
“Maksudmu ....” Grey menatap Miko dengan tatapan tak percaya, nafasnya memburu saat mendengar untaian-untaian kata yang diucapkan oleh Miko.
Ya, saat ini, Miko sedang berlutut di hadapan Grey. Ia yang baru saja tiba ke Spanyol langsung menemui Ayah mertuanya untuk mengatakan semuanya, dan , Ia baru saja jujur tentang apa yang ia lakukan pada Leticia kemarin-kemarin.
Setelah mendarat di bandara Spanyol, Miko tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia langsung datang menemui Ayah mertuanya. ini memang berat bagi Miko.
Selama ini, ia berusaha untuk tidak mengecewakan Grey. Tapi, sekarang ia memantapkan hatinya untuk melihat kekecewaan dari orang yang paling berjasa di hidupnya.
Greey mengusap wajah kasar, kemudian ia meraih ponsel yang ada di atas nakas. Lalu setelah itu ia menelpon Leticia.
“Leticia .... Apa benar ....” Grey pun bertanya pada Leticia tentang apa yang terjadi dam. memastikan semuanya.
“Baik, Daddy mengerti!” kata Grey setelah Leticia menjelaskan semuanya.
“Lalu, kau kau berharap apa dengan berlutut di hadapanku?” tanya Greey, seketika Miko tertunduk, ia tidak pernah mendengar nada Greey yang sekecewa ini padanya.
“Maafkan saya tuan, saya berjanji akan memperbaiki semuanya. Saya berjanji akan bersungguh-sungguh ....” jawab Miko, bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya saat menjawab ucapan Greey, ia tertunduk karena tidak mampu melihat wajah Greey yang kecewa padanya.
Greey menghela nafas sebanyak-banyaknya, kemudian menghembuskannya. Ia tidak ingin egois, barusan dia juga mendengar poin utama dari Leticia.
“Bangun!” Titah Greey.
“Miko, ini perintah!” kata Grey, tubuh Miko bergetar saat mendengar perintah Grey. Ini adalah sebuah perintah dan ia harus mematuhinya. Tapi tetap saja rasanya ia tak sanggup untuk melihat wajah Greey yang kecewa padanya.
Dengan pelan, Miko pun bangkit dari lantai kemudian ia berdiri lalu menunduk. Ia masih belum berani menatap Greey. Saat Miko sudah bangkit dari duduknya, ia berjalan ke arah Miko. Tanpa diduga, lelaki paruh baya itu memeluk menantunya, membuat tubuh Miko semakin bergetar..
Ini seperti mimpi untuknya, tidak pernah terpikirkan olehnya lelaki sehebat Greey bisa memeluknya. Dan jika di tanya, harapan terbesar Miko, dia ingin sekali memeluk Greey sambil minta maaf dan berterima kasih. Namun ia tidak seberani itu. Tapi sekarang, Greey datang memeluknya tentu saja Miko tidak sanggup untuk tidak menangis.
Rasa haru, rasa senang dan rasa malu bercampur menjadi satu. Dan perlahan, Miko membalas pelukan Greey.
“Miko, tidak perlu lagi yang harus dibicarakan tentang masa lalu, kau sudah menebus semua kesalahan ayahmu dan bukan kau yang bersalah. Tapi, ayahmu jadi lepaskan Semua bebanmu. Kau sudah terlalu lama mengabdi padaku. Jangan tersiksa Lagi dengan apa yang terjadi di masa lalu, jalani hidupmu sendiri. Tidak perlu memaksakan diri untuk mencintai Leticia!” kata Grey setelah melepaskan pelukannya, ia langsung memegang bahu Miko.
Mendengar ucapan Grey, Miko memberanikan diri mengangkat kepalanya,
“Tidak, Tuan. aku tidak mau meninggal Leticia, Leticia tetap istriku. Aku hanya perlu menyembuhkan diriku sendiri,” jawab Miko dengan berlinang air mata.
“Baiklah, aku memberimu satu kesempatan lagi. Obati dirimu sendiri, jika kau ingin mencintai Leticia. Cintai dia, tapi jika tidak kembalikan dia padaku dengan benar,” jawab Grey. Miko kembali lagi mengangkat kepalanya, dia pikir Greey akan memaksanya untuk meninggalkan Leticia, karena walau bagaimanapun ia tahu bagaimana watak Grey. Tapi yang terjadi ....
Tangis Miko semakin membludak, kali ini ia yang memeluk Grey terlebih dahulu. Lalu mengucapkan kata maaf dengan emosional dan mengutarakan rasa bersalahnya.
Scroll