Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Menelpon Greey


Gabby hanya mampu menatap punggung Nael yang terus berjalan keluar dari ruang rawat Setelah itu, dia mengelus perutnya lalu tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


“Its, oke baby. Tidak apa-apa. Jangan sedih kalian masih mempunyai Daddy Gabriel dan kakek.” Gabby berbicara lirih. Ia berbicara dengan hati yang sesedih- sedihnya. Bagimana pun sakit yang ia rasakan. Tapi ia sadar,.ia tidak boleh menyalakan Nael, karena ini adalah salahnya dari ini juga adalah keinginannya.


Gabby melihat kartu nama yang tadi diberikan Nael, yang tak lain adalah kartu nama milik Greey. “Greey beecher, komisaris besar dari Lixels Group.” Gabby membaca kartu nama itu dengan seksama. Nama Greey sudah tidak asing lagi ditelinga Gabby, karena memang jaringan dan koneksi sang ayah pun saling bersahutan dengan perusahaan yang dipimpin oleh Nael.


Perlahan, Gabby mengambil ponsel yang ada di bawah bantal, kemudian ia langsung menyalakan ponselnya lalu mengetik nomor milik Grey.


Setelah beberapa kali berdering, akhirnya panggilannya diangkat, membuat jantung Gabby berdetak dua kali lebih cepat.


“Hallo, selamat siang tuan Grey,” ucap Gabby saat Greey mengangkat panggilannya.


“Ya, selamat siang. anda Siapa?” tanya Grey yang membalas ucapan Gabby.


“Saya Gabby Josephine putri dari Stuard Joesepin. Bolehkah saya minta waktu anda berbicara sebentar? ini ada hubungannya dengan putra Anda,” kata Gabby. Ia berbicara dengan suara yang sangat pelan. Jujur saja, ia sedang menahan tangisnya agar tidak tumpah.


“Apakah kau wanita yang sedang mengandung anak Nael?” tanya Greey.


Gabby kepalanya ke atas, ia berusaha untuk tidak menangis. Ia sudah bertekad untuk tidak menangisi hal apapun lagi. Tapi Sekuat apapun Gabby, menahannya tetap tak bisa. Tangisnya kembali Luruh. Gabby Hanya wanita biasa, tentu saja ada kalanya ia ingin menangis sekencang-kencangnya


Greey mengusap wajah kasar, saat Gaby mematikan panggilan secara sepihak. Padahal Ia ingin berbicara panjang lebar dengan Gabby. Tak lama, Grey terpikirkan sesuatu. Ia baru Mengingat bahwa Gabby menyebutkan nama Josephine di belakang namanya


Seketika wajah Stuard langsung terngiang di otaknya. “Apa dia putri dari Stuard Josephine,” Lilik Greey. Sekarang, ia sadar wanita yang sedang mengandung cucunya adalah putri dari rekan bisnisnya.


Greey kembali melihat ke arah ponselnya, kemudian ia mencoba menelpon Gabby lagi. Ia tidak bisa diam begitu saja, ia harus menemui Gabby.


“Kau menelpon siapa, Dad?” tiba-tiba terdengar suara Grisella dari luar, membuat Greey menoleh.


“Wanita yang sedang mengandung anak Nael menelponku barusan, dan dia mengatakan bahwa aku tidak boleh menekan Nael untuk tidak bertanggung jawab,” ucap Greey, membuat mata Grisella membulat.


“ Ada apa dengan anak itu. Bagaimana mungkin dia menekan Ibu dari anaknya untuk berkata seperti itu.” Grisella tampak geram dengan tingkah sang anak. Ia tidak mengerti bagaimana pikiran Naek.


Scrol gengs. Hari ini aku up3 bab