
Nael dan Gaby sama-sama menatap kedepan, mereka saling diam dengan waktu yang cukup lama. Ini sudah 20 menit berlalu. Tapi belum ada yang berbicara satu patah katapun.
Saat ini, Gabby dan Nael sedang terduduk di pasir. Mereka sama-sama menekuk kakinya lalu menatap kedepan. Nael bingung dengan apa yang akan ditanyakan pada Gabby begitupun Gabby yang bingung harus memulai obrolan dari mana.
“Nonna, Gabby!” Panggil Joan yang. Akhirnya memutuskan untuk memecah keheningan diantara mereka. Gabby menoleh,.kemudian tersenyum.
“Ada apa, apa ada yang ingin kau tanyakan?” Tuan Joan.
“kau cantik, Kau kaya, kau sempurna, apa kau tidak punya kekasih atau tidak memiliki orang yang kau sukai?” tanya Joan, seraya menatap ke depan.
Tiba-tiba satu Wajah melintas di otak Gabby, membuat mata Gabby berkaca-kaca.
“Ada, tapi aku tidak akan pernah bisa menggapainya,” kata Gabny dengan nada yang sendu. Tiba-tiba suaranya memberat, ia menghapus sudut matanya yang berair. membuat Joan mengerutkan keningnya.
“Tidak bisa digapai?” ulang Joan.
“Hmm, dia tidak bisa digapai. Beberapa kali aku mencoba melupakannya. Tpi tak bisa, dia sudah pergi bersama angin dan tak mungkin akan kembali,” jawab Gabby, walaupun selama ini ia kerap terhanyut dengan perhatian Joan. Walaupun selama ini ia berusaha membuka hatinya. Tapi ada satu nama yang tak bisa terganti di hatinya, bahkan sampai sekarang.
“Maksudmu?” tanya Joan. Tiba-tiba jantung Joan berdebar tak karuan saat mendengar apa yang di ucapkan Gabby.
“Aku mengidolakan ji Chang Wook, aktor Korea Bukankah mustahil untuk aku menggapainya dan menjadikannya suamiku," balas Gabby sambil tertawa, membuat Joan langsung terdiam.
“Ah, Kau menyukai hal-hal yang berbau Korea?” tanya Joan. Gabby mengangguk.
“Aku rasa. Aku ingin menikahi semua aktor-aktor Korea,” jawab Gabby sambil terkekeh, ia mengambil kaleng soda yang ada di sebelanya, bersamaan itu juga Nael mengambil soda. Hingga tangan mereka bersentuhan.
“Nona, Gabby, anda tidak apa-apa?” tanya Joan. Gabby menggeleng. “Tidak, aku tidak apa-apa," dusta Gabby Padahal Ia merasakan perasaannya tidak nyaman.
“Sepertinya aku mengantuk, bolehkah aku pergi terlebih dahulu?” tanya Gabby. Joan tampak terdiam, kemudian mengangguk.
“Kau mau aku mengantarmu ke hotel?” tanya Joan, kemudian Gabby menggeleng.
“Tidak terima kasih.” Setelah mengatakan itu, Gabby pun bangkit dari duduknya, kemudian ia berlalu meninggalkan Joan.
••••
“Laura ... Naura, kenapa kalian belum pulang?” tanya Nael, saat keluar dari kelas. Ia langsung menegur kedua putrinya saat Laura dan Naura masih menunggu di kursi yang menghadap ke gerbang.
Laura menoleh, sedangkan Naura tampak melihat kedepan. Ia sama sekali tidak menoleh pada gurunya yang juga ayahnya.
“Kami sedang menunggu bibi Stela menjemput kami," jawab Laura. Mike mengangguk-angguka kepalanya.
Setelah kepalanya, menoleh kearah Naura yang tampak tidak bereaksi saat ia berbicara.
Tiba-tiba, hujan turun hingga, Mike angsung mengulurkan tangannya, membantu Laura dan Naura untuk turun karena hujan mengenai tubuh mereka.
Namun, saat ia sudah membantu Laura untuk turun dan berniat membantu Naura, Naura menolak disentuh oleh Mike, membuat Mike mengerutkan keningnya. Naura malah berpegangan pada tembok, kemudian Ia turun tanpa menoleh ke arah Mike, membuat Mike merasa tak tenang. Padahal kemarin Naura masih mau bertanya padanya saat ia mengajar melukis.
Kemarin yang komennya dikit banget ya Allah. jadi ga semagat update. aku semangat update kalau komennya di atas 500. jadi Taukan harus apa hahahahahahahahau