Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Tumbang


Gaby menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Rasanya ia ingin segera sampai di rumah Grey, dan kali ini ia akan mengambil sikap tegas. Ia akan bicara pada Grey dan Grisela untuk tidak lagi mengajak Laura dan Naura untuk pergi.


Ini sudah batas kesabarannya. ia tidak ingin lagi kedua putrinya sakit karena sikap ayah mereka, dan ia juga takkan mengijinkan lagi Greey atau keluarga Nael, menjemput Laura dan Naura, ia tidak akan pernah lagi membiarkan kedua putrinya terluka.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang. Akhirnya mobil Gabby sampai di kediaman milik Greey. Penjaga membukakan gerbang. Lalu, mobil Gabby melenggang masuk. Hati Gabby terasa hancur, jantungnya serasa tertusuk godam, saat melihat Laura dan Naura menunggu di luar sambil bergandengan tangan


Seecepat kilat, Gabby turun dari mobil. Hingga, Laura dan Naura langsung menoleh.


“Mommy!” Panggil Laura dan Naura secara bersamaan, mereka Langsung menghampiri Gabby, dan setelah itu Gabby langsung memeluk kedua putrinya.


Sebenarnya tadi Laura dan Naura menunggu bersama Grisela. Hanya saja, Grisela kembali masuk untuk mengambil jaket milik Naura.


“Kenapa kalian menunggu di luar? Kenapa kalian tidak menunggu di dalam di sini dingin,” kata Gabby. Ia berusaha mati-matian untuk menahan tangisnya.


“ Mommy Ayo pulang,” kata Naura lagi yang lebih memilih mengajak Gabby untuk pulang tanpa membalas ucapan sang Ibu.


“Nona Gabby!’ Panggil Grisella dari arah belakang. Gabby tersenyum, kemudian menoleh ke arah kedua anaknya. ”Sayang kalian tunggu di mobil Oke. Mommy akan berbicara dengan nenek!” kata Gabby. Laura dan Naura pun mengangguk, Kemudian mereka pun berlari ke arah mobil.


“Nyonya, Grisell, tanpa mengurangi rasa hormat ku kepada anda dan tuan Greey. Aku mohon, berhenti untuk mengajak Laura dan Naura datang ke rumah ini. Tanpa aku memberikan alasan, anda juga pasti sudah tahu alasanku mengatakan ini pada anda. Jika kalian ingin bertemu dan Laura dan Naura, silakan datang tapi jika ....”


“Nael cukup!” Ia tahu sang anak akan berbicara lagi. Itu sebabnya, ia langsung menghentikan Nael. Mendengar nael berbicara, Gabby tersenyum getir. Selama 8 tahun lamanya, Ini pertama kalinya Nael berbicara padanya. Gaby menegarkan hatinya kemudian menatap Nael.


“Kau tidak usah khawatir. Ini terakhir kalinya kedua , putriku menginjakkan kakinya di rumah ini.” Gabby berucap dengan tenang. Namun, tatapan matanya berapi-api. “Nyonya, Grisella sampai jumpa,” kata Gabby. Setelah mengatakan itu, Gabby pun berbalik kemudian ia langsung berjalan ke mobilnya.


hati Gaby terasa remuk saat masuk ke dalam mobil, hatinya terasa pedih saat melihat kedua putrinya sedang melamun sambil bergandengan tangan.


“Laura ... Naura!” pangggil Gabby menyadarkan kedua putrinya hingga putrinya menoleh.


“Mommy aku tidak mau kembali ke rumah ini lagi. Aku tidak akan pernah kembali lagi ke sini,” kata Naura. Padahal tadi, ia yang sangat bersemangat bertemu sang ayah.


“Ya, Momny. aku juga tidak mau!” kata Laura lagi. Gabby menghela nafas lega, sekarang putrinya sudah mengerti dan sekarang putrinya tidak akan merengek untuk pergi ke rumah Nael lagi.


Gabby mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia menoleh kearah belakang, ternyata putrinya sudah tertidur. tiba-tiba kepala Gabby berputar-putar. Ia memutuskan untuk meminggirkan mobilnya dan, sedetik kemudian, hidung Gabby mengeluakan darah.


•••••