Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Rencana Baru Nael


Gaby menyandarkan tubuhnya ke dada Nael, ketika Nael mengusap permukaan kulitnya, ia memejamkan matanya menikmati sentuhan Nael yang begitu lembut.


“Apakah sudah lebih rileks?” tanya Nael, Gabby mengangguk, ia menegakkan kepalanya, kemudian menoleh ke arah kiri. lalu memajukan bibirnya dan seketika itu juga Nael langsung mencium bibir Gabby sekilas.


Saat ini, mereka sedang berendam di bathube, dengan posisi Gabby membelakangi Nael, dan Nael memeluk Gabby dari belakang. Tentu saja mereka berendam, setelah melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, mereka memutuskan untuk berendam dengan air hangat agar tubuh mereka terasa lebih rileks.


“Hmm, ini sudah jauh lebih rileks!” kata Gabby.


“Nael, apa ada koki di sini. Aku lapar?” tanya Gabby. “Aaaa!” Tiba-tiba Gabby berteriak ketika Nael menggigit telinganya.


“Kenapa kau menggigit telingaku!” protes Gabby.


“Bukannya kau sudah sepakat untuk tidak memanggilku dengan sebutan nama?”


Nael memprotes Gabby, karena Gabby memanggilnya dengan namanya. Padahal, semalam Gabby sudah sepakat bahwa Gabby harus memanggilnya Daddy.


“Ah, ia maksudku, Daddy.”


“Aku rasa, mereka sudah selesai memasak. Ah, ia. Baby, kau ingin bulan madu ke mana?” tanya Nael, Gabby tampak berpikir. “Bisakah kita secepatnya pulang ke Polandia saja. pekerjaanku begitu menumpuk di sana, belum lagi ada berkas-berkas yang harus aku tandatangani!”


Mendengar jawaban Gabby, Nael menarik tangan Gabby, kemudian mengecupnya. “Baby, bolehkah aku minta sesuatu padamu?” tanya Nael, Gabby menegakkan tubuhnya kemudian menoleh kebelakang.


“Sayang, aku rasa kau tidak perlu lagi repot-repot mengurus perusahaan, nikmati waktu bersama anak-anak. Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi, kita bisa serahkan perusahaan dan rumah sakit dan hal lain yang kau tangani pada orang yang kau percaya atau aku bisa ikut mengendalikannya, keuangan pun akan ada akan tetap ada di tanganmu. Aku hanya akan membantumu mengurusi semuanya. Aku bisa memimpin dua perusahaan sekaligus!” kata Nael.


Namun dibalik itu, Gabby ... Gabriel dan Gisel memiliki tanggung jawab masing-masing untuk mengelola harta milik kedua orang tuanya. Terkadang, Gabby jenuh dengan pekerjaannya, ia ingin menikmati waktu dengan Laura dan Naura. Tapi ia juga sadar, akan tanggung jawabnya.


Dan sekarang, ketika Nael menawarkannya, tentu saja Gabby dengan senang hati melepasnya. “Apa itu tidak merepotkanmu?” tanya Gabby.


“Tidak, Baby. Aku sama sekali tidak repot dan sama sekali tidak keberatan, setelah pulang ke Polandia, nikmati waktu bersama anak-anak. Aku akan memimpin perusahaanku dan juga memimpin rumah sakit dan urusanmu yang lain-lain.”


Gaby menyadarkan tubuhnya kembali ke belakang, hingga Nael kembali mengelus kulit Gaby


“Aku rasa itu ide yang baik, aku ingin menikmati waktu bersama Laura dan Naura. Tapi, apa jika kau memimpin rumah sakit dan perusahaanmu, kau bisa tetap membagi waktumu dengan kami?” tanya Gabby.


“Aku tidak akan pernah membawa pekerjaanku ke rumah, setelah sampai di rumah waktuku untuk kalian,” jawab Nael, membuat Gaby menggangguk patuh.


“Ayo kita keluar dari sini, aku lapar. Setelah itu, berikan waktuku untuk tidur 2 jam!” pinta Gabby.


“Lalu jika kau tidur, Aku harus apa?” tanya Nael.


Gabby ....


Scroll gengs ...