Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
ancaman


“Terimakasih atas bantuanmu Stella, kabari aku jika kau butuh sesuatu, maka aku akan membantumu!” kata Nael, ketika Laura dan Naura sudah berada di dalam mobil.


Stella mengangguk. “Aku yang mengucapkan terima kasih, Tuan. Terima kasih kau telah datang kembali dan mau membujuk Laura dan Naura,” jawab Stela.


Ia menjadi saksi bagaimana pedihnya Laura dan Naura saat diacuhkan oleh Nael, dan ketika Nael datang dan meminta tolong padanya, dan mengatakan ingin menebus kesalahannya, tentu saja Stella mengijinkannya, dia hanya berharap kedua anak asuhnya bisa mendapat kasih sayang dari sang ayah.


“Kalau begitu aku pergi!” pamit Nael, Nael berbalik kemudian ia berjalan ke arah mobil. saat berada di depan mobil, Nael terdiam, ia mencoba untuk menguasai diri. Ia harus menyiapkan jawaban ketika kedua putrinya bertanya..


Setelah bisa tenang, akhirnya Nael masuk kedalam mobil. Laura dan Naura mengerutkan keningnya saat bukan Stella yang masuk lalu kedua anak kembar itu saling tatap, tiba-tiba mereka menyadari sesuatu.


“Laura, ini bukan mobil bibi Stella!” kata Naura.


“ hai anak-anak,” ucap Nael tiba-tiba, membuat Laura dan Naura menoleh. Wajah mereka terkejut saat melihat Nael yang mengendarai mobil.


“ Laura Ayo turun!” kata Naura saat melihat Nael yang yang masuk ke dalam mobil. Kilatan benci masih terlihat di mata Naura, ia benar-benar muak melihat sang ayah.


Secepat kilat, Laura dan Naura membuka pintu. Namun tak bisa, pintu sudah tertutup dan terkunci otomatis


“Tolong turunkan kami, kami harus pulang bersama bibi Stella!” kata Naura dengan ketus.


“Kita kabur saja nanti!” ucap Naura yang sengaja mengencangkan ucapannya agar terdengar oleh Nael, membuat Nael terkekeh. Ia tersenyum saat mendengar ucapan sang putri


3 jam kemudian


Mobil yang dikendarai Nael Akhirnya sampai di sebuah rumah yang berada di sisi pantai, tentu saja itu sediakan oleh Arsen, entah bagaimana Arsen bisa mendapatkan rumah sebagus ini. Nael melihat kearah belakang, mata Laura dan Naura sudah membasah, dan ia tahu sedaritadi Laura dan Naura menahan tangisnya


Nael turun membuka sabuk pengaman, kemudian Ia turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Laura. “Ayo turun kita masuk dan istirahat didalam,” cap Nael. Ia berusaha menarik tangan Laura. Namun Laura mengehempaskan tangan sang ayah.


“Aku ingin pulang!” kata Laura dengan bibir bergetar. Entah kenapa ia takut pada ayahnya sedangkan Naura sama sekali tidak mau menatap Nael


“Daddy tidak akan memulangkan kalian jika kalian tidak menurut pada Daddy. Dan jika kalian tidak menurut, Daddy tak akan membiarkan kalian bertemu dengan Mommy lagi,” Ancam Nael.


Seketika Laura dan Naura menoleh kearah Nael, Mereka menatap Nael dengan tatapan tak percaya. Tadinya, ia tidak berniat mengancam kedua putrinya..Tapi ternyata, ancamannya cukup berpengaruh pada Laura dan Naura. Ia melakukan ini agar Laura dan Naura menurut padanya


“Ayo turun!” Nael mengulurkan tangannya pada Laura, sedangkan Naura kembali mengalihkan tatapannya ke arah lain. Ia seolah tidak peduli dengan ancaman sang ayah, Naura benar-benar mirip dengan dirinya. Sedangkan Laura yang baru saja akan menerima uluran tangan Nael langsung kembali menurunkan tangannya saat melihat reaksi Naura yang tampak tak terpengaruh.


Scroll gengs, maafin aku mau up habis sahur tapi ketiduran 😭