
“Seina akan baik-baik saja kan?” tanya Joanna pada suaminya. Jordan menggenggam tangan Joana.
“Kau jangan terlalu banyak berpikir, itu bisa berpengaruh pada anak kita, sayang. Kami pasti akan mencari Seina dan melakukan yang terbaik agar bisa menemukannya," balas Jordan.
Setelah dinikahi Axel 3 tahun silam, ada yang terjadi dengan pernikahan Axel dan Seina. Namun, sayangnya. Itu baru diketahui oleh Arsen saat ia tidak sengaja melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang terjadi dengan Seina
Dan ketika Arsen akan menjemput Seina, Seina sudah tidak ada, hingga Arsen mengalami serangan jantung. Sampai saat ini, mereka tidak tahu Seina ada di mana, Axel benar-benar pintar menutup akses untuk menemukan Seina. Bahkan, ibu Axel yang menjadi dalang juga ikut menghilang.
“Sudah jangan dipikirkan, ayo temani aku makan. Aku lapar,” ucap Jordan. Ia tidak ingin istrinya memikirkan hal yang berat. Apalagi sekarang, Joana sedang mengandung anak keduanya.
•••
Waktu menunjukkan pukul 10.00 malam, Jordan keluar dari ruang kerjanya. Ia melihat moa sedang bermain ponsel di sofa.
“Moa, kau belum tidur?” tanya Jordan. Moa menoleh, kemudian ia menyimpa ponselnya. “Dad, boleh aku berbicara denganmu?” tanya Moa. Jordan mendudukkan dirinya di sebelah Moa, kemudian Moa langsung membaringkan tubuhnya di sofa, lalu merebahkan kepalanya di pangkuan sang ayah.
“Kenapa?” tanya Jordan. Sampai detik ini, Jordan masih kagum saat melihat wajah putrinya yang begitu mirip dengannya. Tidak pernah terbayangkan bahwa ia bisa sedekat ini dengan Moa. Padahal, dulu Moa selalu menghindarinya mati-matian. Tapi semenjak kehadiran Alexa, semuanya berubah. Kehadiran Alexa bagai berkat untuknya.
“Apa aku boleh pergi ke Bali, Dad, bersama teman-temanku?” tanya Moa. Ia ragu-ragu bertanya pada sang ayah. Ia yakin Joanna belum memberitahukan tentang keinginannya. Itu sebabnya Moa langsung berbicara sendiri pada Jordan.
“Kau boleh pergi. Tapi pasti akan ada orang-orang Daddy yang menemanimu dari jauh." Moa mengembangkan senyumnya saat mendapat ijin dari Jordan.
“oke Daddy terima kasih.”
“Kau membutuhkan yang lain, kartu kredit atau semacamnya?” tanya Jordan. Moa menggeleng.
“Tidak Daddy, Daddy Raymond sudah memberikan blackcard padaku,” jawab Moa. Jordan mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Ya, sudah kau istirahat. Jika kau ingin tidur di kamar Alexa, jangan mengganggunya ” Jordan membeli ultimatum pada Moa, sebab jika Moa tidur bersama Alexa, Moa akan menjahili adiknya.
“Baik, Daddy.” Setelah Moa pergi, Jordan langsung bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung berjalan ke arah kamar.
••••
Jordan membuka pintu kamar, ia tersenyum saat melihat Joanna sedang duduk di ranjang sambil memangku laptop.
Jordan mendudukkan diri di sebelah istrinya,.
kemudian ia menarik laptop dari paha Joana.
“Sudah malam, kau tidak boleh terus melihat laptop!” kata Jordan. Ia menyimpan laptop di atas nakas, kemudian ia langsung membaringkan tubuhnya di samping istrinya. Hingga Joana langsung menoleh ke arah Jordan, dan kini posisi mereka saling berhadap-hadapan
“Ada apa, ada yang kau pikirkan?” tanya Jordan yang melihat bahwa istrinya sedang risau.
“Aku hanya terpikirkan Seina, seharusnya saat itu aku menyadari tentang teka-teki yang diucapkan Seina, seandainya aku lebih peka, pasti aku bisa mengetahui kondisi rumah tangganya yang sesungguhnya,” balas Joana.
Karena memang, setelah menikah .... Seina idak pernah mengatakan hal apapun, Ia seperti menutup rapat dengan apa yang terjadi di rumah tangganya. Namun, semuanya membludak setelah Arsen melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Jordan mengelus perut Joana. “Biar kami yang memikirkannya, kau jangan banyak berpikir. Aku tidak ingin anak kita terpengaruh di dalam sini!” kata Jordan, tiba-tiba Joana terpikirkan sesuatu.
“Apa ada yang kau butuhkan?” tanya Jordan, Joana menggeleng
“Belikan aku tanah lagi.”
“Lagi? kau masih ingin membuka restoran saat kau hamil begini!” protes Jordan. Joana mengangguk.
“Satu saja lagi, aku rasa akan sangat menguntungkan jika kita membuka restoran di tepi pantai.”
Jordan menggeleng saat melihat tingkah istrinya, jika orang lain meminta hal yang mewah ataupun barang-barang yang branded, berbeda dengan istrinya. Joanna hanya ingin Jordan terus memberikannya tanah dan bangunan untuk membuka restoran.
“Jordan tampak berpikir, aku akan pikirkan nanti.” Joana berhambur memeluk Jordan. Baru saja mereka akan terlelap. Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari arah luar.
Alexa kembali berteriak membuat Joanna dan Jordan saling tatap. Keduanya, menggeleng dan tak lama, pintu kamar terbuka. Alexa masuk sambil berlari dan memegang pipinya, ia langsung melompat ke pangkuan Jordan.
“Biar Daddy yang menasihati kakakmu,” ucap Jordan. Setelah Alexa tenang, Jordan membaringkan Alexa di dadanya dan satu tangannya dijadikan bantal oleh Joanna, dan mereka pun akhirnya terlelap
malam berganti pagi, Joanna menghela nafas lega saat sudah mengantarkan Jordan dan Alexa hingga ke depan pintu. Hari ini, Jordan terpaksa harus ke kantor, karena ada pekerjaan yang mendadak untuk ditangani, begitupun Alexa yang mengikuti Jordan, sedangkan Moa pun sudah pergi bersekolah, hingga dia seorang diri di rumah.
Joanna masuk ke dalam kemudian ia mengambil ponselnya, ia langsung melakukan panggilan video dengan ayah dan ibunya. “Hai ayah,” ucap Joana. Joana mengertukan keningnya saat melihat Hansel tampak panik
“Ayah ada apa?” tanya Joana.
“Mommymu menghilang. Sebentar, ayah akan mencari Mommymu dan menelponmu lagi!” kata Hansel. Joana menggeleng, ia sama sekali tidak panik melihat Hansel seperti itu, karena ayahnya akan berlaku begitu ketika sang ibu tidak ada di sisi ayahnya.
•••
“Olivia ... Olivia ....”
Hansel berteriak saat Olivia tidak ada di sisinya. Seperti biasa, ia akan langsung panik ketika tidak ada mantan istrinya.
“Hansel kau berisik sekali!" ucap Olivia dari arah gudang makanan, membuat Hansel menghela nafas.
“Kenapa kau pergi tanpa memberitahuku?” tanya Hansel.
“Aku hanya pergi sebentar!” Hansel langsung menghampiri Olivia, kemudian mengambil alih bahan makanan yang sedang di tangan Olivia.
“Kenapa kau tidak menyuruhku untuk mengambil ini,” ucap Hansel. “Aku merasa tidak berguna," jawabnya lagi.
“Memang kau tidak berguna,” jawab Olivia.
“Olivia, kau!” Hansel menghentikan langkahnya lalu menoleh.
“Tidak, maksudku bukan begitu,” jawab Olivia seraya menahan tawa. Saat ini hubungan mereka memang sangat manis, mereka layaknya sahabat. terkadang berdebat atau sama-sama menciptakan momen romantis.
Hansel menaruh bahan makanan yang tadi Olivia bawa di meja, kemudian ia mendudukkan dirinya di kursi pantry dan Olivia langsung masuk ke dalam dapur.
“Kenapa kau repot-repot memasak,di sini ada koki," ucap Hansel.
“Aku hanya ingin memasak untukmu, sudah lama sekali aku tidak membuatkan makanan untukmu!” kata Olivia sambil memakai Aprone. Hansel menopang dagunya dengan tangan, kemudian ia tersenyum saat melihat Olivia mulai mencincang sayuran.
“Kau manis sekali!” kata Hansel, tatapan matanya menatap Olivia dengan penuh ketulusan.
6 tahun bersama Olivia, membuat rasa itu tumbuh di hati Hansel. Di matanya hanya ada Olivia Olivia dan Olivia. Ia jatuh cinta dengan apa yang ada di diri Olivia sekarang, walaupun umur Olivia tidak lagi muda tapi Olivia masih terlihat cantik dan awet muda.
••••
“Olivia ayolah kita mencoba sekali saja,” ucap Hansel dengan nada memohon pada Olivia. Ia menyimpan kepalanya di bahu Olivia seraya menggoyang-goyangkan badannya.
Olivia berusaha untuk menjauhkan tubuh Hansel dari sisinya, karena ia berniat untuk pergi ke kamar mandi. Namun, Hansel memeluk pinggang Olivia.
“Tidak ada salahnya kita mencoba lagi,” ucap Hansel. Olivia menghela nafas kemudian menghembuskannya.
Setiap malam selalu seperti ini, dan menurut Olivia permintaan Hansel sungguh tidak masuk akal. Hansel selalu minta untuk Olivia melayaninyaa dengan kata lain, Hansel ingin mereka berhubungann badan kembali. Namun tentu saja Olivia menolaknya.
Walau dia mencintai Hansel, tapi ia tidak ingin kembali ke titik dulu. Ia anya ingin menjalani semuanya seperti sekarang,.hanya ingin menjadi sahabat. Sejatinya Olivia masih trauma Hansel akan meninggalkannya.
“Olivia ayolah Tidak ada salahnya kita mencoba. Kau masih seksi dan kau cantik. Jadi tidak ada alasan lagi untuk menolak.” Olivia berdecih saat mendengar ucapan Hansel, kemudian ia mendorong tubuh Hansel dengan keras. Hingga Hansel mundur ke belakang
“Aku akan meninggalkanmu jika kau membahas ini lagi!” kata Olivia. Saat Olivia melewati tubuh Hansel, Hansel menarik rokk yang dipakai oleh Olivia. Rok itu berbahan satin, dan begitu tipis. hingga saat Hansel menariknya, rok Olivia sobek hingga terpampang tubuhh belakang Olivia.
Mata Hansel membulat saat melihat bagian tubuh Olivia, ia bahkan menatapnya tanpa berkedip. jakunnya naik turun saat melihat pemandangan di depannya. Seketikaaa
Beberapa bab lagi tamat ya. yuks gengs tinggalin komen