
“Tuan Kenapa Anda menyuruh saya menikahi Nona Leticia?” tanya Miko yang memberanikan diri berbicara dan bertanya pada Grey. Pandangan matanya menunduk ia tidak berani menatap Greey, untuk pertama kalinya, ia berani bertanya tentang hal pribadi di luar pekerjaannya sebagai sekretaris dan kepercayaan Grey
Greey menatap Miko dengan menyipitkan matanya mencoba menelaah ekspresi Miko, tak lama, ia menggeleng samar saat menyadari sesuatu. “Jadi bagaimana, apa kau mau menikahi Leticia?” tanya Grey seketika Miko kembali menegakkan kepalanya, kemudian menatap Greey.
“Apapun yang anda perintahkan saya akan melakukannya,” jawab Miko, Greey mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Kau tahu bukan konsekuensinya jika kau menyakiti putriku!” Grrey berucap dengan santai. Namun penuh peringatan, membuat Miko lngsung menegakkan tubuhnya
“Saya tidak akan pernah mengecewakan anda.”
“Jadi, kau setuju menikah dengan Leticia?” tanya Grey, Miko mengangguk mantap.
“Bagaimana dengan wanita yang kau cintai?” tanya Grey, seketika Miko terdiam, kemudian menunduk. “Karena saya akan menikahi Nona Leticia. Jadi,.saya tidak perlu lagi melihat ke belakang,” jawab Miko, Greey menutup mulutnya, seraya mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum samar.
“Mungkin kau bisa menghubungi Leticia terlebih dahulu!” kata Grey.
“Baik, tuan! terima kasih!” setelah mengatakan itu, Miko pun bangkit dari duduknya, kemudian ia keluar dari ruangan Grey, membuat Greey menggeleng. Padahal, Ia belum menyuruh Miko untuk keluar tapi Miko Malah keluar dengan sendirinya.
•••
“Naura, Ayo pakai selimutmu. Jangan mbuka mata sebelum aku menyuruhmu!” kata Laura
saat ini kedua anak kembar itu sedang merencanakan sandiwara. Naura akan berpura-pura demam dan Laura akan mengadu supaya ayah mereka cepat pulang.
Mungkin setelah semuanya berlalu di mata kedua anak itu Nael begitu istimewa, mereka seolah ingin menghabiskan waktu yang terlewat hingga mereka tidak ingin jauh-jauh dengan sang ayah.
•••
“Baik-baik, besok Daddy akan pulang. Sekarang di sini hujan badai, kalian bersama nenek dan kakek dulu oke!” kata Nael saat putrinya memanggil Videocall. Secepat kilat, Nael mematikan panggilannya, karena tak kuasa menahan tawa. Ia tahu, kedua putrinya berbohong.
“Dad, kau Kenapa?” tiba-tiba Gaby masuk ke dalam kamar sambil membawa minuman, sedangkan Nael yang sedang berbaring diranjang langsung menatap Gabby dengan tatapan lapar. Bagaimana tidak, Gabby Hanya memakai gaun tipisss
Ya, selama di villa Gabby hanya memakai gaun yang super tipis, tentu saja itu atas perintah Nael. Nael, ingin melihat Gabby memakai gaun favoritnya, beruntung tak ada siapa-siapa di villa itu, hanya ada mereka berdua, karena semua berada di paviliun belakang dan tidak ada yang boleh masuk.
“Dad, ini minumannu.” Nael menerima minuman itu kemudian menenggaknya, lalu menyimpan gelas di atas nakas. Ia menarik tangan Gabby, lalu menepuk-nepuk pahanya hingga kini Gabby berbaring dengan membatalkan paha Nael.
“Kenapa kau tadi tertawa?” tanya Gabby.
“Anak-anak menelponku. Laura mengatakan Naura demam. Tapi, aku tahu mereka berbohong!” balas Nael sambil tertawa.
Gabby menarik tangan Nael, kemudian ia mengecup tangan suaminya. “Besok setelah kita kembali, pasti anak-anak akan merebutmu dariku!” kata Gabby membuat Nael terkekeh. Ini membahagiakan untuknya. Sebab, ternyata semenyenangkan ini menjadi rebutan oleh anak dan istrinya.
Nael mengelus rambut Gabby. Lalu, mengkungkuk mencium bibir istrinya.
“Kita bisa mencuri waktu,”jawab Nael, dia menarik sudut bibirnya. Tantang memegang bahu Gabby, semakin turun semakin turun dan ....
Dan ya begitulah pemirsa hahahahahahaha
scroll