
“Apa kita akan terus diam di villa?” tanya Gabby pada Nael, Nael yang sedang mengelus rambut Gabby menggangguk.
“Memangnya kita mau kemana lagi?” jawab Nael. Sedari tadi, tangannya terus mengelus rambut istrinya.
Saat ini, Gabby dan Nael sedang menonton film dengan posisi Nael yang duduk dan Gaby berbaring di sofa dan menjadikan paha Nael sebagai bantal. Sedari tadi, Gabby fokus pada film yang sedang ditonton.Tapi berbeda dengan Nael, ia terus mengelus rambut Gabby dan terus fokus pada wajah sang istri.
“Tapi aku bosan, bagaimana mungkin kita terus berada di sini. Ayo kita jalan-jalan keluar,” ajak Gabby.
“Kau sudah tidak lelah, apa kau bisa berjalan normal? Bukankah kau bilang aku terlalu ....”
“Dad ....” Gaby menghentikan ucapan Nael ketika Nael akan membahas soal hal yang terjadi di antara mereka, membuat Nael tertawa.
“Kau ingin jalan-jalan ke mana?”
“Bagaimana jika kita pergi ke pantai? sepertinya udara sore di sana begitu sejuk!” ajak Gabby, Gabby pun bangkit dari
berbaringnya, disusul Nael yang juga ikut bangkit. “Tunggu sebentar!” Nael berjalan ke arah kamar, kemudian Ia memakai mantel. Lalu setelah itu, ia membawakan mantel untuk Gabby.
Setelah berada di depan Gabby, Nael membantu Gabby memakaikan mantel, setelah itu ia menarik lembut tangan Gabby dan keluar dari Vila.
“Udara di sini sejuk sekali!” kata Gabby saat mereka sudah berjalan di pesisir pantai dengan posisi bergandengan tangan
“Akan lebih indah jika nanti malam kita bercinta di sini!” kata Nael, membuat Gabby menoleh. “Apa pikiranmu hanya tentang itu!” protes Gabby.
“Memangnya apa lagi!” balas Nael Sambil tertawa, mereka pun menghentikan langkah Mereka, kemudian Nael membuka mantelnya lalu menjadikannya alas dan mereka pun duduk di pasir menghadap ke arah pantai.
Mata mereka menatap ke depan, Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Namun pikiran mereka sama, mereka bersyukur bisa berada di titik ini dan melalui semuanya. mereka bersyukur mereka bisa melalui luka yang begitu hebat, hingga mereka kembali bersama.
Gaby menegakkan kepalanya, kemudian ia menoleh ke arah Nael, begitupun Nael yang juga menoleh ke arah Gabby. hingga tatapan mereka saling mengunci.
Gabby menangkup pipi Nael,kemudian mencium bibir Nael, tidak ada nafsu sedikitpun, mereka berciumann karena saling meluapkan rasa sayang yang menggebu-gebu.
“ Kau pasti sangat mencintaiku,” goda Nael.
“Hmm, aku sangat-sangat mencintaimu!” balas Gaby, membuat Nael tertegun, untuk pertama kalinya, Gabby mengungkapkan perasaannya secara gamblang. Padahal,.biasanya Gabby akan selalu gengsi.
Mendengar ucapan Gabby, Nael menciumm seluruh wajah Gaby secara membabi buta hingga Gaby menjerit, bagi Nael rasanya begitu menyenangkan ketika wanita yang gengsian seperti Gaby mengungkapkan perasaannya.
•••
Tubuh Leticia menegang, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat saat menyadari siapa yang menahan tubuhnya, ia begitu mengenal aroma ini, ia begitu rindu aroma, Tapi dia juga sangat membenci pemilik aroma tubuh ini, seketika Leticia menghempaskan lengan Jordan.
Ya, ternyata Jordanlah yang di tabrak Leticia dan menahan tubuh Leticia. Secepat kilat, Leticia pun menghempaskan tangan Jordan.
“Bisakah kau tidak bertindak kurang ajar!” hardik Leticia dengan suara dingin dan datar.
“Le-Leticia,” ucap Jordan dengan bibir bergetar, untuk pertama kalinya lagi, selama 3 tahun berlalu, Leticia mendengar Jordan memanggilnya dan itu sukses membuat hati Leticia berdenyut nyeri dan luka itu kembali menubruknya.
Scroll gengs