Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Mengganti pengawal


“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Laura saat melihat Naura sedang berbicara dan membicarakan hal yang tak terduga,


Bagaimana tidak terkejut, ternyata Naura menyimpan rahasia sangat besar.


“Laura!" panggil Naura, Ia tidak menyangka Laura mendengar pembicaraannya ini.


“Ba-Bagaimana mungkin Naura, kau ...” Laura tidak mampu lagi meneruskan ucapannya, ia tidak menyangka ia akan mendengar pembicaraan semacam ini. Bagaimana mungkin Naura menyimpannya semua seorang diri.


“Naura! pikirkan yang aku katakan tadi,” ucap Alvaro, ia pun langsung bangkit dari duduknya meninggalkan Laura dan Naura.


Kini, Laura dan Naura terduduk di kursi berseberangan. Naura masih bingung menjelaskannya dari mana, begitupun Laura yang menunggu Naura untuk berbicara.


“Sekarang katakan apa yang terjadi sebenarnya terjadi,” kata Laura, ia bertanya karena Naura tidak kunjung berbicara.


“Seperti yang kau dengar, aku ....”


“Apa Nauder tahu?” tanya Luara.


Naura menggeleng. “Tidak ada yang tahu," balas Naura dengan bibir bergetar.


“Lalu bagaimana kau bisa menyimpan ini sendirian. Apa kau gila Naura ....” Laura tidak mampu lagi meneruskan ucapannya, ini benar-benar membuatnya tertegun dan sekarang dia bingung harus bagaimana menghadapi permasalahan kembarannya.


“Sekarang aku harus bagaimana Laura? kata Naura. Ia hampir saja menangis di hadapan saudara kembarnya. Padahal selama ini Naura selalu kuat menghadapi apapun


“Jadi sejak awal pernikahan kau ....” Naura menggangguk, Laura menggenggam tangan Naura, kemudian ia langsung tersenyum.


“Tidak apa-apa, kita hadapi semuanya sama-sama.” Walaupun Laura tidak terkait dengan Apa masalah yang dihadapi oleh Naura. Tapi tetap saja, ia harus memberikan semangat pada kembarannya.


“Laura menurutmu aku harus bagaimana?" tanya Naura pada Laura.


“Cepat atau lambat, sudah pasti Semua akan tahu, dan aku pikir dari caramu melihat Alvaro kau sudah tidak membencinya. Apa Semenjak kejadian beberapa tahun lalu perasaanmu berubah pada Nauder maupun pada Alvaro?" tanya Laura. Naura terdiam, ia bingung dengan hatinya sendiri..


Naura menjamak rambutnya ke belakang. “Ah, Entahlah. Kenapa juga aku harus terjebak di antara mereka!” kata Naura.


•••


Laura masuk ke dalam ruangan Andre, kemudian senyumnya yang tadi mengembang perlahan menghilang saat ada seorang wanita yang meeting di ruangan Andre. Padahal itu hanya rekan bisnis biasa.


Saat melihat Laura masuk ke dalam kantor, Andre tersenyum kemudian ia bangkit dari duduknya lalu menjemput Laura.


“Ayo masuk, Sayang," kata Andre yang mengerti Laura sedang cemburu itu sebabnya, ia langsung menjemput Laura ke pintu.


Laura menerima uluran tangan Andre. Lalu semua yang sedang meeting dengan Andre menunduk hormat pada Laura.


“Kau bisa menunggu di kursiku, aku akan melanjutkan meeting!” kata Andre. Laura pun menggangguk.


Andre menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat ia merasa sedang di awasi, ia pun langsung melihat kebelakang dan benar saja, Laura sedang memperhatikannya seraya memegang pulpen, tatapan matanya begitu tajam menatap Andre hingga Andre menelan saliva.


“Kita lanjutkan meeting nanti!” pada akhirnya, Andre memutuskan untuk menunda meeting, suasana sudah tidak kondusif, akan bahaya jika Laura merajuk.


“Kenapa kau menghentikan meeting, apa kalian akan berjanji lagi di belakangku?” tanya Laura Setelah semua rekan bisnis Andre pergi. Lagi-lagi Andre menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Lihatlah, perempuan memang serba salah.


“Apa kau pikir aku berlebihan?” tanya Laura lagi.


“Tidak ... tidak, aku tidak berpikir begitu.”


“Lalu kenapa kamu melamun?” tanya Laura. Andre tersenyum, kemudian menggeser kursi lalu berlutut di hadapan istrinya.


“Kenapa kau masih berpikir aku akan macam-macam Baby?” tanya Andre.


“Ya sudah, aku akan cari rekam bisnis lelaki saja,” jawaban Andre


“Kau marah padaku, karena aku melarangmu?” lagi-lagi Andre tersenyum, menghadapi Laura yang sedang cemburu memang harus dengan kesabaran yang luar biasa.


“Lalu aku harus bagaimana Sayang?” tanya Andre dengan lemah lembut.


“Jangan ada wanita yang masuk keruangan ini selain aku!” kata Laura.


“Baik sayang baik.” Seperti biasa, Andre selalu menjawab Laura dengan lemah lembut.


“Kau dari mana, tumben sekali kau tidak mengabariku kemari?” tanya Andre. Seketika Laura tersadar, ia teringat tentang Naura haruskah dia berbicara pada Andre dengan apa yang terjadi pada Naura.


“Sayang apa kau sedang memikirkan sesuatu?” tanya Andre yang melihat Laura melamun.


“Tidak, aku tidak memikirkan apapun.”


“Kau kenapa sayang. Aku tahu kau sedang memikirkan sesuatu.”


“Ini soal Naura.”


“ Ada apa lagi dengan Naura?” tanya Andre


“Daddy.” Tiba-tiba pintu ruangan Andre terbuka Untung saja Andre dan Laura sedang tidak melakukan apapun, akan bahaya jika Bella masuk tanpa mengetuk pintu.


“Tumben sekali kau pergi ke kantor Daddy?” tanya Andre, Bella mendudukkan dirinya di sofa kemudian ia menyimpan tasnya.


“Ingin saja,” jawabnya. “Daddy, aku ingin ganti pengawal. Jangan pakai Niki lagi.”


“Kenapa? apa kau malu dia menolakmu?” tanya Andre sambil tertawa, kali ini Andre dan Laura sudah duduk di sofa. Andre tidak bisa menghentikan tawanya saat melihat wajah Bella yang menggembung.


“Aku tidak nyaman dengan tingkahnya,” balas Bella.


“Kau tidak nyaman, Apa kau malu karena Kau ditolak oleh Niki?” ucap Andre lagi.


“Tidak Dadddy, sudah kubilang tidak!” jawabnya. Padahal jelas-jelas, ia merasa malu karena ditolak oleh Niki.


“Masih banyak lelaki di dunia ini, untuk apa juga aku merenungi dia.”


“Tapi benar bukan, kau ingin mengganti pengawalan karena ....” ’


“Sudah kubilang. Bukan Ya bukan." Bella tetap tidak terima dikatai oleh sang ayah.


“Daddy ganti saja pengawalku dengan yang lebih tampan dan yang lebih muda!” kata Bela lagi.


“Tidak, Daddy hanya percaya Nicky,” jawabnya


“Tidak mau, sudah bilang aku tidak mau,” ucapnya lagi.


“Jadi, siapa yang ingin kau jadikan pengawal?”


”Daddy jadikan saja Liosa pengawalku.”


“Niky saja yang ramah tidak mau padamu, apalagi Liosa yang seperti kulkas,” ucap Andre. ada satu lagi orang kepercayaan Andre


Namun, dinginnya melebihi kutub utara.


“Lihat saja aku akan membuat gunung es itu mencair.” Bella sesumbar, padahal ia pun tidak yakin dengan ucapannya