Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Tentang Nael dan Hatinya


“Kau mau ke mana?” tanya Jordan ketika Nael bangkit dari duduknya.


“Aku mau pulang, tidak ada gunanya disini bersamamu," omel Nael. Ia langsung berbalik kemudian berjalan dan keluar dari apartemen sahabatnya. Tadi, moodnya sudah membaik. Tapi karena Jordan memanggilnya ke apartemen dan membahas tentang Kania, mood Nael kembali memburuk.


Saat berada di dalam lift, nael menyandarkan tubuhnya, ia mengetuk-ngetuk kepalanya ke belakang. Tiba-tiba, Nael menegakkan tubuhnya, kemudian memencet tombol lift untuk ke atap. Dimana dia bisa merokok dan berpikir bebas. Ia lebih memilih mendinginkan otaknya di atap apartemen Jordan sebelum pulang ke rumah.


Setelah sampai di atap, Nael meraba-raba sakunya, kemudian ia mengambil rokok, lalu menyalakan rokok tersebut dan menghisapnya. Tatapan matanya lurus ke depan, wajahnya berubah sendu ketika mengingat soal Kania.


Kania, adalah wanita yang selama ini mengisi hatinya. Ia, Kania dari Jordan adalah sahabat sedari mereka remaja. Seiring berjalannya waktu, perasaan Nael untuk Kania mulai tumbuh, apalagi mereka sering menghabiskan waktu bersama.


Saat lulus kuliah, Nael berencana untuk mengatakan perasaannya pada Kania. Tapi belum ia mengatakannya, ia harus mendengar kenyataan yang sangat menyakitkan tentang Kania yang sudah hamil oleh pacarnya.


Tak bisa dibayangkan hancurnya hati Nael, saat itu. Nael sama sekali tidak tahu bahwa Kania sudah memiliki kekasih, karena Kania tidak pernah bercerita, dan kenyataan itu begitu memukul Nael.


Saat itu, kekasih Kania tidak mau bertanggung jawab, dan pada saat ia mengetahui bahwa kekasih Kania tidak mau bertanggung jawab. Nael maju, ia berkata dengan lantang bahwa ia akan menikahi Kania dan bertanggung jawab tentang kehamilan sahabatnya.


Tapi Kania menolak, Kania memilih mengejar kekasihnya yang tidak mau bertanggung jawab. Hingga akhirnya, kekasihnya mau menikahinya dan setelah mereka menikah, mereka tinggal di Amerika.


Beberapa tahun berlalu, Nael masih mencintai Kania. Ia tak bisa melupakan sosok Kania sedikitpun. Nael pikir, Kania tidak akan bahagia dengan pernikahannya, karena pada awalnya kekasihnya tidak ingin bertanggung jawab. Tapi ternyata, ia salah. Kania terlihat sangat bahagia bersama keluarga kecilnya.


Dan barusan, Jordan mengatakan bahwa Kania akan datang lagi ke Rusia. Tentu saja ini begitu menyakitkan bagi Nael. Beberapa kali Nael mencoba untuk melupakan Kania dan berkencan bersama gadis-gadis lain. Tapi tak bisa, nama Kania tidak tergeser dan entah kapan, ia bisa melupakan wanita itu.


Lamunan Nael buyar, ketika mendengar suara derap langkah, hingga ia menoleh kebelakang. Nael mengerutkan keningnya, saat melihat dokter yang mengoperasinya yang datang ke atap.


Saaat melihat Gabby, Nael langsung bersembunyi di balik tembok. Entah kenapa dia penasaran dengan Gabby yang berjalan sambil menangis.


Saat pulang dari rumah, Gabby meminta Gabriel untuk mengantarkannya ke apartemen Gisel yang ternyata berada di satu gedung dengan apartemen Jordan.


Gabby memutuskan untuk pulang ke apartemen Gisel, karena ia belum sanggup pulang ke rumah. Dan saat di dalam lift, Gaby memutuskan untuk pergi ke atap, karena ia ingin menangis sekencang-kencangnya.


Karena hanya di atap lah dia bisa berteriak sepuasnya, melampiaskan amarah dan emosinya.


Tadi saat di rumah sakit, Gabby bisa saja bersikap arogan pada Agnes. Tapi, saat ia sendiri. Rasa sakit itu kembali membayanginya. Hingga ia ingin berteriak sekeras-kerasnya.


3 bab lho Bun, gas komen gengs. Gas like, ga komen besok up satu bab ahhahahahaha