
Miko menggulingkan tubuhnya ke samping, ia lalu menatap ke langit-langit dan berusaha mengatur nafasnya, begitupun Leticia yang juga mengatur nafasnya.
Nafas mereka sama-sama terengah-engah, karena mereka baru saja mencapai puncaknya bersama. Bahkan sekarang, mereka benar-benar kelelahan.
Bagaimana tidak, mereka benar-benar menguras tenaga mereka masing-masing dan entah berapa lama mereka bermain, hingga tubuh Leticia rasanya begitu remuk, ia seperti habis berlari berjam-jam, berbeda dengan Miko yang masih bertenaga. Bahkan sekarang, Leticia merasakan matanya memberat, ia benar-benar kelelahan.
Setelah 10 menit kemudian, setelah bisa mengatur nafasnya, Miko menoleh ke arah Leticia, ia terkekeh karena mata Leticia sudah terpejam, kemudian Miko melihat ke arah seluruh tubuh istrinya. Lalu tersenyum bangga ketika seluruh tubuh Leticia penuh dengan jejak merah buatannya.
Miko merubah posisinya menjadi menyamping, ia menyangka kepalanya dengan satu tangan dan kemudian, ia melihat wajah Leticia yang terpejam, tatapan mata Miko terus melihat istrinya yang sedang memejamkan mata.
Miko mengelus pipi Leticia, ia tersenyum kemudian mengecup pipi istrinya. “Kau begitu cantik!” lirih Miko, kemudian ia kembali berbaring dengan posisi telentang. Lalu melihat ke arah langit-langit, kemudian tertawa, ia menertawakan kebodohanya.
Bagaimana mungkin ia bisa begitu bodoh menyia-nyiakan istrinya yang sangat sempurna dan sekarang, ia merasakan benar-benar bahagia karena bisa bertemu dengan Leticia.
••••
waktu menunjukkan pukul 09.00 malam, Leticia mengerjap, Ia membuka matanya kemudian menyipitkan matanya karena cahaya langsung menyapa penglihatannya
Ia melihat ke arah jam dinding, ternyata waktu menunjukkan pukul 09.00 malam, berarti ia sudah tertidur selama 4 jam tak lama terdengar suara tawa yang cukup menggema, hingga Leticia tersadar, kemudian menoleh ke belakang.
Seecepat kilat, Leticia pun bangkit dari berbaringnya, kemudian ia langsung turun dari ranjang lalu menghampiri Miko yang duduk di sofa. Secepat kilat, Leticia menutup laptop, lalu mengambil laptopnya dari tangan Miko.
“Berani sekali kau membuka laptopku!” pekik Leticia, Miko masih tak bisa menghentikan tawanya karena melihat isi dari laptop istrinya .
Ternyata di balik sikap dingin Leticia, Leticia melakukan hal yang di luar dugaannya. Bahkan ia tidak menyangka istrinya melakukan itu.
“Lancang sekali kau membuka laptop tanpa ijinku.” wajah Leticia memerah, ia bahkan tidak berani menatap Miko, hingga sepersekian detik, ia sadar bahwa tubuhnya masih polos. Secepat kilat, Leticia berlari menyimpan laptopnya di ranjang, kemudian ia mengambil pakaian. Lalu setelah itu memakainya di kamar mandi.
10 menit berselang, Leticia keluar dari kamar mandi, saat keluar dari kamar mandi, matanya langsung bersih bobrok dengan Miko yang menatapnya.
Miko menutup mulut dan Leticia tau, bahwa Miko sedang menahan tawa. Ia memejamkan matanya, Kenapa ia bodoh sekali tidak menghapus folder itu, karena faktanya di laptop Leticia tersimpan semua foto Miko selama setahun terakhir.
Ya, tanpa pengetahuan Miko, Leticia menyuruh sekretaris Miko untuk mengawasi Miko dan mengirim foto-foto Miko kepadanya, termasuk kegiatan Miko dan tentu saja ketika Miko memergokinya, ia merasakan malu bukan main. Apalagi selama setahun ini, ia mati-matian bersikap dingin. Tapi ternyata, suaminya malah mengetahui apa yang ia lakukan.
Scroll gengs