Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Bagaimana jika Aku kalah!


Seketika Gaby bangkit dari duduknya, kemudian ia menghampiri Laura dan Naura. Setelah itu, ia memeluk kedua putrinya dengan sangat erat. Laura dan Naura membalas pelukan sang ibu. kemudian mereka menangis dengan sangat kencang. Hingga beberapa orang yang ada disekitar mereka menoleh.


Kesedihan sangat jelas terasa di ruangan itu. Bukan hanya Gaby, Gabriel dan Gisel yang kehilangan, semua kerabat-kerabat pun juga merasakan rasa sedih yang luar biasa karena sosok Stuart dan Sima adalah sosok yang sangat mereka segani.


“Kita doakan saja, kakek dan nenek agar mereka bisa tenang dan berada di sisi Tuhan,” ucap Gabby saat memeluk Laura dan Naura. sedangkan. Laura dan Naura tak menjawab, mereka menangis sesegukan di pelukan sang ibu.


•••


Gabby mencoba menguatkan dirinya, ia berpegangan pada salah satu tihang. Saat ini, semua sudah berkumpul di pemakaman dan peti Stuard dan Simma akan diturunkan kedalam liang lahat. Laura dan Naura yang berada di sisi Gabby saling menggenggam erat dan saling berpegangan satu sama lain.


Tubuh Laura dan Naura tiba-tiba merasa lemas. kepala mereka terasa berputar-putar, mungkin karena kedua anak kecil itu itu terlalu banyak menangis. Mereka melihat kearah sang Ibu dan berniat mengatakan bahwa mereka merasakan pusing.


Tapi, mereka membatalkan niat mereka, saat melihat sang Ibu yang tampak tak berdaya. Lalu, melihat mereka melihat ke ke arah Gabriel yang juga tanpa terlihat terpukul. Laura dan Naura saling bertatapan, mereka seperti Kehilangan arah. Mereka seperti tak mempunyai tempat bergantung.


Tiba-tiba, Naura melihat kearah Nael yang sedang berdiri di belakang orang-orang yang mengantar ke pemakaman, hingga mata Naura dan mata Nael saling mengunci.


Baru saja Naura ingin menghampiri Nael, dan minta bantuan pada sang ayah karena kepalahya semakin pusing. Tapi, Nael langsung memalingkan tatapannya kearah lain dan memutuskan pandangannya.


Laura menggenggam tangan Naura semakin erat, karena Laura pun melihat kearah Nael. “Tidak papa Naura, mungkin sebentar lagi selesai,” ucap Laura. Seperti biasa, ia menenangkan sang adik


Tak lama, sakit kepala Laura dan Naura semakin terasa nyeri. Higga pada akhirnya, Naura menggenggam tangan sang Ibu. Hingga Gabby tersadar.


“Mommy, kepalaku sakit,” ucap Naura. Seketika, tangis yang sempat mereda kembali terurai saat melihat Laura dan Naura. Gabby membungkuk, kemudian memeluk kedua putrinya.


“Naura ... Laura!” panggil Jeremy dari arah belakang. Jeremy yang baru saja tiba, langsung menghampiri Gabby, Laura dan Naura. Tiba-tiba, kedua anak itu berhampur memeluk kaki Jeremy.


“Tuan, Jeremy maafkan putriku,” ucap Gabby yang merasa tak enak saat Laura dan Naura memeluk Jeremi.


Dengan pelan, Gabby bangkit dan berdiri kemudian, ia menarik tangan Laura dan Naura agar tidak memeluk kaki Jeremy.


“Tidak apa-apa, Nona Gaby. Biar aku yang menjaga Laura dan Naura. Tiba-tiba Jeremy terpekik kaget saat merasakan tubuh Laura dan Naura yang panas.


“Nona Gaby. Sepertinya Laura dan Naura mengalami demam,” ucap Jeremy. “Bagaimana jika aku membawa Laura dan Naura ke rumah sakit. Setelah dari sini kau bisa menyusul kesana!”ucap Jeremy. Gabby tampak berpikir.


“Apakah aku tidak merepotkanmu, Tuan,” tanya Gabby dengan bibir bergetar. Sungguh hati Gaby kembali remuk saat mendengar ucapan Jeremy. Ia juga membayangkan bagaimana jika putrinya hanya Sebatang Kara di dunia ini karena dia kalah melawan penyakitnya.


“Tidak apa-apa, aku akan membawa mereka." Jeremy menoleh ke belakang. Ia memanggil sopirnya untuk menggendong Laura, sedangkan dia menggendong Naura Kemudian mereka pun berbalik dan keluar dari arah pemakaman.


Saat Gabby akan kembali berbalik, matanya tak sengaja menatap Nael yang sedang berdiri dan melihat ke arah Jeremi yang sedang menggendong Laura dan Naura.


Saat Jeremi menggendong putrinya. Mata Nael tak lepas memandang punggung Jeremi. Tak lama, Nael tersadar, kemudian ia berbalik ke depan. Tepat saat ia berbalik, ia melihat kearah Gabby yang juga sedang melihatnya. Hingga tatapan mereka saling mengunci.


Gas komen gengs