Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Penjelasan


Mendengar pertanyaan Gabby tentang ia yang tidak mau menikah. Nael tampak terdiam, ia mencoba mengingat-ingat alasan kenapa ia tidak mau menikah. Padahal, saat itu banyak sekali yang mendekatinya. Hanya saja hasrat menikah itu tiba-tiba hilang, ketika ia memiliki anak.


Walaupun saat itu ia tidak mengakui Laura dan Naura. Tapi rasanya, ia malas untuk menikah. Mungkin waktunya hanya dihabiskan untuk membenci kedua putrinya. Hingga ia tidak ingin memikirkan pernikahan.


“Nael!” panggil Gabby karena Nael tidak kunjung menjawab ucapannya. Nael tersadar, kemudian menatap ia menatap Gabby.


“Aku tidak tahu, kenapa saat itu aku enggan menikah, yang pasti saat kelahiran Laura dan Naura dan saat Daddy terus memaksaku untuk bertanggung jawab pada Laura dan Naura, hasrat untuk menikah itu hilang. Saat itu memikirkan Laura dan Naura saja rasanya membutku gila. Jadi aku berpikir, lebih baik sendiri, kau tahu ....” Nael menjeda ucapannya, saat melihat wajah Gabby yang berubah sendu.


“Itulah kebodohanku dulu, aku terlalu sibuk membenci kedua Putriku, membenci Laura dan Naura. Hiingga rasanya aku berpikir Laura dan Naura saja sudah membuatku pusing. Lalu bagaimana dengan jika aku menikah, Bagaimana jika istriku meminta anak. Padahal jelas-jelas aku ingin hidup tanpa anak.” Lagi-lagi, Nael menjeda sejenak ucapannya, kemudian menatap Gabby. Ia tau, Gabby terluka dengan ucapannya.


Ia menggenggam tangan Gabby, kemudian mengecupnya. “Gabby itu semua hanya masa lalu. Sekarang aku sudah punya sangat menyayangi Laura dan Naura, aku juga sangat mencintaimu!” kata Nael.


“Kenapa kau sangat tidak suka anak kecil, hingga kau membenci Laura dan Naura?” tanya Gabby, dengan wajah yang sendu, hatinya berdesir pedih karena ini mengingatkannya pada masa lalu.


”Entahlah aku tidak tahu, bahkan dulu aku hampir mencekik Leticia ketika Letisia bayi,” balas Nael, membuat mata Gabby membulat.


Ya, mungkin Nael sedikit trauma, karena dulu Grisela dan Grey merahasiakan tentang kehamilan grisella yang saat itu sedang mengandung Letisia, dan Jujur saja, Nael dan Aurora baru mengetahui mereka mempunyai adik ketika Grisella sudah melahirkan dan itu mungkin menjadi shock terapi bagi Nael dan Aurora.


Mungkin Aurora sudah sedikit dewasa Ia juga sudah bisa menerima Leticia. Tapi berbeda dengan Nael, ia yang sedari awal tidak menyukai anak kecil karena menurutnya berisik dan menyebalkan, harus menerima kehadiran adiknya yang tiba-tiba dan itu menjadi sebuah trauma terberat bagi Nael. Mungkin terkesan sepele. Tapi tidak untuk beberapa anak lainnya, termasuk untuk Nael.


“Tunggu, saat itu bukankah kau bilang aku mirip dengan mantanmu. Lalu sekaranga apa kau melihat aku sebagai mantanmu?” tanya Gabby nail menggeleng.


“Aku mencintaimu dan tidak ada bayangan siapapun di dalam dirimu. Aku mencintai Gabby yang seperti ini, Gabby yang cantik, Gabby yang cerewet Gabby yang gengsian, dan juga Gabby yang barbar!” kata Nael, Membuat mata Gaby membulat. Baru saja Gabby akan memukuli Nael dengan bantal, secepat kilat Nael mengambil bantal itu.


“Kau tahu, sebenarnya saat Laura dan Naura berusia 4 tahun Kanaya sudah menjadi janda. Dia bercerai dengan suaminya,ndia sempat mendekatiku lagi. Tapi saat itu, aku sama sekali tidak berpikir untuk meladeninya. Hingga perasaanku padanya terkikis habis dan sejak saat itu aku hanya menyembuhkan diriku dengan pekerjaan pekerjaan pekerjaan.”


Scroll gengs