
“Sekarang dengarkan dan aku dan tatap mataku!" ucap Raymond, ia tidak melepaskan genggaman tangannya dari Ayana, hingga Ayana terpaku dan memberanikan diri menatap wajah Raymond.
“Apa menurutmu sekarang ada kebohongan di mataku?” tanya Raymond, Ayana tampak berpikir lalu mengedipkan bahunya.
“Mana aku tahu, aku kan bukan peramal!”
Raymond memejamkan matanya saat mendengar jawaban Ayana. Padahal, Ia sudah serius ingin menyatakan perasaannya. Tapi, Ayana malah membalas seperti itu.
“Berhenti bermain-main, aku tidak bercanda!” kata Raymond.
“Memangnya aku terlihat bercanda?” tanya Ayana lagi, seketika Raymond tersadar saat menatap Ayana dengan tegas. Padahal Ia tahu Ayana tidak suka ditatap seperti itu.
“Tidak ... tidak, maksudku bukan begitu!” Raymond berusaha tersenyum, kemudian ia menatap wajah ayahnya dalam-dalam.
“Dengarkan aku Ayana! Ya, saat itu, aku masih begitu dendam padamu. Aku berniat membalasmu dengan menjadikan sekretarisku. Tapi seiring berjalannya waktu, setelah mengetahui apa yang terjadi padamu, aku mulai mencintaimu. Saat kau pergi selama dua Minggu. Rasanya aku begitu gila karena terus mencarimu ke sana kemari, dan saat itu aku sadar, bahwa aku mencintaimu. Lalu, saat Jordan berusaha menabrak Moa. Aku begitu marah, aku tidak terima ada yang menyakiti Moa dan di situ juga Aku sadar, aku menyayangi Moa bukan karena Moa anakmu. Tapi karena Moa adalah Moa, gadis kecil yang telah mencuri hatiku.”
Mata Ayana berkaca-kaca saat mendengar ucapan Raymond, sudah lama sekali ia tidak mendengar kata-kata manis yang menenangkan seperti ini. Bahkan saat menikah dengan Jordan, Jordan tidak pernah mengucapkan cinta padanya. Padahal dulu perasaan Ayana pada Jordan begitu menggebu-gebu. Tapi sekarang, ada lelaki yang berkata manis dan menyatakan cinta padanya dan Moa.
“Saat tadi aku tahu kau bertemu Jordan. Rasanya aku ingin mengamuk, aku ketakutan ... Bagaimana jika kau ingin kembali lagi pada Jordan. Bagaimana jika kau terbuai lagi dengan ucapan Jordan dan meninggalkanku Aku. bersumpah demi apapun Ayana, Aku mencintaimu dan juga menyayangi Moa.”
Raymond menutup ucapannya dengan mencium tangan Ayana, membuat Ayana menunduk. Tak lama, bahu Ayana bergetar, ia menangis tergugu. Jika ditanya Apakah Ayana mencintai Raymond. Ya, jawabannya Ayana mencintai Raymond.
Raymond menarik tangan Ayana, memaksa Ayana untuk melihat ke arahnya. “Maukah kau menikah denganku?” tanya Raymond
“Dengan mata yang membasah, Ayana mengangguk, dan seketika itu juga Raymond membawa ayahnya ke dalam pelukannya.
•••
Raymond mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Senyum tak henti-hentinya menghiasi wajah tampannya. Sedari tadi, saat Mulai menyetir, Raymond terus menggenggam tangan Ayana.
Setelah peristiwa mengharu biru yang terjadi di apartemen, mereka pun memutuskan untuk menjemput Moa di sekolahnya, Raymond menyetir dengan satu tangan dan sesekali ia mengecup tangan Ayana, membuat Ayana tersipu. Ia seperti remaja yang baru saja jatuh cinta
Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil yang dikendarai Raymond sampai di sekolah Moa. Saat ia sudah memarkirkan mobilnya, Raymond mengerutkan keningnya saat melihat Moa berlari ke arah mobil. Terlihat jelas bahwa moa sedang ketakutan.
Dan di belakang tubuh Moa, ternyata ada Jordan yang juga berlari. Rupanya, dari tadi Jordan menunggu di depan kelas Moa, dan ketika Moa keluar, dia langsung menghampiri putrinya.
Dan ketika melihat Jordan, Moa pun ngsung berlari, hingga seketika ....
Gak komen ya frien
Follow Igku ya Dewikim243