Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Hatimu terlalu beku


“Kakek ... nenek!” lirih Laura dan Naura. Ia melepaskan genggaman tangannya pada Gabby kemudian berjalan menghampiri Grisella Grey.


Greeey membungkuk, kemudian Ia langsung membawa Laura dan Naura kedalam pelukannya. Greey dan Grisella baru pulang dari Spanyol, karena Greey harus melakukan pengobatan di sana, dan setelah pulang ke Rusia..Ia harus mendengar kabar yang mengejutkan dari Jordan, bahwa Laura dan Naura serta Gabby menderita leukimia. Itu sebabnya Greey dan Grisella langsung datang ke apartemen Gabby.


Saat memeluk Grey. Tangis Laura dan Naura kembali Luruh. Entah kenapa mereka menangis saat memeluk sang kakek. Grisella yang sedang berdiri langsung menghampiri Gabby kemudian ia memeluk Gabby, membuat Gabby tersentak kaget.


Dada Gabby bergemuruh, ketika Grisella mengelus punggungnya. Sudah lama sekali tidak ada yang memeluk dan mengelus punggungnya Gabby. “Gabby, maafkan kami yang tidak ada di masa-masa sulitmu,” kata Grisella. Pada akhirnya, tangis yang sedari tadi ditahan pun tumpah saat mendengar ucapan Grisella. Ia membalas pelukan Grisella dan menangis di pelukan nenek kedua putrinya.


Suasana sedih langsung melingkupi sekitar area itu. Hingga hingga pada akhirnya, Gabby tersadar. “Ayo masuk Tuan Grey ... Nyonya Grisella!” ajak Gabby, ia berusaha menghapus air matanya. Begitu pun Grisella dan Grey, Mereka pun masuk ke dalam apartemen Gabby.


“Laura ... Naura! kalian berganti Pakaian dulu. Mommy akan berbicara dengan kakek dan nenek,” ucap Gabny ketika sudah masuk ke dalam apartemen.


••••


Mobil yang dikendarai Nael masuk ke dalam dan melewati gerbang. Ia langsung memarkirkan mobilnya di di basement, setelah mematikan mesin mobil. Nael tidak langsung turun, ia menyandarkan tubuhnya ke belakang. Matanya menerawang jauh ke depan ia memegang dadanya yang terasa nyeri.


Paman


Nael memejamkan matanya, berusaha untuk menenangkan dirinya. Paman! Suara itu terdengar lagi, suara yang Laura dan Naura yang memanggilnya dengan Kata paman. Nael membuka matanya, kemudian mengusap wajah kasar.


“Aku bisa gila jika terus seperti ini. Untuk apa juga aku peduli pada mereka. Baguslah jika mereka pergi.” Dan lagi-lagi, ego Nael yang menang. Lagi-lagi, kesombongan Nael yang menang. Ia masih terus membohongi dirinya sendiri dan mengelak.


Saat ia akan turun, tiba-tiba terdengar suara decitan ban, membuat Nael menoleh, ternyata itu mobil kedua orang tuanya. “Kapan mereka tiba!” lirih Nael saat melihat kedua orang tuanya datang. Karena memang selama dua ini, mereka berada di Spanyol dan tidak menyangka kedua orang tuanya akan pulang secepat ini.


“Mom ... Dad keenapa kalian tidak memberitahuku bahwa kalian akan pun..." Tiba-tiba, Nael menghentikan ucapannya saat melihat mata Grey dan Grisella memerah. Kedua orang tuanya seperti terlihat baru saja menangis.


Grisella tidak menjawab ucapan Nael, ia malah berlalu pergi meninggalkan Sang putra membuat Nael kebingungan. Sedangkan Grey langsung maju ke hadapan Nael. Lalu menepuk pundak Nael.


“Daddy sudah berusaha untuk membuatmu agar tak menyesal. Tapi sepertinya, Tuhan berkehendak lain. Hatimu terlalu sulit untuk kami cairkan.” Setelah mengatakan, Greey pun langsung berlalu pergi meninggalkan Nael, membuat Nael kebingungan.


Sebenarnya ada apa dengan kedua orang tuanya, kenapa orang tuanya bersikap aneh.


ga komen gengs ga komen besok up satu bab