Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Telpon dari Gabby


Gabriel melepaskan pelukannya dari Gabby, kemudian ia langsung menghampiri brankar Naura, karena Naura yang sedang membuka mata.


“Naura ini Daddy, sayang!” kata Gabriel. Naura tersenyum tangannya terangkat untuk mengelus pipi Gabriel, membuat Gabriel memejamkan matanya. “Daddy, apa Maira tidak ikut?” tanya Naura membuat hati Gabriel benar-benar terasa nyeri.


Gabriel menyadari bahwa Laura dan Naura selalu ingin di dekatnya. Tapi kedua keponakannya, seakan mengerti bahwa Maira, putrinya tidak mengijinkan Gabriel untuk dekat dengan mereka dan Gabriel pun tidak bisa berbuat apa-apa. Itu sebabnya, saat pergi ke Jepang ia tidak mengajak istri dan anak-anaknya, karena ia ingin menemani Laura dan Naura.


Keponakannya benar-benar sudah menanggung luka yang sangat hebat. Hingga mereka harus bertanya terlebih dahulu jika ingin dekat dengannya.


Keponakannya hanya ingin perhatian darinya. Tapi luka mengajarkan Laura dan Naura bahwa mereka tidak boleh terlalu berani tentang apapun. Kepercayaan diri kedua anak itu seakan hilang, karena sang ayah tidak mengakui mereka. Hingga Mereka takut berharap pada orang lain, selain kepada Suara.


Bahkan saat mereka bermain bersama Gabriel, mereka harus menerima tatapan tidak mengenakan dari Mayra, Putri Gabriel. Walaupun mereka masih sama-sama kecil. Tapi Laura dan Naura begitu perasa


“Daddy!” panggil Naura lagi, gadis kecil itu seolah belum cukup memanggil Daddy pada Gabriel.


Pada akhirnya, tangis sesegukan lolos dari bibir Gabriel, dan sekarang. Ia mengerti kenapa kedua keponakannya tidak pernah mau untuk melakukan panggilan video selama merekandi Jepang, karena tubuh kedua keponakannya begitu kurus. Bahkan rambut keponakannya sudah hampir habis karena efek terapi.


Gabriel menegakkan kepalanya. “Daddy!” untuk ketiga kalinya, Laura mengucapkan hal yang sama, membuat hati Gabriel semakin pedih.


Mungkin Jika masih ada Stuard Laura dan Naura tidak akan terlalu kesepian. Karena biasanya Stuard lah yang selalu ada di sisi mereka.


••••


“Jordan!” teriak Nael saat di depan ruangan. Jordan. Ia masuk ke ruangan Jordan. Namun, Jordan menguncinya dari dalam.


“Ada apa?” tanya Jordan dengan dingin.


“Sebenarnya ada denganmu dan keluargaku.” Tiba-tiba menerobos masuk ke ruangan Jordan


“Katakan Sebenarnya ada apa denganmu. mustahil kau tidak tahu apa-apa. Kau berpacaran dengan Leticia sudah lama


Jadi, aku rasa kau tahu Apa alasan keluargaku tidak menganggapku ada.”


Jordan berjalan ke arah meja, kemudian ia berdiri didepan mejanya. Lalu bersedekap dan menyilangkan kakinya, menatap Nael dengan santai.


“Tidak ada. Kami. tidak menjauhimu,” jawab Jordan, membuat Nael berdecih. Saat Nael akan maju, ponsel di samping Jordan berdering Jordan pun langsung mengangkat panggilannya. terpampang nama Gabby di sana.


“Hallo, ada apa?” tanya Jordan ketika mengangkat panggilannya. Tiba-tiba, wajahnya berubah pucat. “A-apa maksudmu, Laura dan Naura ke ....” Tiba-tiba, Jordan menghentikan ucapannya saat ia tidak sengaja menyebut nama Laura dan Naura, begitupun Nael yang langsung terperanjat ketika Jordan menyebutkan nama kedua putrinya.


“Ah, baik. Aku akan segera menyusul ke Jepang,” Jawab Jordan. Ternyata, Gabvy meminta tolong pada Jordan untuk berbicara pada Grey, dan meminta Greey ntuk datang berharap Grey mau mendonorkan sumsum tulang belakang, karena sumsum tulang belakang Gabriel dan sumsum tulang belakang Giseel, tidak cocok.


Gabby tidak seberani itu untuk berbicara pada Greey secara langsung. Itu sebabnya, ia menghubungi Jordan dan meminta tolong pada Jordan.


Scroll gengs aku up 4 bab