
“Laura! kemari kau!” teriak Naura saat masuk ke dalam.
“Sayang tolong aku!” Laura berteriak kemudian wanita itu berbalik kemudian naik kembali ke tangga untuk menyusul suaminya.
Habislah dia jika Naura mengamuk padanya, apalagi kekuatan Naura jauh lebih besar daripada dia, belum lagi Naura juara taekwondo, bisa remuk tubuhnya jika sampai saudara kembarnya mendapatkannya.
“ Sayang tolong aku!’ teriak Laura lagi. Andre yang baru saja keluar dari ruang kerjanya langsung menangkap tubuh Laura yang berlari ke arahnya
“ Sayang ada apa?’ tanya Andre.
“Daddy, lihat dia datang!” teriak Laura sambil sembunyi di belakang tubuh suaminya.
“Naura ada apa?” tanya Andre.
“Ada apa kau bilang!” teriak Naura. Dia memukuli tubuh Andre hingga Laura langsung maju.
“Jangan menyentuh suamiku!’ teriak Laura seperti biasa, insting Laura langsung keluar jika Andre disentuh oleh Naura.
“Kau tidak jelas sekali!”!ucap Laura semakin menambahkan kemarahan di diri Naura..
“Tidak jelas kau bilang!” teriak Naura, dia langsung berkacak pinggang saat mendengar ucapan Kakak kembarnya.
“Kau merahasiakan Alvaro Belum menikah dariku selama ini?” tanya Naura.
“Itu bukan usulku, itu usul Andre. Andre tidak boleh memberitahukan pa ....” seketika Laura menghentikan ucapannya saat Andre melihat padanya.
“Kenapa kau jadi menyalahkanku sayang? kau sendiri yang meminta aku untuk merahasiakan ah ....” tiba-tiba Andre meringis saat Laura mencubit pinggangnya.
Ya, Laura memang tahu dari awal, hanya saja dia senang ketika melihat ekspresi Naura yang terlihat sedih.
Naura meredam semua emosinya, dia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. “Laura, kenapa kau merasakan ini dariku? kau tahu bukan selama ini aku merana dan .....”
”Lihat-lihat kau mengakui kan bahwa kau merana.”
“Ia aku mengakui sekarang aku merana dan kau malah tega padaku?” tanya Naura.
Andre menggeleng saat melihat perdebatan istri dan adik iparnya, dia pun berencana untuk pergi. Namun saat dia memilih untuk pergi, dia terpekik saat Laura menarik bajunya.
“Daddy, jangan tinggalkan aku dia akan menghajarku nanti!’ kata Laura
“Jadi sekarang kau ingin kita bagaimana?” tanya Andre.
“Sungguh aku ingin menghajar kalian berdua.” kata Naura lagi.
“ Sayang ayo lari!” Andre tiba-tiba menarik tangan Laura, lalu mereka pun berlari sambil tertawa meninggalkan Naura yang kesal Setengah mati.
***
Alvaro memacu mobilnya dengan kecepatan yang sedang, akhirnya dia selesai mengurus semuanya, dia dan Naura besok akan menikah di biro pencatatan sipil dan mereka akan menggelar resepsi setelah semuanya selesai.
Saat ini, Alvaro sedang pergi ke rumah Laura untuk menjemput Naura, dia sengaja membawa mobil yang lain dan ia akan mengambil mobilnya yang tadi dipakai Naura nanti
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang akhirnya mobil yang dikendarai oleh Alvaro sampai di kediaman Laura. Setelah menekan klakson dan gerbang terbuka, Alvaro pun kembali menjalankan mobilnya untuk masuk.
“Kenapa kau sendiri sayang? mana Laura dan Andre?” tanya Alvaro saat masuk, ternyata Naura sedang duduk di ruang tamu.
“Entahlah mereka bersembunyi di mana,” Jawab Naura karena memang sedari tadi berlari Andre dan Laura tidak keluar dari kamar mereka, hingga Naura menunggu di ruang tamu.
“Tunggu, Kenapa kau menyusul kemari?” tanya Naura yang baru sadar kehadiran calon suaminya.
“ Aku baru saja selesai mendaftarkan semuanya kita bisa menikah besok.”
“Benarkah?” raut wajah Naura terlihat berubah, kekesalannya pada Laura dan Andre seakan hilang begitu saja
“Ayo kita pulang aku ingin melihat Ameera.”
“Hmm, aku juga harus berbicara pada Mommy dan Daddy. Tapi bagaimana kau menjelaskan pada Mommy dan Daddy.’
“Mommy dan Daddy juga tau.”
“ Hah! Jadi selain Laura dan Andre, Mommy dan Daddy juga tau?"
“Hmm, mereka tau.”
Naura bisa saja berteriak pada Laura dan Andre karena kesal. Tapi, mana Mungkin dia bisa marah pada kedua orang tuanya.
Alvaro mengulurkan tangan pada calon istrinya, lalu mereka pun keluar dengan bergandengan tangan, terlihat Naura berjalan dengan girang.
Laura berdecak sinis saat melihat pemandangan di bawah, ternyata sedari yadi mereka melihat Naura dari atas. “Lihat ... Lihat, dia senang sekali,” jawab Laura, membuat Andre menoleh.
“Kau sirik, apa selama ini aku kurang memberimu cinta?”
****
Alvaro Naura saling berhadap-hadapan, mereka sama-sama tersenyum. Alvaro membuka tudung penutup wajah Naura, matanya tampak berkaca-kaca saat melihat wajah Naura cantik. perjuangan Alvaro tidak sia-sia, mencintai Naura bertahun-tahun, akhirnya cintanya berbalas dan sekarang Naura resmi menjadi istrinya.
Nauder memegang dadanya yang terasa sesak saat melihat Alvaro dan Naura keluar dari biro pencatatan sipil. Sepertinya Alvaro masih memegang dendam pada Nauder hingga dia memberitahukan pernikahannya pada Nauder karena ia tau Nauder masih mencintai istrinya.
Awalnya Nauder tidak ingin datang. Namun hati kecilnya ingin melihat Naura hingga pada akhirnya walaupun sakit dia tetap datang ke biro pencatatan sipil, hatinya benar-benar terasa remuk ketika Naura memakai gaun sambil menggenggam tangan Alvaro terlihat jelas bahwa keduanya sangat bahagia.
7 tahun kemudian
“Ameera Kau ini tidak boleh berpacaran. Kau ini masih 15 tahun. Bagaimana mungkin kau berpikiran untuk berpacaran.”
Naura menceramahi putrinya membuat Ameera tertunduk. “Tapi kan, aku sudah remaja dan aku mulai menyukai ....”
“Ameera kau berani membantah?” tanya Naura.
“ Ada apa ini?” terdengar suara Alvaro dari Arah luar membuat Ameera, menoleh lalu menghampiri sang ayah.
“Putrimu sudah berpacaran, Dad. Bagaimana mungkin dia bisa berpikir untuk berpacaran.”
“Oh Sayang, ayolah jangan terlalu kolot dia kan hanya berpacaran.”
“Dad, apa kau tau dia dan pacarnya bolos sekolah hanya karena ingin pergi menonton konser.”
Alvaro langsung menoleh ke arah Ameera.
“Benar apa yang di katakan Mommy?” tanya Alvaro. Ameera menggigit bibirnya.
“Maafkan aku mommy ... Daddy.”
Amira pun langsung berlari karena dia takut diamuk oleh sang ibu.
“Sayang sudahlah bilang terlalu keras pada Ameera.”
“Tidak bisa begitu, Dad.”
“Umurnya sudah 15 tahun, tidak ada salahnya bukan dia dekat dengan lelaki.”
“Kau selalu saja begitu, kau tidak sayang padaku?” tanya Naura, membuat Alvaro serba salah.
“Sayang bukan begitu ...’
“ ah sudahlah Kau menyebalkan,” sekali Naura membuat Alvaro menggeleng, hormon ibu hamil memang benar-benar harus membuatnya ekstra sabar, karena memang Naura sedang mengandung anak ke 3 mereka.
Elsa dan Nauder terdiam di sofa, akhirnya teka-teki kenapa Nauder bersikap acuh selama dua bulan ini mulai
terbongkar. Dan sekarang ia harus menerima kenyataan yang menyakitkan, ketika sekarang Nauder berkata akan menceraikannya karena dia dinyatakan sulit mempunyai anak.
Setahun setelah Naura dan Alvaro menikah, akhirnya nauder pun menikahi Elsa karena dia menyadari bahwa dia pun mulai tertarik pada wanita itu, awalnya pernikahan mereka berjalan lancar mereka yang awalnya seperti tikus dan kucing perlahan mempunyai keluarga yang harmonis.
Namun di tahun ke 5 pernikahan mereka, Nauder mulai jenuh karena Elsa tidak kunjung mengandung dan Nauder tau, mereka tidak akan pernah mempunyai anak.
1 tahun lalu, mereka mengetahui bahwa masalahnya ada di Elsa. Elsa dinyatakan sulit untuk mempunyai keturunan karena riwayat lamanya, awalnya Nauder bisa menerima dan percaya bahwa mereka akan hidup bahagia tanpa seorang anak.
Namun sayangnya batin nauder tidak sekuat itu karena faktanya dia kerap ingin mempunyai seorang anak. Namun sayangnya Elsa tidak bisa memberikan itu padanya, hingga pada akhirnya setelah berpikir matang-matang, Nauder memutuskan untuk menceraikan Elsa dan dia akan menikah dengan wanita lain.
Nauder masih mencintai Elsa, hanya saja dia benar-benar jenuh dan Nauder berpikir jika ia menikah dengan wanita lain, ia akan dengan cepat melupakan Elsa karena pasti wanita yang akan menjadi istrinya akan memberikan anak padanya, sedangkan Jika ia terus bersama Elsa ia akan terus kesepian, begitulah pikir Nauder
“Kau tidak perlu khawatir, aku akan menjamin semuanya. Kau bisa memperoleh seperempat hartaku dan yang terpenting kau tidak akan kekurangan.”
Elsa mengangkat kepalanya, dia menatap Nauder dengan santai, walaupun hatinya bergemuruh. Awalnya ia ingin mempertahankan hubungan pernikahannya dan menyarankan untuk mengadopsi anak saja. Namun melihat raut wajah Nauder, Elsa mendadak mengerti sesuatu.
“Apa kau sudah menemukan penggantiku?” tanya Elsa, dia berusaha sesantai mungkin walaupun hatinya hancur lebur.
“Kami belum sedekat itu,” jawab Nauder, dia tertarik pada seorang model yang menjadi ambassador di mall miliknya, tapi mereka hanya sebatas Saling mengenal. Namun, Nauder bisa melihat bahwa model itu tertarik padanya.
“Baiklah. Tapi bolehkah aku mengajukan syarat?”
“ kenapa kau harus mengajukan syarat Aku sudah memberi separuh hartaku.”
“ Aku tidak ingin harta, anggap ini bayaran karena aku telah bersamamu selama 6 tahun ini.”
“Jadi apa yang kau mau.”
“Biarkan selama sebulan ini aku menjadi sekretarismu lagi dan setelah itu aku tidak akan menghalangimu untuk menikahi kekasihmu wanita yang kau mau,” jawab Elsa.
'Cih, kau ingin meninggalkanku setelah aku mengabdi padamu. Lihat saja, akan ku buat kau jatuh cinta lagi padaku dan setelah kau jatuh cinta lagi padaku, aku lah yang akan meninggalkanmu.’ Elsa membatin, dia selalu melawan siapa pun orang yang menyakitinya dan inilah cara Elsa untuk membalas Nauder. Dia tidak akan seperti wanita lain yang pasrah. Dia benar-benar akan membalas suaminya, membuat Nauder merasakan rasa sakit yang sama.