
Mata Nael membulat saat melihat pesan dari Gabby, wajahnya tiba-tiba memucat harusnya Ia senang Gabby mengajaknya makan siang, karena selama Nael mendekati Gabby, Gabby tidak pernah mau menemaninya, bahkan ketika Nael memaksa pun, Gabby tetap enggan menemaninya.
Tapi sekarang, Gabby malah mengajaknya makan siang bersama, dan anehnya, Gabby mengajaknya setelah Naura berbicara dengan menampilkan emosi kepadanya.
Bukankah ini hal yang aneh? Bagaimana mungkin ini suatu kebetulan. Bagaimana jika Naura memberitahukan yang sebenarnya bahwa dia adalah Nael pada Gabby.
Nael mengusap wajah kasar, kemudian ia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Ia tidak boleh terlalu gegabah dan tidak boleh berpikir sejauh itu, mana mungkin Gabby tahu sedangkan ia sudah menutupi identitasnya serapih mungkin. Bahkan topeng yang dipakai pun benar-benar sangat terlihat asli.
[ Baiklah Aku akan menjemputmu ke rumah sakit besok] jawab Nael yang membalas pesan Gabby. Setelah itu, Nael menaruh ponsel kemudian ia berlalu kekamar mandi untuk menyegarkan dirinya.
•••
“Jadi, maksudmu dia mengajakmu makan siang bersama?” tanya Arsen saat mereka sedang makan malam, Arsen langsung menghentikan gerakannya yang sedang mengunyah saat mendengar Nael mengatakan bahwa Gaby mengajaknya makan siang.
“Hmm, dan anehnya, ini sungguh aneh dan bhdiluar kebiasaan Gabby, apa mungkin Putirku sudah memberitahu yang semuanya?”
Arsen kembali menyodorkan makanan ke mulutnya, kemudian ia mengangguk anggukan kepalanya. “Bisa jadi, Gabby tidak akan bertindak sembarangan dia akan menyelidiki semua secara detail. Tanpa ada yang terlewat itu sebabnya dulu perselingkuhanku juga terbongkar dan ....” Tiba-tiba Arsen menghentikan ucapannya. Ia tersedak karena ucapannya sendiri.
Seketika Nael yang sedang minum tertawa ketika melihat Arsen yang tersedak karena ucapannya sendiri,.ia pun mengingat kenangan dulu.
Jika di ingat, hubungan mereka di masa lalu Sungguh memilukan. Tapi lihatlah yang terjadi sekarang Arsen malah membantunya untuk mendapatkan Gabby
Waktu menunjukkan pukul 2 malam, Arsen yang sedang fokus pada laptopnya mengalihkan tatapannya pada ponsel yang ada di sebelahnya. ia pun melihat siapa yang mengirim pesan di tengah malam.
Matanya membulat saat melihat nama Giselle terpapar disana. [Arsen Apa kau sedang ada di Polandia? bolehkah aku meminta tolong aku sedang ada di bandara di sini hujan deras Bisakah kau menjemputku. Tapi jika tidak bisa tolong balas pesan ini agar aku tidak menunggumu] tulis Gisel dalam pesannya .
Seketika raut wajah Arsen berubah menjadi khawatir, ia pun bangkit dari duduknya kemudian ia berjalan mengambil mentel dan setelah itu ia pun keluar dari kamar tak lupa ia menyambar kunci mobil untuk pergi menjemput Gisel ke bandara.
Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil yang dikendarai Arsen sampai di bandara. Ia langsung mengambil payung dan mantel dari belakang mobilnya, karena ia melihat Gisel sedang berdiri di luar bandara dengan memeluk tubuhnya, Arsen yakin Gisel kedinginan.
Saat ia akan turun dari mobil ia menghentikan, kemudian terpikirkan sesuatu.
Ia pun merogoh saku mantel, lalu mengambil ponsel dan berniat mengirimkan Gisel [ Gissel, maafkan aku. Aku memang sedang berada di Polandia, tapi aku sedang menemani kekasihku. Jadi aku tak bisa menjemputmu. Aku akan kirimkan orang ke sana] Arsen mengirimkan pesan pada Gisel.
Ia ingin sekali menghampiri Gissel, memakaikan mantel pada Gisel. Membawa Giseel untuk pulang, agar Giseel tak kedinginan, tapi di titik ini ia sadar, ia harus mulai menjauhi mantan adik iparnya, agar perasaan keduanya tidak semakin dalam.
Scroll gengs