Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Kelelahan


Leticia merebahkan kepalanya di dada Miko, ia berusaha mengatur nafasnya, begitupun Miko yang juga menyenderkan tubuhnya ke belakang. Ia juga sedang mengatur nafas seperti leticia.


Mereka baru saja selesai melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan, semua apartemen itu menjadi latar pencintaan mereka. Seperti biasa, mereka bercinta begitu hebat panas dan sangat menggelora hingga setelah 2 jam berlalu, akhirnya kegiatan ini selesai dan berakhir dengan nafas mereka yang terengah-engah.


“Aku sungguh tidak ada tenaga lagi untuk memasak. Kita pesan saja dari luar,” ucap Leticia ketika ia sudah berhasil menetralkan nafasnya. Miko mengelus rambut Leticia, kemudian memeluk istrinya.


“Kita pesan saja dari luar,” jawab Miko, Miko pun bangkit dari duduknya sambil menggendong leticia, hingga leticia melingkarkan kakinya di pinggang Miko.


Setelah itu Miko pun langsung berjalan ke arah kamar dan setelah berada di kamar, Miko membaringkan tubuh leticia di ranjang. Lalu setelah itu, ia membuka lemari dan dan mengambil pakaian istrinya. Lalu memakaikan istrinya gaun tidur, begitupun juga ia yang langsung memakai kaos dan boxer.


Miko mendudukkan diri di sebelah istrinya, kemudian mengelus rambut Leticia.


“Kau lelah?” tanya Miko.


“Hmm, Aku lelah dan aku mengantuk.”


“Tidurlah, aku akan memesan makanan sendiri!” Leticia menggangguk dan 5 menit kemudian leticia sudah memejamkan matanya membuat Niko tergelak, Miko pun bangkit dari duduknya, kemudian ia mengambil ponselnya untuk memesan makanan.


Waktu menunjukkan pukul 02.00 pagi, Leticia trbangun dari tidurnya, dia melihat ke samping tidak ada suami di sampingnya, membuat kening Leticia mengerut


Leticia pun bangkit dari berbaringnya, kemudian dia turun dari ranjang, lalu terdengar suara dari televisi yang masih menyala. Leticia membulatkan matanya saat suaminya belum tertidur.


“Dad!” panggil Leticia, Miko yang sedang menonton menoleh.


“kenapa kau sudah bangun?” tanya Miko. Ia menggeser duduknya, kemudian menepuk pahanya. Leticia pun langsung berbaring di sofa berbantalkan paha Miko.


”Aku sedikit lapar,” jawabnya.


“Kau belum memesan makanan?” tanya leticia, ia langsung bangkit dari duduknya, kemudian menatap Miko dengan tatapan tak percaya.


“Restoran yang biasa kita pesan tutup dan aku tidak cocok dengan restoran lainnya, aku ingin memasak tapi rasanya malas,” jawab Miko.


“Tunggu sebentar aku akan memasakkan makanan untukmu.” Leticia pun bangkit dari duduknya kemudian ia berjalan ke arah dapur. Lalu setelah itu membuka kulkas untuk mengeluarkan bahan-bahan dan mulai memasak untuk suaminya, dan ia juga memasak untuk dirinya sendiri.


Tiga puluh menit kemudian, akhirnya makanan yang dimasak Leticia selesai, ia hanya memasak spaghetti dan beberapa camilan lainnya.


Miko mendudukkan diri di meja makan, disusul leticia yang juga ikut mendudukan diri di sebelah Miko, Leticia menunduk, jari-jarinya saling bertautan. Ia akut makanannya tidak dimakan oleh miko


Miko yang mengerti apa yang mengerti apa yang dirasakan istrinya, langsung menggenggam tangan Leticia. “Aku sudah lama ingin memakan masakanmu!” kata Miko yang memenangkan hati Leticia, ia langsung berbalik ke depan dan setelah itu, Miko langsung mengambil garpu lalu mencicipi makanan yang dibuat oleh leticia.


Begitu makanan itu tembus di lidah, Miko terdiam membuat Leticia menoleh. “Apa tidak enak?” tanya Leticia. “Tidak, masakanmu enak sekali,” jawab Miko, Masakan buatan Leticia, begitu pas di lidahnya.


Seketika Miko menoleh kemudian ia mengusap lembut rambut Leticia. “Aku tidak ingin makanan yang lain, kau harus selalu memasakkan untukku,” jawab Miko, membuat senyum Leticia begitu mengembang. Ia tersipu saat Miko memuji masakannya.


Bagaimana tidak, walaupun Leticia menjadi dosen. Tapi, ia pernah belajar masak dari salah satu koki terbaik di dunia, tentu saja itu didatangkan oleh sang ayah.


Scroll gengs