
“Paman hentikan aku mohon, hentikan!” teriak Leticia ketika Miko menjalankan mobilnya dengan sedikit cepat. Tapi seperti biasa, Miko tidak menggubris ucapan Leticia..
Tatapan mata Miko lurus ke depan, ia sama sekali tidak terpengaruh dengan Leticia yang berteriak, membuat Leticia benar-benar kesal. Secepat kilat, Leticia menarik tangan Miko hingga Miko langsung terperanjat kaget dan otomatis membanting setir ke kanan, hingga Leticia langsung terhuyung ke samping. hingga kepalanya mengenai jendela.
“Auhhhhh!” Leticia meringis saat kepalanya terbentur. Tentu saja itu hanya acting.
“Anda tidak apa-apa, Nona?” ucap Miko, membuat Leticia menoleh. Lihatlah, bagaimana dia akan menikah dengan lelaki seperti ini. Bahkan ketika kepalanya sakit tidak ada sedikitpun raut khawatir di wajah Miko. Padahal Ia sudah berakting senatural mungkin agar terlihat sakit, tapi seperti biasa, lelaki di sampingnya ini tetap datar.
“Kepalaku sakit! apa paman tidak bisa menyetir dengan benar!” kata Leticia. Entah kenapa, ia begitu marah dan begitu kesal saat meladeni tingkat sekretaris ayahnya. Padahal, dulu ia sama sekali tidak seperti ini. Bahkan, ia jarang sekali bertegur sama dengan Miko.
Tapi entah kenapa, sekarang rasa kesalnya berada di ubun-ubun. Ia merasa kesal, dengan hanya melihat wajah Miko.
“Nona saya akan membawa anda ke rumah sakit!” mata Miko, membuat mata Leticia membulat.
“ Kenapa manusia ini tidak peka sekali!” gerutu Leticia, di satu sisi ia kesal karena Miko kekeh mengajaknya menikah. Tapi di sisi lain, Ia juga kesal karena Miko tidak memperhatikannya. Padahal Ia sudah berpura-pura merasakan sakit di kepalanya akibat benturan.
Pada akhirnya, Leticia terdiam. Ia tidak mau lagi menjawab pertanyaan Miko karena ia takut Miko semakin menggila sama seperti tadi. Tiba-tiba, satu ide terlintas dalam otak Leticia membuat ia menyeringai.
“Paman tunggu saja di sini, aku akan masuk ke dalam seorang diri. Aku tidak mau paman mengikutiku!” kata Letisya dengan ketus. entahlah setiap melihat wajah Miko yang datar. Rasanya, Leticia ingin sekali mencakar wajah sekretaris ayahnya.
“Silahkan, Nona!” balas Miko, secepat kilat, Leticia pun pergi dari hadapan Miko. Namun tak lama, ia menghentikan langkahnya kembali, lalu menoleh. Matanya membulat ketika melihat Miko ternyata mengikutinya.
“Sudah kubilang. Aku ingin sendiri jangan mengikutiku!” kata Leticia, ia menatap Miko dengan sebal..
“Saya tidak mengikuti anda, Nona. Saya juga ada urusan di rumah sakit ini,” jawab Miko. Leticia benar-benar ingin menjambak rambut sekretaris ayahnya.
“Terserah Paman saja!”Leticia pun berbalik, kemudian ia langsung masuk ke dalam rumah sakit. Saat sudah mengambil nomor antrian, Leticia melihat kesana kemari, kemudian menghela nafas saat Miko tidak terlihat lagi. Rupanya, benar Miko memang tak mengikutinya.
Saat ia masuk ke dalam ruangan, ia kembali menoleh ke belakang memastikan Miko tidak melihatnya, dan ketika ia tau Miko tidak ada di belakangnya, Leticia kembali berjalan dan tidak jadi masuk ruangan dokter. Tujuannya adalah pergi dan menghilang sementara waktu.
Ia sungguh akan gila, jika terus bertemu Miko, dan rasaya sungguh mengerikan ketiak ia harus menjadi istri Miko.
Scroll gengs