
“Gabby, ada apa?” tanya Gabriel ketika Gabby memeluknya, Gabby tak menjawab. Ia memeluk Gabriel semakin erat.
“Ga-Gabriel ....” di tengah tangis yang sedang berlangsung, Gabby hanya mampu menggumamkan nama kakaknya. Berharap, Gabriel bisa merasakan apa yang ia rasakan karena ini rasanya sungguh menyakitkan.
Gabrel menaruh paperbag yang di bawanya ke bawah, kemudian ia mengajak Gabby berjalan kearah sofa. Lalu, setelah itu mereka pun duduk di sofa.
Setelah duduk, Gabby belum melepaskan pelukannya dari kakak kembarnya. Ia masih terus memeluk Gabriel dan menumpahkan tangisannya
Gabriel mengerti, bagaimana sifat sang adik. Gabby takan akan bercerita ketika Gabby belum tenang. Akhirnya, Gabriel mengelus punggung Gabby, menunggu Gaby hingga Gaby bisa menguasai diri agar bisa menceritakan semuanya secara detail.
Tiga puluh menit berselang, tangis Gabby mereda Hanya terdengar isakan-isakan kecil dari wanita cantik itu . Gabriel melepaskan pelukannya kemudian melihat ke arah bawah. Jika bukan dalam suasana sedih, ia pasti akan mengomeli adiknya karena membuat kemejanya basah. Tapi, sayang ini dalam kondisi sedih. Hingga ia tak bisa menceramahi adiknya seperti biasa.
Gabby menghapus air matanya, kemudian memalingkan tatapannya ke arah lain. Ia harus menyiapkan jawaban untuk menjawab pertanyaan Gabriel, karena pasti Gabriel akan bertanya padanya.
“Ada apa, kau kenapa. Apa yang terjadi denganmu. Apa ada yang menyakitimu?” tanya Gabriel. Walaupun mereka kerap bertengkar. tapi Gabriel akan maju ketika ada yang menyakiti adik-adiknya.
Gabby terdiam, kemudian menunduk. Haruskah dia memberitahu Gabriel dan meminta bantuan Gabriel untuk membalas Arsen dan keluarganya.
“Gabby!” panggil Gabriel lagi. Gabby menoleh.
“Gabriel .... ” Gaby tampak ragu berbicara pada Gabril.
“Gabriel, aku akan memberitahu semuanya padamu. Tapi tolong berjanji, jangan memberi tahu apapun pada Mommy dan Daddy. ini hanya rahasia kita. Jika kau memberitahu pada Mommy dan Daddy aku bisa saja berlaku nekat, seperti kau dulu,” ucap Gabby membuat Gabriel mengusap wajah kasar. Saudara kembarnya terlalu berbelit-belit.
“Ia, ada apa denganmu. Aku berjanji, aku akan merahasiakannya dari mommy dan Daddy," dusta Gabriel Tentu saja, ia akan memberitahukannya pada ibu dan ayahnya.
“Sekarang, katakan. Ada apa denganmu?” tanya Gabriel yang mengulang-ulang pertanyaan yang sama, ketika Gaby tidak membalas ucapannya.
”Tidak mau, aku tidak mau bercerita padamu. Pasti kau akan melaporkannya pada Daddy dan Mommy,” ucap Gabby lagi. Dari mimik muka kakaknya saja, ia sudah mengetahui rencana terselubung Gabriel.
“Gabby, apakah yang kau alami sekarang sungguh berat? Kenapa kau tidak boleh Daddy dan Mommy tahu?” tanya Gabriel. “Oke, aku berjanji. Jika kau memberikan alasan yang tepat, maka aku akan membantumu dan tidak akan memberitahukan pada Mommy dan Daddy,” ucap Gabriel lagi. Kali ini, ia sungguh bersungguh-sungguh menjawab ucapan Gabby dan bersungguh-sungguh akan menepati ucapannya yang takan memberitahu pada ayah dan ibunya.
Gaby menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Ia meraup oksigen sebanyak-banyaknya, mengisi paru-parunya dengan udara, agar ia bisa bernafas dengan lancar dan bisa bercerita tanpa Rasa sesak.
”Gabby, ceritakan padaku sekarang!” titah Gabriel yang tak sabar karena Gabby sedari tadi terus mengundur waktu. Gabby menegarkan hatinya, kemudian berbalik ke arah Gabriel.
“Gabriel, Arsen ....” dan dari situlah mengalir semuanya, Gabby menceritakan semua pada Gabriel dari awal sampai kemarin ia memergoki Arsen berselingkuh.
Scroll gengs aku up 3 bab