
keesokan hariny
Miko dan Leticia sama-sama terdiam, mereka tidak ada yang berbicara sepatah kata pun, Miko fokus mengemudi, sedangkan Leticia melihat ke arah luar.
Saat ini, mereka sedang berada di mobil untuk menuju ke bandara, karena Leticia akan terbang sebentar lagi. Sedari makan malam kemarin, sampai tadi pagi sebelum mereka berangkat tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka, Miko dan Leticia sama-sama terdiam. Bahkan semalam Miko tidak tidur di kamar bersama Leticia.
Dan sekarang, setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil yang dikendari Miko sampai di bandara. Leticia turun dari mobil disusul Miko yang juga ikut turun, setelah itu Miko membawakan koper Leticia dan mereka pun masuk ke dalam.
Saat pesawat Leticia akan berangkat dan Leticia akan masuk ke pintu keberangkatan, Leticia menarik koper dari tangan Miko, kemudian berdiri di hadapan Miko ,lalu menatap Miko dalam dalam, berusaha mengabadikan wajah suaminya, wajah lelaki yang sudah ia cintai.
“Paman, Terima kasih sudah mengantarkanku!” kata Leticia, Miko menggangguk. “Jaga dirimu di sana,” kata Miko. Saat Miko akan memeluk Leticia, Leticia mundur membuat Miko tertegun.
“Kalau begitu sampai jumpa, Paman.” Setelah mengatakan itu, Leticia pun lebih memilih untuk secepatnya berbalik, karena tangisnya sudah hampir keluar dari matanya dan ia tidak ingin Miko melihat tangisannya.
Saat Leticia pergi, Miko hanya bisa terdiam saat melihat punggung Leticia yang terus berjalan,nia memegang dadanya, ian merasa ada yang aneh dengan hatinya saat melihat Leticia pergi.
Namun tak lama, ia menggeleng-gelengkan kepalanya, ian menampik perasaannya dan menyangka Ia hanya terbiasa dengan kehadiran Leticia, Ia juga tidak bisa melarang Leticia untuk pergi karena itu sudah keputusan Leticia dan mencoba menghargai keinginan istrinya.
Menurut Miko, mungkin ini jalan terbaik yang bisa mereka ambil, Ia hanya berharap cinta untuk Leticia segera tumbuh walaupun Miko sendiri tidak yakin ia bisa mencinta Leticia.
“Mona, berikan saja obat yang biasa aku minum, aku akan meminum obat itu!” kata Leticia pada Dokter yang ada berada di depannya.
Mona menatap Leticia dengan seksama. Ia bingung dengan apa yang ada di pikiran Leticia. “Leticia, berhenti main-main dengan hidupmu, semua sudah siap. Kau hanya tinggal setuju dan mendatangani semuanya maka kita akan melakukan operasi,” jawab Mona
“Aku akan melakukan operasi nanti setelah aku siap. Tapi berikan saja obat yang biasa aku minum,” kata Leticia lagi, membuat Mona menghela nafas.
“Kau meminum obat yang aku resepkan. Tapi kau juga mau makan makanan yang sembarangan. Lalu kamu minum obat tidur, Jika kau terus begini maka aku akan mengadukannya pada paman Grey!” ucap Mona dengan kesal. Namun, mau tak mau Ia pun langsung mengisi dan menulis resep yang akan di tebus oleh Leticia, membuat Leticia terkekeh.
“Ini resepnya. Aku menurunkan sedikit dosisnya, berhenti memakan makanan yang akan memperburuk kondisimu dan jangan lagi mengkonsumsi obat tidur. Aku bersumpah Leticia, jika satu minggu lagi kau tidak berubah pikiran dan tetap tidak mau melakukan operasi, maka aku akan menelepon Paman Grey dan akan memberitahukan kondisimu yang sebenarnya!” kata Mona, dokter yang selama 3 bulan ini menangani Leticia.
Mona juga adalah anak dari sahabat Grey, yang menjadi dokter di Jepang.
“Kau cerewet sekali. Aku pergi!” Leticia pun bangkit dari duduknya,nkemudian keluar dari ruangan setelah itu ia pun memutuskan untuk membeli sesuatu sebelum pulang ke apartemennya.
Scroll gengs