Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
hawa panas


Suasana di ruangan kamar itu, memanas, gairahh sudah membakar keduanya. Karena tak sabar, Nael menyobek baju Gabby. Hingga dada Gabby tersaji di hadapannya.


Nael melepaskan tautan bibirnya, kemudian ciumannya turun dan berlabuh di leher. Tangannya tak tinggal diam, tangannya sudah bergerak ke sana kemari.


Gabby memejamkan matanya, menikmati apa yang Nael, lakukan satu tangannya meremass rambut Nael, dan satu tangannya bermain di Di senjata Nael. Sungguh sentuhan Nael benar-benar membuat Gabby menggila.


Nael tak snggup lagi menahan gejolak. Ia memangku Gabby dan Gabby melingkarkan kakinya pinggang Naal. Kemudian, Nael berjalan ke arah ranjang.


Setelah membaringkan Gabby di ranjang. Nael langsung membuka seluruh pakaiannya. Hjngga kini, tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun.


Gabby mengigit bibirnya, ketika melihat tubuh Nael yang polos. Ia merasakan desiran halus ketika melihat senjata Nael yang menegak sempurna.


Nael kembali menaiki ranjang, kemudian ia langsung menindih tubuh Gabby dan kembali mencium bibir Gabby dengan rakus. Setelah itu, ia menegakkan tubuhnya. Lalu, membuka seluruh pakaian Gaby.


Mata Nael berbinar, ketika melihat tubuh polos Gabby, wajahnya semakin memerah, gairah sudah membakar tubuhnya. Seketika itu juga, ia kembali menindih tubuh Gabby dan memulai pemanasan.


“Kau yakin, kau tidak akan menyesal?” tanya Nael sambil memainkan dada Gabby dengan lembut, membuat Gabby membusungkan dadanya.


“ Ya, aku yakin,” jawab Gabby dengan cepat. Ia tak mampu mencerna apa yang Nael katakan, Gabby langsung menarik tengkuk Nael, hingga mereka berciuman kembali.


“Milikmu besar se ...." Gaby berbicara tersendat-sendat, ketika Nael menyatukan miliknya. Tubuhnya terasa terombang-ambing, ketika Nael mulai menyatukan tubuh mereka.


Begitu pun Nael, ia memejamkan matanya karena merasakan nikmat yang sangat luar biasa.


“Bolehkah aku bergerak sekarang?” tanya Nael. saat tubuh mereka sudah menyatu sempurna. Gabby mengangguk, kemudian melingkarkan kakinya ke pinggang Nael.


Setelah mendapat anggukan dari Gabby. Nael mulai menggerakan pinggulnya. Sungguh, setiap gerakan yang di berikan oleh Nael mengantarkan Gabby pada kenikmatan yang luar biasa, di mana ia belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Bahkan, Arsen tidak pernah membuat Gabby semelayang ini.


Begitu pun Nael, tubuh Gabby benar-benar membuat Nael gila. Hingga, Nael terus terus menghentakan dirinya mengejar kepuasan Gabby dan dirinya sendiri.


•••


Setelah cukup lama memadu kasih, akhirnya mereka mencapai puncaknya bersama-sama. Nael masih berusaha mengatur nafasnya, sedangkan Gabby langsung tertidur dan bergulung nyaman di pelukan Nael, karena tenaganya sudah dikuras habis oleh Nael.


Setelah berhasil menetralkan nafasnya. Nael yang sedang memeluk Gabby menoleh kearah Gabby. Kemudian, ia ya mengusap rambut Gabby lalu mencium kening Gabby. .


Ada alasan kenapa Nael begitu mudah mengajak Gabby menjadi partner ranjang. Mata Gabby sangat mirip dengan mata Kania. Nael pikir, Gabby tak akan menyetujui ucapannya, karena ia pun refleks mengatakan itu. Tapi, ternyata ... Gabby menyetujuinya.


••••


Malam berganti pagi, Gaabby membuka matanya. Ia meringis, saat seluruh tubuhnya terasa remuk. Gabby menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Lalu, ia melihat samping, di mana Nael masih memejamkan matanya


“Morning!” kata Nael, membuat Gabby terperanjat kaget. Rupanya Nael sudah bangu. sedari tadi. Namun, ia kembali memejamkan matanya saat melihat pergerakan dari Gabby.


“Kau bisa ramah juga ternyata,” jawab Gabby secara blak-blakan, membuat Nael tertawa.


“Kenapa kau memelukku lagi," pekik Gabby saat tiba-tiba, Nael memeluknya.


scroll gengs, aku update 3 bab