
.halo gengs jangan lupa komennya ya
“Kenapa kau ada di sini?” tanya Savana dia menatap Joshua dengan tatapan tak percaya. Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya ketika melihat Joshua ada di depannya. Padahal beberapa detik lalu dia baru saja iri pada wanita yang ditemani oleh suaminya, dan ternyata sekarang suaminya ada di depannya.
Joshua tersenyum, dia tahu betul jadwal memeriksakan kondisi Savana. Bahkan dia juga berkomunikasi dengan dokter yang menangani istrinya. Dia tahu perasaan macam apa yang dialami oleh Savana, hingga dia tidak berbicara dan memilih untuk mengikuti istrinya diam-diam.
Awalnya Joshua tidak ingin menghampiri Savana tapi ketika melihat Savana menunduk, dia Jadi tidak tega hingga pada akhirnya dia menghampiri istrinya. Joshua menggerakkan tangannya kemudian menghapus air mata Savana.
“Aku akan menemanimu,” jawab Joshua.
“maaf aku tidak bermaksud menyembunyikannya.”
”Its oke, aku tidak marah," jawab Joshua lelaki itu pun langsung bangkit dari berlututnya kemudian mendudukkan diri di sebelah Savana. Lalu setelah itu dia narik lembut kepala Savana agar bersandar di bahunya jari-jari mereka saling menggenggam membuat hati sapana terasa melow..
Pada akhirnya bagian Savana pun tiba, Joshua bangkit dari duduknya kemudian dia mengulurkan tangannya pada Savana lalu mereka pun masuk ke dalam.
Saat Savana sudah berbaring, dokter bersiap untuk melakukan pemeriksaan Joshua menggenggam tangan Savana sedangkan Savana tidak mau melihat ke arah Josua, karena dia terlalu takut melihat reaksi suaminya. Hingga pada akhirnya, dokter mulai menggerakkan kursor USG dan menjelaskan kondisi kandungan Savana.
Saat mendengar penjelasan dokter, mata Joshua terus menetap ke arah layar. Dia seperti terhipnotis dengan calon anaknya, hingga tanpa sadar bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Joshua dan air mata itu mengenai tangan Savana membuat Savana menoleh, dia tidak menyangka reaksi suaminya seperti ini.
Akhirnya setelah melewati serangkaian proses, pemeriksaan Savana pun selesai dan Savana serta Joshua pun langsung keluar dari ruangan dokter.
“Sayang, kau ingin membeli sesuatu?" tanya Joshua ketika mereka sampai di mobil. Savana menggeleng.
“Tidak, aku tidak ingin apapun,” dustanya. Padahal banyak sekali hal yang Savana mau, dia banyak mengidam makanan, tapi dia begitu malu meminta pada Joshua hingga dia tidak pernah meminta suaminya dan selalu memesan diam-diam dia memesan makanan saat Joshua pergi ke kantor
Joshua memarkirkan mobilnya, kemudian menoleh ke arah Savana. “Boleh aku melihat ponselmu?” tanya Joshua.
“Untuk apa?”
”Lihat saja sebentar.” Dengan ragu, Savana pun langsung memberikan ponselnya pada suaminya. Joshua menerima ponsel Savana, kemudian dia mengutak-atiknya ponsel istrinya, dia melihat riwayat pencarian istrinya mencoba mencari tahu apa yang istrinya mau, hingga tak lama dia melihat pencarian istrinya tentang restoran dan itu baru dicari istrinya tadi pagi.
“Kau mencari apa?” tanya Savana
Joshua menggeleng kemudian memberikan lagi ponsel Savana dan Setelah itu Joshua pun lansung kembali menjalankan mobilnya dan sekarang di sinilah mobil mereka terparkir di restoran yang ingin Savana datangi
Mata Savana membulat saat melihat restoran ini.
“ kenapa kau membawaku ke sini?” tanya Savana.
joshua menggenggam tangan Savana kemudian tersenyum. “Kita makan siang dulu oke."
***
Tidak terasa Ini sudah 5 bulan berlalu dan kini kandungan Savana menginjak 7 bulan, saat ini Savana sedang berada di depan kantor Joshua dia berencana untuk mengantarkan makan siang untuk suaminya. Untuk pertama kalinya Savana datang kembali ke kantor Joshua.
Selama beberapa bulan ini, Joshua begitu Sabar menghadapinya, Joshua tidak pernah mengeluh dengan dia yang terkadang terjebak dengan masa lalunya dan semalam tanpa sengaja dia mendengar Joshua ketika berdoa, dan saat mendengar doa suaminya dia menyadari bahwa dia tidak akan pernah sembuh ketika dia tidak mau berusaha untuk melupakan semuanya, dia akan terjebak dengan masa lalu ketika dia tidak bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Dan pada akhirnya Savana berusaha untuk melupakan semuanya, dia tidak ingin lagi bersikap seperti kemarin-kemarin dia ingin menjadi istri Joshua sepenuhnya.
Setelah cukup lama terdiam, Savana pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam perusahaan dan tepat ketika dia masuk dia melihat suaminya berjalan keluar dari lift bersama beberapa orang di belakangnya.
Savana melihat ke arah paper bag berisi kotak makan siang, dia pun langsung bersembunyi sepertinya suaminya ingin makan siang di luar. Padahal beberapa saat lalu Savana ingin memulai Semuanya dari awal, tapi ketika melihat Joshua sepertinya akan makan siang di tempat lain Savana mengurungkan niatnya karena dia takut Joshua menolak apa yang dia berikan.
Joshua menghentikan langkahnya kala melihat ada yang bersembunyi dari bayangan dia bisa melihat itu adalah siluet istrinya.
“Kalian duluan saja,” ucap Joshua pada para staf yang ada di belakang. Setelah itu, Joshua pun langsung menghampiri perempuan yang bersembunyi dan benar saja dugaannya itu adalah Savana.
“Sayang kau sedang apa di sini?”
Savana memegang jantungnya ketika Joshua berbicara. “Kau mengagetkanku saja," ucap Savana, dengan cepat dia langsung menyembunyikan paper berisi makanan buatannya.
“Sayang aku membawakan makan siang untukku?" tanya Joshua, rasanya dia begitu senang ketika Savana datang.
“Bu-bukan,” Jawab Savana. Joshua menggenggam tangan Savana.
”Ayo ke ruanganku!" lelaki itu pun berbalik kemudian menuntun Savana hingga Mereka pun berjalan ke arah lift untuk naik.
Saat masuk kedalam ruangan, Joshua kembali membuka jasnya. “Bukankah kau ingin makan siang di luar?” tanya Savana
“kenapa aku harus makan di siang di luar ketika istri cantiku membawa makanan untukku,” kata Joshua membuat wajah Savana memerah. Akhirnya Joshua pun membuka paper bag lalu mengeluarkan kotak makan.
“Jika tidak enak tolong jangan dimakan,” kata Savana.
“kau kan sudah kursus memasak, pasti masakanmu enak,” jawab Joshua hingga dia pun langsung mencicipinya dan benar saja masakan Savana sudah jauh lebih baik dari sebelumnya
“Enak?” tanya Savana. Joshua langsung menyuapkan makanan ke dalam mulut Savana dan kali ini Savana sedikit tersenyum ketika rasa makanan yang dia buat tidak buruk. Hingga akhirnya acara makan pun selesai.
“boleh aku bicara?" tanya Savana ketika dia baru saja kembali dari kamar mandi hingga Joshua yang sedang duduk langsung menarik lembut tangan Savana, kemudian menyuruh Savana duduk di atas pangkuannya.
“Kenapa?” tanya Joshua sambil membelai perut Savana yang sudah sangat membuncit.
“Aku minta maaf,” kata Savana, membuat Joshua mengerutkan keningnya.
“Maaf kenapa?”
”Maaf aku terlalu larut dalam masa lalu, Jadi Ayo kita mulai Semuanya dari awal.”