
Gengs, ini bab pendek ya aku mau urusin setrikaan dulu, besok aku up panjang
Elsa baru saja keluar dari mobil Damian, lalu
menoleh ke belakang karena merasa ada yang mengikutinya. Jujur saja dia merasa takut karena itu anak buah Sandra lagi. Namun di sisi lain, Dia merasa bahwa orang yang mengikutinya bukan orang suruhan Sandra.
Sebab saat dia keluar dari rumah sakit dan saat mulai bekerja, dia sudah merasa diikuti. Tapi orang yang mengikutinya tidak pernah melukainya. Elsa masih berusaha tenang dan tidak mengatakan apapun pada Damian.
Saat ini, dia berencana untuk menangkap orang yang mengikutinya itu sebabnya dia melarang Damian untuk mengantarkannya ke apartemen,_ saat keluar dari lift, Elsa berpura-pura memainkan ponselnya dan dia juga mendengar lift yang berada di sebelahnya juga berbunyi, pertanda ada orang yang keluar dari lift tersebut dan Elsa yakin, orang itu adalah yang mengikutinya.
Saat Elsa berbelok, Elsa sengaja mengentikan langkahnya, dia bersembunyi di sisi hingga lelaki itu melewatinya dan tidak menyadari kehadirannya.
“Akhirnya kau tertangkap juga,” ucap Elsa ketika pria itu melewati tubuhnya dan menyangka Elsa sudah berjalan. Mata anak Nauder membulat saat ia terpergok.
“Apa maksudmu?’
“Kau pasti yang mengikutiku, kan?” Elsa mengambil tasnya kemudian dia memukuli tubuh Gio. “Berani sekali kau mengikutiku, siapa yang menyuruhmu!” Elsa berteriak seraya memukuli tubuh lelaki itu, sedangkan Gio tidak bisa melawan, bisa di hajar dia oleh Nauder jika menyentuh Elsa.
10 menit kemudian, Elsa berhenti memukuli lelaki itu karena dia mulai merasa lelah, dia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya menetralkan nafasnya karena dia benar-benar memukuli Gio dengan keras dan dipenuhi dengan emosi, seolah melampiaskan dendamnya karena Gia sudah mengikutinya dan membuatnya resah.
Sedangkan Gio, dia bahkan tidak bergerak sedikit pun. “ Siapa yang menyuruhmu?” tanya Elsa.
Tiba-tiba Elsa melihat ponsel yang menyembul dari jaket Gio, dia pun langsung mengambilnya
“ Nona itu ponselku, kau tidak boleh lancang.”
“Diam di tempatmu!" titah Elsa. Anehnya Gio malah menurut.
“Berapa kode ponselmu?” tanya Elsa.
“Berapa kode ponselmu."Elsa kembali mengulang pertanyaannya dengan nada yang sedikit tegas, hingga Gio memejamkan matanya kemudian dia pun langsung memberikan kode ponselnya, hingga pada akhirnya ponsel itu terbuka.
Tubuh Elsa membeku, nafasnya mendadak tidak beraturan saat membaca pesan di ponsel Gio, dia membaca pesan Gio dan Nauder, percakapan di mana Gio selalu mengabarkan tentang apapun Elsa lakukan pada Nauder.
Elsa memberikan ponsel itu pada Gio dengan tangan yang sedikit gemetar.
“Apakah kau anak buah Nauder?” tanya Elsa memastikan.
Gio memejamkan matanya, bisa habis dia jika bosnya tahu dia terpergok. “I-ia, Nona”
“Lalu, di mana dia?” tanya Elsa
“Aku tidak tahu Nona.”
“Kau mau aku pukuli lagi?" Elsa sudah mengangkat tasnya bersiap untuk memukuli lagi tubuh Gio.
“Aku benar-benar tidak tahu nona. Aku hanya tahu tower apartemennya aja. Tapi aku tidak tahu nomor apartemennya berada,” ucap Gio dengan cepat sebelum Elsa kembali menghajarnya.
“Di mana towernya?” tanya Elsa, Gio pun memberitahukan alamat apartemen Nauder
Saat dia akan berjalan, tiba-tiba Elsa terpikirkan sesuatu,.lalu ia kembali berbalik dan menoleh.
“Apa Nauder pernah menolongku?” tanya Elsa. Gio terdiam baru saja dia akan menjawab Elsa sudah menyimpan tangganya di depan wajah lelaki itu.
“Tidak usah menjelaskan, aku tahu jawabannya.” Dari wajah Gio yang ragu saja, Elsa sudah mengetahui jawabannya, ternyata selama ini dia tidak bermimpi. Nauder memang datang menolongnya. Hingga seketika Elsa