
Mendengar ucapan Gabby, seketika Arsen bangkit dari lantai, kemudian ia menatap Gabby dengan tatapan tak percaya. Bagaimana mungkin, Gabby memecatnya dari firma hukum yang selama ini menaunginya.
Selama ini, ia terbiasa memegang kendali atas apapun. Ia menjadi komisaris besar di Firma hukum Stuard, dan barusan Gabby memecatnya, pertandanya ia tidak bisa lagi menikmati kemewahan yang ditawarkan oleh Firma hukum yang selama ini ia kelola.
“Apa maksudmu, Kenapa kau memutuskan itu! Kau tidak bisa memutuskan seenakmu. semua harus melalui tanda tanganku!” kata Arsen dengan nada Arogan yang kentara. Padahal, beberapa menit lalu, Arsen masih patuh kepadanya. Tapi, Arsen langsung berubah ketika ia membahas soal harta.
Gabby tesenyum getir, hanya sebatas inikah cinta Arsen untuknya. 13 tahun bersama, ternyata Arsen hanya melihatnya sebatas materi. Dan sekarang semuanya terbuka, saat Arsen tidak menerima, bahwa Gabby memecatnya.
“Kau tidak terima?” tanya Gabby. Rasanya, ia ingin menangis sekencang-kencangnya, ketika melihat Arsen saat ini. Saat ini, ia seperti tidak mengenal suaminya. Dulu, Arsen begitu manis, begitu baik dan penyayang.
Tapi setelah ia membahas tentang harta, Arsen berubah. Sekarang, Gabby yakin, Arsen tidak mencintainya dengan tulus, Arsen hanya dan mencintai kemewahan yang ditawarkan oleh keluarganya.
“Kenapa? kau keberatan?” tanya Gabby lagi.
“Jelas, aku keberatan. Aku yang memajukam Firma hukum itu, dan aku tidak terima kau memecatku hanya karena masalah pribadi,” jawab Arsen. Seketika Gabby tertawa nyaring..Ia bisa saja tertawa. Tapi hatinya begitu pedih, hanya sebatas inikah cinta Arsen yang selama 13 tahun ini mereka bangun. Hingga saat ini, Arsen terlihat sangat Arogan, walaupun sudah melakukan kesalahan fatal kepadanya.
“Baik, aku tidak akan memecatmu. Biarkan Daddyku yang memecatmu, dan setelah Daddyku memecatmu, maka aku akan meminta Daddy untuk menggulingkan perusahaan ayahmu. Itu yang kau mau?” tanya Gebby.
Seketika kesombongan dan kearogan yang barusan di tunjukan oleh Arsen runtuh, Saat Gabby membawa nama perusahaan ayahnya. Karena Arsen tahu betul, tanpa dukungan dari Stuard, perusahaan ayahnya, takan berkembang. Dan jika Stuard sudah bertindak, maka semuanya selesai untuknya dan untuk keluarganya.
Seketika, Arsen berlutut di hadapan Gabby. “Gabby, ampuni aku. Maafkan aku, aku berjanji aku akan memperbaiki semuanya. Tapi tolong, jangan hukum aku seperti ini. Aku akan meninggalkannya dan akan kembali setia padamu,” ucap Arsen, membuat Gabby tersenyum getir.
Ternyata, selama ini hanya ialah yang tulus mencintai Arsen, tanpa melihat status Arsen, berbeda dengan Arsen yang melihat Gabby dari kemewahan yang dimiliki oleh keluarganya.
Mungkin jika, Gabby bukan anak dari Stuard Josephin, Arsen tidak akan seperti. Gabby menghela nafas, kemudan menghembuskannya.
Seketika Arsen bangkit dari duduknya, kemudian Ia memakai kemejanya.
“Ayo kita pulang!” ajak arsen dengan percaya diri. Namun Gabby, menggeleng.
“Mana kunci mobilmu?!” tanya Gabby. Dengan polosnya, Arsen memberikan kunci mobilnya pada Gabby.
“ Aku tidak ingin kau memakai mobilku lagi, kau harus pulang dengan berjalan kaki. Begitu pun seterusnya, tidak ada kemewahan lagi untukmu, Kau harus berusaha sendiri, tanpa fasilitas apa pun,” ucap Gabby, membuat mata Arsen membulat.
“Ga-Gabby!” panggil Arsen terbata-bata. Ia berusaha mengaiba pada istrinya. Namun Gabby tak tersentuh.
Seketika itu juga, Gabby maju ke arah Kristine yang masih terduduk dilantai. “Aaaa!” Kristine
berteriak, ketika Gabby menginjak tangannya dengan dengan sepatu dan menggesek-gesekkannya ke lantai, hingga rasa sakitnya semakin menjadi-jadii.
“Ingatlah, Kristin. Kau sedang berhadapan dengan Gabby Josepin, maka bersiaplah untuk menerima hasil apa yang kau tanam.”
Gas komen,gengs.
Tenang ya gengs, Gabby ga maafin Arsen kok.
Gengs follow Instagramku ya. DewiKim243 nanti aku bikin vidio tentang Gabby sama Visualnga.