Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Apa yang Terjadi dengannya


“Jadi maksud kalian ....” Miko memegang dinding, wajahnya sudah memucat. Dunianya seakan berhenti berputar, jantungnya berhenti berdetak saat mendengar penuturan suster tentang kondisi Leticia.


Ya, setelah mendesak pihak rumah sakit walaupun di tengah malam, akhirnya suster mau membeberkan apa yang terjadi pada Leticia, mereka mengatakan tentang kondisi Leticia yang sebenarnya.


Saat mendengar apa yang terjadi dengan Leticia rubuh Miko diam membeku, otaknya kosong seketika. Ia tidak mampu mencerna ucapan suster.


Yang membuat Miko terpukul, adalah ketika ia tahu bahwa Leticia pernah kehilangan kandungannya dan yang lebih ia sesali adalah Leticia kehilangan kandungannya ketika ia pergi meninggalkannya selama satu bulan dan Leticia menutup rapat soal itu.


“ kalau begitu saya permisi,” ucap suster tersebut. Seketika Miko tersadar.


“Apa dia tidak melanjutkan pengobatannya di sini?” tanya Miko, suster tampak berpikir.


“Dari info yang ada, Nona Leticia mengatakan akan melakukan pengobatannya di Jepang!” kata suster itu lagi, ia berlalu meninggalkan Miko


Nafas Miko tersendat, rasanya ia kesulitan untuk bernafas. Tiba-tiba tubuhnya ambruk hingga Ia terduduk di kursi tunggu. Miko melihat ke arah kedua tangannya, tanpa sadar, bulir bening terjatuh dari pelupuk matanya. “A-apa yang kau lakukan Miko,” ucap Miko. Rasa bersalah menghantamnya.


Tiba-tiba sekelebat kejadian saat mereka di bandara melintas di otaknya. Saat itu, dengan jelas Leticia menghindari pelukannya. dan ia bisa melihat mata Leticia membasah.


Tidak, ia tidak bisa diam saja seperti ini. Dia harus pergi ke Jepang, ia harus menyusul istrinya. Miko pun bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung keluar dari rumah sakit dan berniat pulang ke apartemennya untuk mempersiapkan semuanya.


Miko menginjakan kakinya rumah sakit tempat Mona praktek, setelah pesawatnya mendarat di Jepang ia langsung terpikiran untuk pergi ke rumah tempat anak kerabat Grey praktek.


“Leticia?” ulang Mona saat Miko mendatanginya. Ia yang baru saja akan pulang karena selesai praktek, menghentikan niatnya kalau kalah ia mendengar dari suster bahwa ada yang mencarinya dan ternyata itu adalah Miko, hingga Mona pun langsung menghampiri Miko.


“Apa kau tau alamat Leticia, apa dia baik-baik saja?”


“Kau sama sekali tidak tahu alamat apartemen istrimu?” tanya Mona, ia. menatap Miko dengan tak percaya Sedangkan Miko hanya terdiam.


“Apakah kau benar suaminya? Bagaimana mungkin kau tidak tahu alamat istrimu sendiri dan bagaimana mungkin kau tidak tau tentang kondisi Leticia yang ....”


Tiba-tiba Mona menghentikan ucapannya, saat mengingat tentang Leticia yang datang kemarin, ia juga teringat tentang kandungan obat tidur yang ada di dalam darah Leticia.


“Sial! Sepertinya dia nekat lagi,” ucap Mona, wajahnya sudah memucat saat membayangkan bahwa Leticia melakukan hal yang nekad.


Secepat kilat, Mona pun berlari tanpa menghiraukan keberadaan Miko, yang di pikirannya adalah memastikan keadaan Leticia, dan Saat Mona berlari, Miko pun ikut berlari, karena yakin, Mona akan menyusul istrinya.


“Bagaimana mungkin kau tidak tahu kondisi istrimu sendiri. Apa kau tau dia mungkin saja sekarang sekarang!” Tanya Mona dengan berapi-api saat ia sedang menyetir mobilnya. Beruntung tidak Miko sempat mengejar Mona, hingga ia bisa ikut dalam mobil Mona untuk melihat Leticia.


Gengs dua bab dulu, satu bab lagi nanti nyusul