Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Bertemu


Jordan keluar dari mobil, beberapa kali ia menghembuskan nafas kasar karena jujur saja Jordan malas pergi ke acara ini, acara hari ulang tahun perusahaan rekan bisnisnya


Jika saja Arsen tidak memaksa, mungkin Jordan tidak akan datang dan lebih memilih untuk menghabiskan waktunya di apartemen. Jordan masuk ke dalam, kemudian Jordan berjalan masuk ke Aula, di mana ada Nael dan Arsen yang sudah menunggunya.


“Apa acaranya sudah dimulai?” tanya Jordan..Arsen yang sedang mengobrol bersama rekan bisnisnya menggeleng.


“Belum, mungkin sebentar lagi,” jawab Arsen. Karena Arsen dan Nael sedang mengobrol dengan rekan bisnis mereka, Jordan lebih memilih untuk mendudukkan dirinya. Ia berencana pergi setelah memberikan selamat.


Saat akan mengutak-atik ponselnya, perhatian Jordan teralihkan pada sesosok wanita yang memakai gaun. Tubuh Jordan diam mematung, nafasnya memburu saat melihat wanita itu yang tak lain adalah Joanna.


Mata Jordan langsung berkaca-kaca, saat melihat Joanna. Setidaknya Joanna baik-baik saja. Baru saja Jordan akan menghampiri Joanna, langkahnya terhenti ketika melihat seseorang datang dan merangkul pinggang Joanna, membuat tubuh Jordan diam terpaku.


Nafas Jordan memburu, saat melihat adegan tersebut. Selama setahun ini, mati-matian dia mengkhawatirkan Joanna. Tapi yang dikhawatirkan terlibat baik-baik saja.


Jordan tersenyum getir, “Kenapa kau bodoh sekali!” ucap Jordan yang mengutuk dirinya Karena mengkhawatirkan Joanna. Padahal Joanna terlihat baik-baik saja..Bahkan sekarang Joanna dirangkul oleh lelaki lain.


Selama setahun ini,.dia mencintai Joana. dengan mengebu-gebu..Tapi lihatlah, Joanna terlihat malah bersama lelaki lain.


•••


Joanna tampak melihat ke sana kemari, wajahnya terlihat sangat khawatir. “Axel, bolehkah aku ke toilet terlebih dahulu?” tanya Joanna dengan ragu-ragu, ia menatap Axel dengan tatapan takut.


Axel berbisik membuat Joanna bergidik, seraya memejamkan matanya, ancaman itu muncul lagi.


“Ba-baik, aku tidak akan lama,”jawab Joanna. Dengan langkah yang lemas, Joanna pun berjalan mencari arah kamar mandi. saat berada di kamar mandi, Joanna mendudukkan dirinya di atas toilet, kemudian memeluk tubuhnya yang terasa dingin.


Setelah cukup lama berada di kamar mandi, akhirnya Joanna pun keluar dari kamar mandi. Saat keluar, langkah Joana terhenti ketika melihat Jordan ada di depannya.


“Pa-pama Jordan!” mata Joana berkaca-kaca saat melihat Jordan, ia ingin sekali berhambur memeluk lelaki itu. Tapi saat melihat tatapan Jordan ia mengurungkan niatnya.


“Aku pikir selama setahun ini kau dalam masalah besar, tapi ternyata sia-sia aku mengkhawatirkanmu. Nyatanya kau bahagia bersama lelaki lain!” kata Jordan, tiba-tiba nada suaranya begitu dingin, bahkan menatap Joana dengan datar.


“Paman tolong aku!" Joana hanya bisa berucap itu dalam hatinya, tapi ia tidak berani mengatakan itu.


“Selama setahun ini, aku selalu merasa bersalah karena telah membiarkanmu pergi dari apartemenku. Tapi lihatlah, kau malah terlihat baik-baik saja!” kata Jordan dengan sinis membuat Joanna ingin sekali menangis kencang-kencangnya, karena apa yang dikatakan Jordan sangat salah. Selama setahun ini ia tidak baik-baik saja.


Setelah mengatakan itu Jordan pun pergi meninggalkan Joanna begitu saja. Namun tak lama, Jordan menghentikan langkahnya saat mendengar suara dari arah belakang, ternyata Joanna jatuh di lantai dan tak sadarkan diri.


Saat Jordan akan menolong, tiba-tiba ia menghentikan langkahnya saat mengingat ada lelaki yang tadi bersama Joanna, hingga Ia memutuskan berbalik. Namun ternyata hati nurani Jordan yang menang, pada akhirnya ia menghampiri Joanna.


Lalu setelah itu ia membungkuk untuk membopong Joanna. Namun tak lama, Jordan menghentikan langkahnya kala gaun di bagian punggung Joanna seditik terbuka.


Mata Jordan membulat, tiba-tiba nafasnya memendek saat melihat punggung Joana yang penuh memar dan membiru.


“Ke-kenapa ini?” lirih Jordan dengan tebata-bata. Secepat kilat, Jordan pun langsung berlari membopong tubuh Joanna, dan berniat di bawah Joana ke rumah sakit.


Udah ya gengs ga ada sedih2 sedihan lagi, ga janji maksudnya hahahahahah


Gas komen yoks, ga komen kita musuhan