
Mata Laura dan Naura membeliak saat melihat ayah mereka. Tubuh kedua anak kecil itu menegang. Bahkan beberapa kali Laura mengucek matanya, karena tidak percaya ayah mereka datang.
“ Mommy!” Panggil Laura dengan bibir bergetar. Ia langsung memanggil Gabby. Laura teringat, Ketika sang ayah menertawakannya saat ia hampir tenggelam dan ia tidak mau sekarang ayahnya menertawakan ia dan adiknya sedang terbaring.
Seketika seluruh ruangan menjadi hening, Grey menatap Grisella yang juga sedang menatap ke arahnya. Lewat matanya Greey mengisyaratkan agar mereka keluar dari ruangan, agar bisa memberi ruang bagi putranya.
Hati Greey menghangat, ketika putranya sadar. Entah keputusan apa yang akan diambil Laura dan Naura. Tapi yang terpenting, Nael sudah menyadari kesalahannya dan sudah membuka hatinya untuk Laura dan Naura.
Gaby yang dipanggil oleh Laura menghampiri Laura, “Mommy tolong! tutup tubuhku dengan selimut,” pinta Laura. Ia tidak ingin sang ayah melihatnya keadaannya, apalagi bisa dibilang rambut Laura sudah menipis bahkan hanya tinggal beberapa helai saja, sedangkan Naura tidak bereaksi sedikitpun. Ia menatap Nael dengan tatapan asing.
Padahal, sedari dulu. Dialah yang selalu berusaha mendekatkan dirinya dengan Nael, berbeda dengan Laura yang sedikit acuh.
Hati Nael hancur saat melihat kedua putrinya menatapnya dengan asing..Sebelum Gaby melakukan perintah Laura, Nael sudah terlebih dahulu maju. Ia langsung pergi kearah berangkat Laura.
Semua orang yang ada di sana terperanjat kaget, karena Nael langsung memeluk putrinya lalu menangis sesegukan. Gabby membulatkan matanya, ia menutup mulut saat melihat Apa yang dilakukan Nael. Ia tidak menyangka, Nael akan melakukan seperti ini. Sedangkan Grisella dan Greey langsung keluar dari ruang rawat cucu mereka.
Nael menatap Laura dalam-dalam. Jantungnya berdebar tak karuan saat melihat putrinya menatapnya dengan tatapan asing. “Laura!” Nael menciumi seluruh wajah putrinya. sedangkan Laura tidak bereaksi sedikitpun begitupun, dan Naura memalingkan tatapannya ke arah lain, Ketika sang ayah sedang menghampiri berangkar aura.
“Laura ini Daddy,” kata Nael llagi, saat Laura tidak menjawab. Tapi, nihil Laura sama sekali tidak bereaksi. Tatapan matanya seolah ia tidak mengenal sang ayah.
Nael menatap ke arah berangkar Naura, seketika itu juga Nael langsung menghampiri brankar Naura. “Na-naura.” Nael menggegam tangan Naura. Namun, Naura menarik kembali tangannya.
”Naura!” panggil Nael. Ia mengusap pipi Naura jantung lahir serasa ditusuk ribuan jarum ketika wajah putrinya begitu tirus dan sialnya, ia tidak tahu masa-masa kritis putrinya.
“Kami masih sehat, kami tidak akan sakit. Paman tidak akan bisa menertawakan kami.” Toba-tiba Naura mengatakan hal yang diluar dugaan, gadis kecil itu seolah sedang meluapkan amarahnya pada Nael. Walaupun kata-kata Naura cukup sederhana. Tapi mampu menggetarkan hati siapa saja yang mendengarnya.
“Naura!” Panggil Nael bibir bergetar.
Gabby yang sedari tadi diam menyaksikan hanya bisa diam mematung. Ia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi
”Mommy Aku ingin tidur!” tiba-tiba Naura memanggil Gabby dengan suara yang super pelan. Hingga geby tersadar, ia menghapus sudut matanya yang berair, kemudian ia menghampiri Naura.
“Nael bisakah kau tinggalkan ruangan ini
terlebih dahulu. Mungkin kau bisa berbicara lagi nanti setelah Laura dan Naura tenang.”
“Ga-Gabby.” Nael hanya mampu memanggil nama Gabby. Ia tersentak kaget saat melihat reaksi Gabby, Gabby tidak melarangnya bertemu dengan Laura dan Naura padahal selama bertahun-tahun, ia sudah memberikan luka yang teramat hebat.
Gas Komen Gengs, ga komen up libur hahaha