
Satu jam berlalu Alvaro masih setia menatap nisan ayahnya, wajah lelaki itu sudah memucat iya seolah larut dengan dunianya yang sedang bernostalgia dengan kenangan lamanya.
“Ayah ....” Alvaro berucap dengan lirih nada suaranya begitu pedih. Sebelum ayahnya meninggal ibu dan neneknya sudah pergi terlebih dahulu menghadap sang pencipta. Hingga Alvaro di dunia ini hidup bersama ayahnya.
Kehidupan mereka awalnya baik-baik saja walaupun hidup dengan sederhana. Alvaro begitu bahagia Ia seperti tidak mempunyai beban apapun, ayahnya benar-benar bekerja keras untuk membiayai sekolah dan kuliahnya.
Hingga suatu petaka terjadi di mana saat itu Rendy yang merupakan Ayahnya bekerja di rumah Nauder sebagai kepercayaan Helmia yang tak lain adalah ibu Nauder.
Rendi yang saat itu melamar bekerja di rumah Nauder dan ia tidak menyangka akan langsung di terima dan ditugaskan menjadi pengawal serta tangan kanan Ibu Nauder yang ternyata ibu Nauder juga pemegang bisnis hitam..
Semua berjalan lancar pada awalnya, keluarga Nauder juga memperlakukannya Alvaro dan ayahnya dengan baik. Bahkan, memberi mereka fasilitas yang cukup mewah. Namun saat itu, Alvaro tidak terlalu akrab dengan Nauder karena Dulu Nauder kuliah di luar negeri.
Namun setelah 4 tahun bekerja bersama Ibu Alvaro, Rendy mulai mendadak tidak nyaman. Rendi merasakan semua bergejolak dengan hati nuraninya, hingga pada akhirnya Ayah Alvaro memutuskan mundur.
Saat itu Rendy beralasan bahwa dia ingin berlibur saja padahal ia berencana kabur ke luar negeri bersama Alvaro. Ia berpura-pura berlibur karena ada perjanjian diantaranya dan keluarga Nauder.
Isi perjanjian itu, Rendy tidak boleh keluar atau pun berhenti karena sudah berhubungan dengan keluarga nauder. Tentu saja karena Rendi mempunyai rahasia yang sangat banyak.
Dan saat Rendy beralasan ingin pergi dan ingin berlibur bersama Alvaro ke luar negeri, entah kenapa Helmia yang tak lain ibu Nauder mengetahui bahwa Rendy berbohong.
Dan sejak niatnya terbongkar, Rendy diberikan pilihan. Jika ingin keluar, Rendi tidak akan selamat hingga pada akhirnya Rendy terpaksa harus terus bekerja di sana. Namun semakin hari hidup Rendy semakin tertekan, karena ini benar-benar bertentangan dengan hati nuraninya.
Itu sebabnya, di tengah tugas yang sedang ia lakukan ia mengajak Alvaro yang saat itu sedang kuliah pergi ke luar negeri. Namun ternyata, Alvaro menolaknya. Alvaro tidak ingin pergi ke luar negeri Karena dia baru saja kuliah.
Namun saat ia menolak, ayahnya memberitahukan tentang pekerjaan apa yang dilakukan Rendy di tempat kediaman Nauder, tentu saja Alvaro tercengang, hingga akhirnya ia setuju bersama sang ayah untuk pindah ke luar negeri.
Dan disitulah petaka dimulai, saat mengetahui Rendy dan Alvaro kabur ke luar negeri, keluarga Helmia tidak tinggal diam, mereka mencari Rendy dan Alvaro ke seluruh negara dan pada akhirnya 2 tahun kemudian, Alvaro dan ayahnya ditemukan di India.
Entah kenapa keluarga Nauder bisa menemukan Alvaro dan ayahnya. Padahal mereka sudah bersembunyi dan mengganti identitas, belum lagi mereka hidup di kota terpencil.
Dan ketika ditemukan, Alvaro dan Rendi dipisahkan. Saat itu, Alvaro tidak punya kuasa dan tidak punya cara untuk menemukan ayahnya. Dia hanya bisa pasrah dan ia terus berdoa. Bukan Alvaro tidak berusaha, ia sudah berusaha berbicara dengan keluarga Nauder meminta dipertemukan dengan ayahnya.
Melapor pada polisi pun percuma, hingga pada akhirnya Setelah 1 tahun berlalu, pintu rumahnya diketuk dan ada dua orang yang mengantarkan peti mati ke hadapannya, dan itu adalah jasad ayahnya. Jangan ditanyakan betapa hancurnya Alvaro saat itu, ia benar-benar hancur ke dalam titik yang paling dalam.
Jangan ditanyakan betapa murkanya Alvaro pada keluarga Nauder, jangan juga ditanyakan betapa hancurnya Alvaro saat itu, dia yang hanya mempunyai ayah tiba-tiba harus kehilangan satu-satunya orang yang ia sayangi. Tapi sehancur-hancurnya Alvaro, sesakit-sakitnya Alvaro, Alvaro sadar bahwa ia tidak akan bisa berbuat apapun, ia tidak akan mungkin melawan keluarga Nauder, ataupun menuntut apa yang keluarga Nauder lakukan pada ayahnya.
Bahkan hal yang menyakitkan adalah dia harus meminjam uang ke sana kemari untuk biaya penguburan ayahnya, karena saat itu ia benar-benar tidak mempunyai uang sepeser pun. Untuk makan pun rasanya Ia juga sangat kesusahan.
Awalnya Alvaro begitu putus asa, dia hampir meminum racun serangga. Tapi sepertinya Tuhan melarangnya untuk melakukan itu. Saat dia akan melakukan itu, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya, hingga akhirnya ia membatalkan niatnya sejenak.
Dan ternyata yang mengetuk pintu rumahnya adalah musuh dari keluarga Nauder. Entah mengapa mereka bisa mengetahui Alvaro. Saat itu, ketua grup yang biasa disebut jaguar menghampirinya dan mengajaknya untuk bekerja bersama Jaguar grup.
Namun dengan tegas Alvaro menolak, karena ia merasa hidupnya benar-benar sudah hancur, dan rasanya ia sudah tidak semangat lagi menjalani hidup. Namun salah satu ketua tim itu memanas-manasi Alvaro, agar bisa membalas kematian Rendy ayahnya
Dan ketika mendengar itu, tiba-tiba semangat Alvaro menjadi membara. Ia yang tadinya akan mengakhiri hidup tanpa pikir panjang langsung menerima untuk bekerja di sana.
Awalnya Alvaro Hanya bekerja sebagai seorang asisten yang bekerja untuk bos besar. Namun lama kelamaan, Romeo yang tak lain bos besar itu mempercayakan semua pada Alvaro.
Dan ketika 2 tahun mempelajari semuanya, Alvaro berhasil dalam langkah pertamanya, ia sudah berhasil untuk mengambil beberapa aset yang ada di keluarga Nauder, termasuk lahan senjataa yang berada di luar negeri dan juga beberapa pulau pribadi yang masuk dalam data ilegal. Tentu saja tujuan Alvaro bukan hanya mengalahkan Nauder, ia ingin mengetahui siapa yang mengeksekusi ayahnya.
Saat itu Romeo yang tak lain bos besar begitu bangga pada Alvaro, lelaki itu tidak mempunyai anak hingga ia menganggap Alvaro sebagai putranya. Sebenarnya ada alasan lain Kenapa saat itu Romeo merekrut Alvaro setelah Randy meninggal
Ternyata saat Randy masih bekerja di rumah Nauder, Randy pernah menyelamatkan Romeo dan membantu Romeo bersembunyi dari ganasnya anak buah Nauder, padahal saat itu Randy bekerja di keluarga Nauder yang merupakan musuh Romeo
Sebenarnya sebelum Rendy meninggal, Romeo berencana untuk mengambil Rendy karena saat itu Rendy mengatakan bahwa ia juga tidak ingin bekerja lagi di dunia seperti ini. Tapi ternyata takdir berkata lain, Rendy sudah terlebih dahulu pergi hingga ia membalas budi pada Alvaro.
Saat Romeo pensiun, Romeo memberikan semua kuasa pada Alvaro. Padahal saat itu Romeo masih muda dan masih kuat menjalankan bisnis ini. Tapi ia ingin menghadapi hari-harinya dengan santai, itu sebabnya ia mempercayakan Alvaro walaupun Alvaro baru bergabung bersamanya.
Dan sejak saat itulah kejayaan Alvaro dimulai, ia mulai menikmati harta yang ia dapat dari dunia hitam. Tapi walau begitu, ia tidak berleha-leha Ia tetap menjalankan tugasnya untuk memimpin apa yang sudah di tugaskan oleh Romeo hingga pada akhirnya, Romeo tutup usia karena mengalami overdosis obat, hingga sekarang Alvaro lah salah satu-satunya pemimpin di Jaguar.