Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Tak Menyangka


“Kalian sedang apa?” tanya Nael yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan sang ayah. ia langsung bertanya ketika Leticia sedang memeluk Grey. Ia yang baru saja tiba dari berbulan madu dengan Gaby langsung masuk ke dalam ruang kerja ayahnya. Sedangkan Gaby langsung beristirahat di kamarnyam


Leticia menghapus air matanya, kemudian melepaskan pelukannya dari Grey. “Kau ingin tahu saja!” kata Leticia, Nael menyipitkan matanya, kemudian maju ke arah ayah dan adiknya.


“Leticia, jangan bilang kau setuju menikah dengan Miko?” tanya Nael, karena Ia memang tahu rencana ayahnya dan ia diberitahu oleh sang ibu.


“Memangnya kenapa?” tanya Leticia, ian tampak tidak terima sang kakak seperti mengejek Miko.


“ Apa kau tidak bisa mencari laki yang seumuran?” kata Nael.


“Tidak mau, Aku tetap ingin Paman Miko!” Leticia menjulurkan lidahnya pada Nael, kemudian ia keluar dari ruangan sang ayah, membuat Nael menggeleng.


“Dad, kau serius menyetujui mereka menikah?” tanya Nael


“Memangnya kenapa? kakakmu juga bahagia bersama Kenzi? lalu apa yang salah?” tanya Greey.


“Apa kau yakin dia akan membuat Leticia bahagia?” tanya Nael.


“Adikmu yang ingin menikah, kenapa kau yang repot-repot?" tanya Grey membuat Nael berdecih.


satu minggu kemudian


Leticia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar. Kamar ini dilengkapi nuansa serba hitam, terkesan misterius. Namun tetap terlihat nyaman. Matanya terus melihat ke arah kamar mandi, ia menanti Miko keluar dari sana.


Saat ini, Leticia dan Miko sudah berada di apartemen Miko, mereka sudah resmi menjadi suami istri, dan mereka baru saja melakukan pemberkatan tadi pagi.


Setelah pemberkatan dan makan bersama keluarga, Miko mengajak Leticia untuk langsung ke apartemennya dan saat ini Leticia dihinggapi kegugupan.


Bagaimana tidak, seminggu sebelum mereka menikah, sikap Miko masih sama seperti dulu, tidak ada mencair sedikitpun. Bahkan mereka tidak menghabiskan waktu bersama karena Miko harus menyelesaikan pekerjaannya.


Sekalipun Greey menyuruhnya untuk libur, tapi Miko ingin pekerjaannya selesai sebelum mereka menikah, alhasil, selama seminggu ini, ia sibuk dengan pekerjaannya dan walaupun Leticia mencoba untuk tetap bersikap biasa saja. Tapi tetap saja, ia merasa asing, ia merasa menikah dengan lelaki yang tak ia kenal.


Miko menarik sudut bibirnya saat melihat Leticia, kemudian ia langsung menghampiri istrinya. Miko menarik tangan Leticia, membuat Leticia tersadar


“Pa-paman,” ucap Leticia. Miko tidak membalas, ia malah menarik tengkuk Leticia kemudian mencium bibir istrinya, membuat Leticia membulatkan matanya.


Setelah itu, membaringkan tubuh Leticia. “ Lihat aku, aku adalah Miko bukan mantan kekasihmu,” ucap Miko, setelah menindih tubuh istrinya. Ia tahu, setidaknya masih ada bayangan Jordan di mata istrinya hingga ia berkata demikian dan ia tidak mau menunda lagi, Leticia harus menjadi miliknya detik ini juga.


Leticia merasa gugup bukan main, apalagi ia merasakan tubuh bawah suaminya menegang. “Pak-paman aku takut!” kata Leticia, membuat Miko mengerutkan keningnya.


“Leticia, Apa kau masih suci?" tanya Miko Leticia mengangguk dengan wajah yang memerah. Ia tidak percaya, sebab umur Leticia sudah tidak muda lagi, dan Leticia berpacaran selama bertahun-tahun dengan Jordan dan Miko menyangka mungkin pernah ada yang terjadi sesuatu antara Leticia dan Jordan tapi ternyata tidak.


Mungkin ini yang mengakibatkan Jordan sedikit bosan pada Leticia, saat dulu mereka berpacaran, Leticia tidak pernah mau untuk melakukan lebih selain hanya berciuman dan berpelukan dan mungkin, itu juga sebabnya Jordan mencari pelarian pada Ayana.


“Pa-paman apa kau tidak sudah aku masih Virgin?” tanya Leticia, yang menyangka bahwa Miko tidak suka ketika ia mengatakan kebenarannya. Padahal Miko hanya sedang memikirkan sesuatu.


Miko menggulingkan tubuhnya ke samping, kemudian ia mendudukan dirinya dengan


posisi kaki menjuntai kedepan, lalu membuka handuknya, membuat mata Leticia membulat. Karena senjaataa Miko menegak sempurna


“Nona, apa anda tau ini apa?” tanya Miko, yang menuntun tangan Leticia untuk menyentuh senjatanya. Rasanya menyenangkan melihat wajah Leticia yang memerah.


Seketika ....


Seketika 500 komen ye 🤣


haredangnya next bab.


Untuk beberapa bab ini, siapin hati kalian ya gengs hahahahahha