Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Masih Flashback.


“Mengganti wajah?” ulang Nael. Ia yang akan keluar dari ruangan langsung menghentikan gerakannya saat mendengar ucapan Arsen. Ia langsung menatap Arsen lekat-lekat.


“Apa aksudmu?” tanya Nael. Arsen menepuk keningnya. Ia yang tadinya hanya bercanda ternyata malah dianggap serius oleh Nael.


“Tidak, lupakan saja. sana pergi!” balas Arsen. Nael memegang kepalanya yang terasa berdenyut nyeri. Ia pun kembali kedalam lalu mendudukkan dirinya di berangkar.


“Maksudmu? aku harus mengganti wajahku?” tanya Nael lagi, membuat Arsen menghela nafas. “Hmm, operasi saja wajahmu.” Setelah mengatakan itu, Arsen pun memasukkan ponselnya ke dalam saku. “Kalau begitu aku pulang.” Setelah mengatakan itu, Arsen berbalik. Namun Baru beberapa langkah, Arsen menghentikan langkahnya ketika Nael menarik tangannya.


“Bisakah kau membantuku?” tanya Nael membuat Arsen menyipitkan matanya.


“Kau meminta bantuan apa padaku?” tanya Arsen. Ia menaikan alisnya, menatap Nael dengan aneh. “Apa kau tidak salah meminta tolong padaku? apa kau tidak ingat apa yang terjadi dengan kita di masa lalu,” ucap Arsen lagi, membuat Nael mendekus.


“Aku tidak tahu siapa lagi yang bisa aku pintai tolong. Aku rasa dengan mengubah identisatasku, aku bisa bisa mengubah semuanya. Jadi, Bisakah kau membantuku,” kata Nael dengan penuh harap. Ia sudah putus asa. Jika pun ia menyusul Gabby ke Polandia. Ia tidak yakin jalannya akan mudah.


Arsen tampak berpikir, “Maksudmu kau ingin merubah semuanya, kau kau ingin mengganti identitas?” tanya Arsen. Nael mengangguk mantap.


“Bisakah kau membantuku?” kata Nael.


“Kau bisa minta tolong Jordan, Bukankah dia sahabatmu?” jawab Arsen lagi.


“Lupakan Jordan, dan keluargaku. Aku rasa percuma meminta bantuan mereka. jadi bisakah kau membantukku. Aku rasa aku harus memalsukkan kematianku dan berubah menjadi orang baru.”


Mata Arsen membulat saat mendengar ucapan Nael. ia bergidik, bagaimanapun apa yang dilakukan oleh Nael, sungguh diluar nalar.


“Kau nekad sekali," ucap Arsen.


“Ayolah bantu aku untuk bisa mendapatkan Gabby dan kedua anakku. Aku akan melakukan apapun untukmu.”


Arsen mengangguk-anggukan kepalanya.


“Oke, jika itu maumu. Dan setelah mau mendapatkan Gabby lagi, Nolehkah aku merebut Gabby seperti kau dulu merebutnya dariku,” ucap Arsen sambil tertawa. Tentu saja, itu hanya bercanda


“Bagaimana, kau bisa membantuku?” tanya Nael. Arsen terdiam, ia mencoba memposisikan dirinya sebagai Nael yang tidak yang juga tidak bisa menggapai putrinya.


“Baik, aku akan membantumu. Taapi jangan salahkan aku jika terjadi apa-apa.”


Dan setelah itu, mereka memutuskan untuk melupakan masa lalu yang sudah berlalu. Arsen merekayasa kecelakaan Nael. Ia menyuap kantor polisi untuk memberitakan bahwa Nael mengalami cedera parah, hingga meninggal.


Ia juga menggelontorkan dana yang tak sedikit untuk menyuap rumah sakit dan meminta pihak rumah sakit, memalsukkan kematian Nael.


Saat Nael berada di berangkar dan saat Grisella memeluknya untuk yang terakhir kali. Sebenarnya Nael memakai obat bius, agar tidak mencurigakan. Begitupun peti mati dibawa oleh ambulans, peti mati itu adalah peti mati kosong. Peti itu sudah ditukar oleh arsen saat akan di bawa ke pemakaman.


Dan setelah itu, Nael dan Arsen pergi ke Polandia. Tak ada yang tau bahwa Nael masih hidup, keluarganya pun juga tak tau. Nael benar-benar sukses membuat drama kematiannya sendiri.


Butuh waktu satu tahun untuk membuat topeng yang mirip seperti manusia. Nael berencana untuk mengoperasi wajahnya dengan topeng yang ia pakai, setelah Gabby dan kedua putrinya mau menerimanya.


Dan saat pergi ke Polandia, Arsen dan Nael, mendirikan perusaah yang berkaitan dengan medis agar bisa mendekati Gabby.


Dan setelah dua tahun berada di Polandia, dan berhasil terhubung dengan Gabby, Nael pun mulai mendekati Gabby secara perlahan. Ia sengaja mendekati Gabby terlebih dahulu, lalu setelah itu ia melamar menjadi guru lukis di sekolah Laura dan Naura. Selama ini ia menggunakan satu topeng yang sama, untuk menemui Gabby maupun menemui Laura dan Naura di sekolahnya. Ia hanya mengganti nama nya saja. Ia memakai nama Mike untuk di sekolah, dan memakai nama Joan untuk bertemu Gabby.


Dan sejak saat itulah, hubungan Nael dan Arsen menjadi dekat. Mereka layaknya saudara, setelah semuanya berjalan lancar, Arsen kembali ke Swiis, ia ingin fokus dengan kantornya sedangkan Nael mengembangkan perusahaanya seraya mengejar Gabby dan kedua anaknya


Bahkan sekarang, Nael dan arsen seperti sahabat. Layaknya Nael pada Jordan. Aarsen selalu bercerita tentang keluh kesahnya, negitupun Nael.


Flashback off.


Scroll gengs aku up 3 bab.


!


ketika mau kalau kalian mau kisah Gisel. Kalau tembus 1000 komen. aku bakalan tulis kisah Gisel yang pastinya tetep di noveltonn.