Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Hukuman Yang Belum selesai


“Dad ....” Arsen berucap dengan susah payah. Ia kesulitan bernafas, karena injakan Stuard semakin keras. Ia memukul-mukul kaki Stuard, agar Stuart menjauhkan kakinya dari dadanya. tapi tak bisa, Stuard malah semakin menekan dadanya.


“Kau mengatakan putriku berselingkuh. Lalu kau sendiri!? Selama ini putriku sudah begitu baik padamu pada keluargamu dan balasanmu, Hah! Seandainya aku tahu kau akan begini. Aku tidak akan pernah merestuimu!”


Stuard mengangkat kakinya dari dada Arsen. Hingga Arsen langsung terbatuk-batuk. Ia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, karena barusan ia hampir saja tak bisa bernafas.


“Bangun!” titah Stuard, saat Arsen masih berusaha untuk menormalkan nafasnya.


“Bangun!” kali ini Stuard berteriak sangat keras karena Arsen tidak kunjung bangun. Tiba-tiba emosi Stuart meledak, ia langsung mengambil kursi lalu menghantamkan kursi tersebut pada tubuh Arsen. Bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali.


Arsen hanya mampu terdiam, Ia tidak mampu melawan mantan Ayah mertuanya. Tubuhnya begitu lemas, apalagi Stuard membanting kursi ke tubuhnya selama berkali-kali belum lagi, kursi itu terbuat dari besi. Tentu saja sangat menyakitkan jika terkena tubuhnya. Hingga Ia hanya bisa terdiam.


“Haishhhh!” Stuard berteriak. Ia melemparkan kursi ke tubuh Arsen untuk yang terakhir kalinya. Hingga kursi itu terpental. Wajah Arsen sudah membiru, Kepala Arsen pun mengeluarkan darah. Tapi itu belum cukup bagi Stuard.


Stuard, menindih tubuh Arsen, kemudian ia mencengkram kerah kemeja Arsen. Lalu, Stuard meninju pipi Arsen secara bertubi-tubi, membuat wajah Arsen memar dan langsung mengeluarkan darah dari mata dan juga bibirnya.


“Berani sekali Kau menghianati putriku! berani sekali kau menjelek-jelekkan dia!” teriak Stuard. “Kau tidak lupakan, kau sedang berhadapan dengan siapa sekarang?” tanya Stuard. Arsen tidak menjawab, matanya setengah terpejam karena ia hampir saja tidak sadarkan diri.


“Bangun brengsekk!” teriak Stuard setelah menghentikan tonjokannya pada Arsen, kemudian ia bangkit dari tubuh Arsen Lalu setelah itu, ia menarik kerah jas Arsen dan memaksa Arsen untuk bangun dan setelah Arsen bangun, Stuard langsung membanting tubuh Arsen ke tembok hingga Arsen mengalami muntah darah, dan Sedetik kemudian, Arsen langsung tak sadarkan diri.


Stuard menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Ia berusaha menetralkan emosinya, kemudian ia merogoh saku untuk mengambil ponsel.


“Kosongkan seluruh restoran ini! jangan sampai ada orang yang masuk ke area restoran ini, dan cepat kemari, bawa lelaki Ini!” kata Stuard yang menyuruh anak buahnya. Pelajaran untuk Arsen belum selesai. Hingga ia menyuruh anak buahnya membawa Arsen ke suatu tempat.


Gabby menutup mulut saat mendengar teriakan sang ayah di dalam sana. Faktanya, Gabby tidak pergi. Ia ingin mendengarkan apa yang diucapkan oleh sang Ayah pada mantan suaminya. Tangis Gabby Luruh, ada Seberkas kelegaan yang mendera hati Gabby Ketika sang ayah sudah mengetahui semuanya dan membelanya.


Setelah sang ayah menelpon seseorang, Gabby pun segera pergi dan berniat untuk ke kantor Gabriel. Ia tidak ingin ayahnya marah kepadanya karena dia tidak menurut.


•••


Stuard turun dari mobil, ia mengancingkan jasnya. Saat ini, ia sedang berada di depan perusahaan milik Ayah Arsen, perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaannya yang sedang dipimpin oleh Gabriel. Setelah mengurus Arsen Stuard langsung datang ke perusahaan mantan besannya.


Stuard masuk kedalam didampingi oleh beberapa orang berjas, yang tak lain adalah orang kepercayaannya, bodyguard dan orang-orangnya yang menjadi tangan kanannya.


Saat masuk kedalam perusahaan milik ayah Arsen, Stuard pun langsung berjalan ke arah lift untuk naik ke ruangan mantan besannya.


Scroll gengs