangat membara. “Gabby, apa itu benar, apa dia menghianatimu?” tanya Gabriel memastikan dengan nada yang berapi-api. Tatapan matanya, begitu membara. Rasanya, ia ingin menghancurkan Arsen sekarang juga.
Gabby memejamkan matanya, saat melihat ekspresi Gabriel. Ia sudah menduga bahwa kakaknya akan seperti ini.
“Gabriel, kau sudah janji kau tidak akan memberitahukan pada Mommy dan Daddy,” ucap Gaby lagi. Gabriel melepaskan tangan Gabby, kemudian merogoh saku lalu mengambil ponselnya.
“ Di mana kau?” tanya Gabriel ketika menelpon Arsen. Setelah mengetahui lokasi Arsen, Gabriel bangkit dari duduknya, membuat Gabby di landa kepanikan.
“Gabriel, kau mau kemana?” tanya Gabby.
“Ini urusanku dengan lelaki itu, akan menelepon nanti dan jangan ikuti aku!” ucap Gabriel, kemudian ia berbalik. Lalu berjalan dengan langkah yang lebar. Emosi sudah berada di ubun-ubun, Gabriel ingin sekali meremukan tubuh Arsen sekarang.
“Seharusnya aku tidak usah memberitahunya,” ucap Gaby ketika melihat Gabriel berjalan. Setelah Gabriel pergi, Gabby langsung mengambil tasnya kembali, kemudian ia langsung pergi mengikuti saudari kembarnya. Ia tak ingin terjadi apa-apa dengan Gabriel. Karena ia takut, Arsen akan menjadi playing victim dan membuat Gabriel dalam masalah.
Saat sampai di basement, Gabby tidak melihat siapapun Gabriel sudah pergi dengan mobilnya. “Nona, ada apa?” tanya sopir yang tadi mengantar dan menjemput Gabby.
Setelah itu, Gabby pun masuk ke dalam mobil, kemudian menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sedikit kencang, agar bisa mengejar mobil Gabriel dan tak lama, setelah ia keluar, akhirnya ia melihat mobil saudara kembarnya akan menyebrang. Ia pun dengan cepat mengikuti mobil Gabriel.
Wajah Gabby begitu pucat, saat melihat Gabriel mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat penuh. Bahkan, beberapa kali mobil Gabriel akan ditabrak dan Gabriel akan menabrak mobil lain karena Gabriel mengemudi dengan ugal-ugalan. Gabby mengerti, mungkin emosi Gabriel sedang tak terkendali.
Gabby menghela nafas lega ketika mobil Gabriel ternyata menuju ke rumahnya dan, ternyata Arsen juga sudah pulang. Beruntung Gabriel menemui Arsen di rumah. Jika tidak, mungkin Gabriel akan menghajar Arsen di luar dan itu akan menjadi konsumsi publik.
Setelah sampai, Gabriel turun dari mobil. Kemudian ia membanting pintu, lalu berlari dan masuk ke dalam, begitupun Gabby yang ikut masuk ke dalam mengikuti langkah Gabriel
Gabriel mendobrak pintu, membuat Gabby yang ada di belakang tubuh Gabriel terperanjat kaget. Lalu, ia langsung berjalan ke arah lift untuk naik ke kamar.
Saat ia sudah turun dan menuju ke kamar Gabby, bersamaan itu juga Arsen keluar dari kamarnya.
“Gabriel, ada a ....” ucapan Arsen terputus ketika Gabriel menendang dadanya, seketika itu juga Arsen langsung terhuyung kebelakang.
Gabriel menyeringai, saat Arsen akan terjatuh dan Gabriel langsung berlari, kemudian menerjang tubuh Arsen lalu menghajar Arsen secara membabi buta.
Scrool gengs.