
“Laura ... Naura!” Panggil Nael dari arah belakang. Laura menoleh, sedangkan Naura tetap menatap ke depan. Ia enggan menatap sang ayah.
Saat Mike datang, tiba-tiba hujan turun. Secara refleks, Nael membantu Laura dan Naura untuk turun p Saat Laura sudah turun, Mike mengulurkan tangannya pada Naura, berniat membantu sang Putri. Namun yang terjadi Naura malah turun dan berpegangan pada tembok membuat Nael mengerutkan keningnya.
Ia. bingung, Kenapa Naura tidak mau melihat ke arahnya. Padahal kemarin Naura masih berbicara padanya dan minta tolong untuk diajarkan teknik melukis. Tiba-tiba tubuhnya Mike terdiam, ia menatap Naura dengan tatapan bingung.
“Kalian belum ada yang menjemput?” tanya Mike, Laura menoleh lalu menggeleng.
“Belum, Bibi Stella belum datang,” kata Laura. Sedangkan Naura masih enggan melihat membuat Mike, membuat Mike keheranan
“Mau Paman antarkan?” tanya Mike, Laura menggeleng tidak terima kasih.
“Naura Apa kau baik-baik saja?” tanya Mike, ia memegang Naura karena ia penasaran dengan apa yang terjadi pada Sang Putri.
Saat Mike menyentuh tangannya, tiba-tiba Naura langsung menghempaskan tangan Mike dengan keras, membuat mike terperanjat kaget.
“Jangan menyentuhku!” Naura sedikit berteriak pada Mike, membuat Laura yang berada di sebelahnya menoleh.
“Naura ... apa-apaan kau, kenapa kau tidak sopan!” kata Laura yang menasahiti sang kaka.
Tiba-tiba jantung Mike berdebar tak karuan, “Na-Nuara ada apa?” tanya Mike, ia berusaha untuk tetap tenang agar tidak mencurigakan.
“Naura ... Laura!” tiba-tiba terdengar suara Stela dari arah belakang, membuat Laura dan Naura menoleh.
“Ayo pulang!” kata Stela. Laura menghampiri Stella terlebih dahulu, hingga kini hanya menyisakan Naura dan Mike.
“Jangan pernah menyentuhku lagi, jangan pernah memanggil namaku lagi. Aku membencimu." Naura menekankan setiap kata demi kata yang keluar dari mulutnya. Ia menata sang ayah dengan tatapan benci-bencinya. membuat Mike terdiam dan tubuhnya seperti tidak bisa di gerakan sedikitpun.
“Naura!” Panggil Stela dari arah belakang. Ia. memanggil Naura karena Naura tidak kunjung datang kepadanya. Naura pun menoleh kemudian ia menghampiri Stela meninggalkan Mike yang diam mematung
Tiba-tiba, dadanya terasa sesak ia bahkan merasa kakinya tidak menapak pada bumi. Feelingnya mengatakan bahwa sang Putri sudah mengetahui semuanya. Tapi bagaimana mungkin, Naura tahu tentang siapa dia.
Tiba-tiba, Mike mengusap wajah kasar. Ia benar-benar takut sekarang
“Kenapa kau lemas sekali?” tanya Arsen, ketika Nael masuk ke dalam apartemen
“Aku pikir kau sudah pergi,” tanya Nael lagi. Seperti biasanha, ia selalu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, membuat Arsen berdecih.
“Ada apa? apa ada yang terjadi? ”
“Sepertinya Naura sudah tahu siapa aku yang sebenarnya.” jawab Nael dengan lemas.
Arsen yang sedang minum langsung tersedak, kemudian ia menatap Nael dengan tatapan tak percaya. “Kenapa kau bodoh sekali? Bagaimana mungkin dia bisa tahu. Seharusnya kau lebih berhati-hati!” omel arsen membuat Nael menoleh malas.
“Entahlah aku juga tidak tahu, dan aku benar-benar buntu sekarang.” Hellaan nafas terlihat dari wajah Nael saat membahas putrinya.
“Jika begini, uangku untuk membiayai semua perubahanmu menjadi sia-sia. Dan kau harus mengganti uangku 3 kali lipat,” kata Arsen sambil tertawa, membuat Nael membulatkan matanya.
“Hisss, kau ini!”
“Lalu sekarang, bagaimana jika putrimu tahu yang sebenarnya?” tanya Arsen.
“ Entahlah aku bingung,”jawabnya, Nael berlalu meninggalkan arsen dan pergi ke kamarnya. saat sudah melepas topeng dan bersiap untuk pergi ke kamar mandi, ponsel Nael berdering hingga, Nael melihat ponsel yang sudah ia simpan.
Matanya membulat saat melihat satu pesan datang dari Gabby, hingga ia pun langsung membukanya.
“Bisakah kita bertemu besok untuk makan siang bersama? tulis Gabby alam pesannya membuat, mata Nael membeliak.
Tunggu, apa jangan -jangan Naura sudah mengatakan semuanya.
Hari ini up dua bab dulu ya.
Gas komen gengs, ga komen libur seminggu hHahaha