
Miko menarik tangan Leticia saat Leticia akan berbalik, hingga Leticia kembali menoleh.
“ Paman!” kata Leticia ketika Miko memanggilnya.
“Bisakah kita bicara setelah ini?” tanya Miko lagi, Leticia mengangguk. ”Sepertinya kau harus ke kamar mandi dulu paman!” balas Leticia karena memang pakaian mereka masih basah kuyup.
Miko menganggu “Bolehkah aku meminjam handuk?” tanya Miko, Leticia pun kembali mengangguk setelah Letica pergi, Miko kembali keluar untuk mengambil pakaian yang ada di mobilnya, setelah itu ia pun kembali masuk ke dalam.
•••
Suasana begitu hening, Leticia tertunduk begitupun Miko. Ini sudah 15 menit berlalu mereka duduk di sofa saling bersebrangan. Tapi mereka, belum ada yang memulai pembicaraan.
Demi apapun, rasa canggung mengelingkupi kedua insan itu, seolah mereka ragu untuk berbicara satu sama lain. Leticia malu dan merasa bersalah pada Miko begitupun Miko yang juga bingung harus berkata ap, karena jujur saja, ia bukan tipe pria yang bermulut manis.
Miko menghela nafas, kemudian menghembuskannya. @51Lalu menggigit bibirnya dan menatap Leticia yang sedang tertunduk.
“Nona, bolehkah saya mulai berbicara?” tanya Miko, Leticia pun mengangguk. “Silahkan, paman,” awab Leticia, wajahnya bersemu merah, kemudian ia memalingkan tatapannya kerena ditatap intens oleh miko.
“Saya ingin memastikan sesuatu pada anda apa anda yang mau menikah dengan saya?” tanya Miko, Leticia terdiam kemudian mengangguk ragu
“Jika Anda ragu, kita bisa memulai pendekatan terlebih dahulu!” kata Miko. Namun secepat kilat, Leticia menggeleng.
“Tidak, tidak perlu!” kata Leticia. “Aku sudah yakin padamu Paman,” jawabnya lagi.
Hening
Jari-jari Miko aling bertautan di bawah sana, rasa gugup semakin menderanya kala Leticia mengatakan bahwa tidak ingin menunda pernikahan mereka, tak ingin rasa gugup semakin menjadi-jadi. Miko bangkit dari duduknya kemudian ia langsung mendudukkan diri di sebelah Leticia, membuat Leticia langsung menoleh ke arah Miko.
Perlahan, Miko mengangkat tangannya kemudian memberanikan diri menggenggam Leticia, hingga mata Leticia membulat, karena refleks, Leticia hampir saja melepaskan genggaman tangannya dari tangan Miko. Namun, Miko menggenggam tangannya dengan erat.
“Nona!” Panggil Miko
“Hmm” jawab Leticia, pipinya benar-benar sudah memerah karena wajahnya dan wajah Miko begitu dekat.
“Paman, aku tahu ini kondisi yang begitu sulit untuk kita. Kita akan menikah tanpa proses pendekatan terlebih dahulu, walaupun begitu Aku tidak mau menundanya. Maafkan aku yang telah memaksamu melakukan apa yang kau tidak suka, aku hanya ingin menerimamu apa adanya. Aku tidak akan lagi memaksamu untuk tersenyum ataupun melakukan hal yang kau tidak sukai!” kata Leticia,.membuat Miko tertegun.
“Nona!” Panggil Miko, Leticia tersenyum. “Paman Jangan memaksakan lagi tersenyum untukku. Jangan melakukan apapun yang kau tidak suka, aku percaya seiring berjalannya waktu kita akan terbiasa dengan semua ini!” Leticia menjawab dengan bijak, ia sadar tak seharusnya ia mengubah Miko jika bukan Miko yang merubah dirinya sendiri.
Perlaha, Miko mendekatkan wajahnya dan ....
Dan ya begitulah pemirsa ...
Hahaha.
Tapi ....
Scroll gengs
Kalian ga ada yang mau kasih cemilan gitu.l ke otor buat nemenin nulis huaaaaaa ga ada yang mau chekoutin cemilan gituuu 🤣